Diburu Sampai ke Jambi Polda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
MEDAN I SUMUT24.co Tadi malam saya terperangan ketika seorang tokoh bermarga Situmorang mengirimkan sebuah tautan berita berisi infromasi rencana penabalan marga Siregar kepada Joko Widodo. Saya merenung. Jenis krisis apa yang sedang terjadi pada suku bangsa kami ini, khususnya marga kami Siregar ini? Saya keberatan, ucap Pengamat Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (26/11). Menurutnya, Mengapa saya tidak setuju dan bahkan menolak rencana penabalan marga Siregar untuk Joko Widodo?. Pernah ada kesempatan emas yang datang sebelumnya, tetapi sayang sekali tidak dimanfaatkan. Momentum itu begitu sakral, bukan saja karena dari sudut budaya dapat diapresiasi sebagai peristiwa penting, tetapi juga karena pada saat itu Joko Widodo menikahkah puteri tunggalnya dengan seorang pemuda asal kota Medan bermarga Nasution.
Baca Juga:
Waktu itu penabalan marga hanya dilakukan kepada puteri tunggal Joko Widodo. Ibu kandung dari pemuda bermarga Nasution itu adalah boru Regar. Jadi pilihan marga Siregar untuk puteri Joko Widodo memang tepat menurut adat Dalihan Na Tolu.
Padahal, jika saat itu Joko Widodo yang beroleh kesempatan penabalan marga Siregar, tidak saja puterinya, bahkan cucunya pun secara genealogis dapat dimaknai sudah memenuhi syarat memakai marga Siregar.
Teringat ketika pelaksanaan salah satu acara perayaan pernikahan puteri tunggalnya yang dilaksanakan di Medan itu (ngunduh), Joko Widodo malah datang dengan berkenderaan kebesaran Jawa Solo, Kreta kencana, sebanyak 7 buah. Jadi, jangankan untuk mengapresiasi marga, Joko Widodo malah membawa kebesaran budayanya. Ini memang bukanlah sebuah kontestasi, dan sah-sah saja dengan biaya mahal 7 kreta kencana itu dikarnavalkan di Medan.
Jika kini ada agenda penabalan marga Siregar untuk Joko Widodo, agenda apa jika bukan politik? Ini tidak bagus. Sayang sekali marga menjadi komoditas politik.
Satu lagi. Cukup aneh bagi saya di dalam berita itu diceritakan bahwa yang memberi penjelasan atas rencana penabalan marga bagi Joko Widodo itu adalah menantu Joko Widodo yang bermarga Nasution. Makin runyam. Atas dasar apa dia semaju itu? Biar pun ibunya boru Regar, mestinya ia harusfaham hanya sebagai anak boru bagi marga Siregar. Jangan merasa seperti primus interpares di tengah Siregar. Fahamilah falsafahadat Dalihan Na Tolu.(W03)
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
Bentrok Pemuda di Pancur Batu Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah.
kota
Ketika Bebas Visa Menjadi Celah Judi Online Alarm Baru Kedaulatan Digital Indonesia
kota
KOMNAS PA Pusat Berikan Penghargaan kepada Polsek Pantai Labu atas Kepedulian dan Perlindungan terhadap Anak serta Guru Tahfiz Qur&rsquoan
kota
116 Pengedar dan Pengguna Narkoba Diciduk, Polda Sumut Bakar 21 Barak Narkoba dalam Dua Hari
kota
Polsek Tanjung Morawa Amankan Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor
kota
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemu
kota
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
kota
Dompet Dhuafa Waspada Resmikan Dua Wakaf Sumur di Tapanuli SelatanSumatera utarasumut24.co Dompet Dhuafa Waspada meresmikan dua program Wak
News