LANGKAT | SUMUT24.co
Baca Juga:
Agar menjadi Polri yang mahir, terpuji, patuh hukum dan unggul serta Polri
Promoter yang melayani rakyat dengan hati nurani, para Siswa yang sebentar
lagi akan dilantik menjadi Bintara Polri dan nantinya menjadi anggota Polri
agar dapat mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk tetap terus menggali
ilmu tentang Kepolisian dengan sebaik-baiknya.
Untuk melaksanakannya, tentunya perlu peningkatan kinerja yang baik,
pembaikan kultur dan manejemen media.
“Manfaatkan apa yang bisa di jadikan peluang dalam kegiatan, pendidikan ini,
anggaplah suatu pengabdian kita yang merupakan berkat dan berfikirlah bahwa
pimpinan kita tetap memperhatikan kita disini,” demikian kutipan pesan dan
motivasi Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardias Kusin Dwihanantio SIK MHum
saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Bendera di SPN Polda Sumut Hinai
Langkat, Senin (26/11).
Lanjut Waka Polda Sumut menerangkan, sejak Kapolri pak Tito Karnavian, kita
memiliki kebijakan yaitu Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya).
Demokrasi memiliki arti yaitu kekuasaan di tangan rakyat, ini adalah lawan
dari pada monarki dimana negara-negara yang dipimpin oleh 1 orang saja.
“Ketika revormasi 1998, kita harus mengikuti perkembangan zaman kala itu
cara kita agar tidak ketinggalan oleh negara lain. Dengan dampak demokrasi
ini Polisi juga harus berubah, dimana seluruh struktur organisasi telah
dirubah sesuai dengan kebutuhan rakyat,” ucap Brigjen Pol Mardiaz Kusin
Dwihananto.
Dipaparkan Waka Polda Sumut, kondisi yang dihadapi saat ini adalah public
trust, TNI, Polri yang merendah seperti kinerja yang kurang profesional
dalam gakkum, dimana layanan publik yang tidak simpatik, dan masih banyak
kejahatan dan pelanggaran.
Kemudian untuk kultur sambung orang nomor dua di Mapolda Sumut ini yaitu
perilaku yang koruptif, arogansi kekuasaan, dan kekerasan eksekutif.
“Kalau kita tidak bisa merevormasi seluruh hal ini, kewenangan kita bisa
dikurangi, karena ada juga beberapa wewenang kita yang sudah dikurangi.
Kebijakan utama Promoter adalah peningkatan kinerja salah satunya
peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme gakkum, harkamtibmas
yang optimal. Untuk perbaikan kultur adalah menghilangkan budaya koruptif,”
pungkas Waka Polda Sumut.
Lebih lanjut, Waka Polda Sumut mengatakan, ketika bapak Jokowi menjadi
Presiden RI, anggaran untuk polri merangkap semakin besar dalam rangka 4
tahun saja sudah mencapai 100%.
Pada kesempatan itu juga, Waka Polda Sumut mengucapkan terima kasih kepada
KA SPN yang telah menyambut dan melaksanakan kegiatan pemberian arahan
terhadap Siswa calon Bintara Polri dengan baik.
Kegiatan Upacara Bendera ini turut dihadiri KA SPN Hinai Polda Sumut, Kabid
Propam Polda Sumut, Kasubid Provos Bidpropam Polda Sumut, Siswa Diktuk
Brigadir Polri Tahun 2018/2019, Personil SPN bertempat di Gedung Dwija
Sista, SPN Hinai Polda Sumut.
Usai upacara bendera dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, Wakapolda Sumut
memberikan motivasi kepada Siswa agar tetap semangat dalam belajar, belajar,
dan belajar di SPN, bahkan tidak hanya pendidikan di SPN, melainkan juga
melakukan pendidikan diluar dari pada SPN seperti kuliah, dikjur atau
mungkin bisa mencoba Akademi Kepolisian dan bisa masuk SIP.(W02)
Foto : Waka Polda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum saat
memberikan arahan dan motivasi kepada PJU Polda Sumut dan Siswa calon
BIntara Polri di SPN Polda Sumut Hinai Langkat, Senin (26/11).|Ist
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News