Rabu, 26 Agustus 2026

Ratusan Umat Islam Kepung Konsulat Australia, Minta Hukum Berat Motif Penyerangan Jemaah

Administrator - Selasa, 19 Maret 2019 12:44 WIB
Ratusan Umat Islam Kepung Konsulat Australia, Minta Hukum Berat Motif Penyerangan Jemaah

MEDAN I SUMUT24.co Ratusan umat islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu Sumatera Utara mendatangi Konsulat Jenderal Australia di Jalan R.A. Kartini Nomor 32, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (19/3).

Baca Juga:

Dalam demo yang bertema Aksi Solidaritas Muslim New Zealand, massa mengecam aksi penyerang di beberapa masjid di Kota Christchurch, New Zealand, Jumat 15 Maret 2019 lalu. Terkhusus, mengecam salah seorang aktor penting dalam penyerang itu, Brenton Tarrant yang merupakan warga Australia.

“Kita di aksi ini seluruh ormas Islam dan komunitas-komunitas Islam kita kumpulkan di bawah naungan Aliansi Umat Islam Bersatu Sumatera Utara dalam rangka menyikapi berita penyerangan terhadap saudara-saudara muslim di New Zealand Jumat kemarin. Tujuannya di Konsulat Jenderal Australia. Kita mengecam aksi salah seorang penyerang di Masjid Al-Noor yang merupakan warga negara Australia sehingga dia harus dihukum berat,” kata Koordinator Aksi, Angga Fahmi.

Tak sampai di situ, kecaman juga dilayangkan kepada Senator Australia, Fraser Anning yang menyebutkan, penyerangan itu disebabkan karena pendatang muslim di New Zealand.

“Selain itu juga kita juga tidak senang dengan ucapan senator Australia itu yang malah menyalahkan imigran Islam atas aksi teror yang sangat biadab itu. Padahal imigran yang menjadi korban,” kecamnya.

Meski pelaku telah diamankan dan langsung diadili, massa meminta agar mengusut tuntas kasus tersebut, hingga sampai ke motif yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.

“Kami meminta agar pemerintah New Zealand mengusut tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam penyerang itu. Alhamdulillah pelakunya sudah ditangkap, tapi kami mau tahu apa motif di baliknya,” tuntutnya.

Lanjutnya, Angga mengimbau agar umat Islam tetap bersatu memperkuat iman dan ketaqwaan. Juga, mempersiapkan diri untuk dapat mencegah, membela diri, hingga melawan serangan-serangan, bila kejadian serupa terjadi di Indonesia.

“Dengan kejadian ini, umat Islam itu harus tetap waspada, harus tetap meningkatkan keimanannya dan melatih dirinya untuk bersiap siaga jika ada serangan-serangan semacam itu, umat Islam siap untuk melawannya, mencegahnya, setidaknya membela diri,” tegas Fahmi.

Pantauan di lokasi, ratusan massa itu terdiri dari beberapa organisasi, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Medan, Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Liga Muslim Indonesia Sumut, Kokam Pemuda Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI) Medan, Laskar Melayu, Majelis Mujahiddin dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMI) Medan. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemko Tanjungbalai Terima 292 Unit Alat Tangkap Ikan dari Pemprovsu
Peringati HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Asahan Gelar Police Goes to School di SMAN 2 Kisaran, Tanamkan Nilai Positif Sejak Dini
Polrestabes Medan Hentikan Perkara Antonius Tumanggor Lewat RJ
Kolaborasi Indonesia–Malaysia untuk Atlet Paralimpik Dunia
Bekuk Bandar Narkoba, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang sita 21 Paket Sabu dan 46 Paket Ganja,
Meneladani Rasulullah dalam Gerakan Ekonomi Syariah
komentar
beritaTerbaru