Kamis, 02 Juli 2026

Terkait Jokowi Marga Siregar, Jangan Menjadi Komoditas Politik

Administrator - Senin, 26 November 2018 12:58 WIB
Terkait Jokowi Marga Siregar, Jangan Menjadi Komoditas Politik

MEDAN I SUMUT24.co Tadi malam saya terperangan ketika seorang tokoh bermarga Situmorang mengirimkan sebuah tautan berita berisi infromasi rencana penabalan marga Siregar kepada Joko Widodo. Saya merenung. Jenis krisis apa yang sedang terjadi pada suku bangsa kami ini, khususnya marga kami Siregar ini? Saya keberatan, ucap Pengamat Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (26/11). Menurutnya, Mengapa saya tidak setuju dan bahkan menolak rencana penabalan marga Siregar untuk Joko Widodo?. Pernah ada kesempatan emas yang datang sebelumnya, tetapi sayang sekali tidak dimanfaatkan. Momentum itu begitu sakral, bukan saja karena dari sudut budaya dapat diapresiasi sebagai peristiwa penting, tetapi juga karena pada saat itu Joko Widodo menikahkah puteri tunggalnya dengan seorang pemuda asal kota Medan bermarga Nasution.

Baca Juga:

Waktu itu penabalan marga hanya dilakukan kepada puteri tunggal Joko Widodo. Ibu kandung dari pemuda bermarga Nasution itu adalah boru Regar. Jadi pilihan marga Siregar untuk puteri Joko Widodo memang tepat menurut adat Dalihan Na Tolu.

Padahal, jika saat itu Joko Widodo yang beroleh kesempatan penabalan marga Siregar, tidak saja puterinya, bahkan cucunya pun secara genealogis dapat dimaknai sudah memenuhi syarat memakai marga Siregar.

Teringat ketika pelaksanaan salah satu acara perayaan pernikahan puteri tunggalnya yang dilaksanakan di Medan itu (ngunduh), Joko Widodo malah datang dengan berkenderaan kebesaran Jawa Solo, Kreta kencana, sebanyak 7 buah. Jadi, jangankan untuk mengapresiasi marga, Joko Widodo malah membawa kebesaran budayanya. Ini memang bukanlah sebuah kontestasi, dan sah-sah saja dengan biaya mahal 7 kreta kencana itu dikarnavalkan di Medan.

Jika kini ada agenda penabalan marga Siregar untuk Joko Widodo, agenda apa jika bukan politik? Ini tidak bagus. Sayang sekali marga menjadi komoditas politik.

Satu lagi. Cukup aneh bagi saya di dalam berita itu diceritakan bahwa yang memberi penjelasan atas rencana penabalan marga bagi Joko Widodo itu adalah menantu Joko Widodo yang bermarga Nasution. Makin runyam. Atas dasar apa dia semaju itu? Biar pun ibunya boru Regar, mestinya ia harusfaham hanya sebagai anak boru bagi marga Siregar. Jangan merasa seperti primus interpares di tengah Siregar. Fahamilah falsafahadat Dalihan Na Tolu.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Zakiyuddin Harahap: Selamat Bertugas
Balitbang Golkar Gelar Diskusi dan Bedah Buku Revolusi Iran Karya Dr. Nasir Tamara
Dituding Sewenang-wenang, Eksepsi Nenek Marlina Ungkap Dakwaan Jaksa Diduga Hasil "Potong Kompas"
DJ Wong Laporkan Akun Pencemaran Nama Baiknya ke Polda Sumut
Polrestabes Medan Amankan Seorang Tersangka Pengedar Narkoba 9,4 Kg Barang Bukti di Sita.
Bazar UMKM Ramaikan APEKSI XVIII Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
komentar
beritaTerbaru