Rabu, 26 Agustus 2026

Hujan, Banjir Medan Makin Parah, Rp 1 Triliun APBD Medan Sia-sia

Administrator - Selasa, 09 Oktober 2018 12:49 WIB
Hujan, Banjir Medan Makin Parah, Rp 1 Triliun APBD Medan Sia-sia

MEDAN I SUMUT24.co Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mengakibatkan sejumlah kawasan di Medan tergenang banjir, Senin Malam. (9/10). Banjir terjadi diduga akibat saluran drainase tak berfungsi dengan baik ditambah intensitas hujan sangat lebat sehingga drainase tak mampu menampung volume air yang berlebihan karena diduga pembangunan drainase dan pengorekan lumpur asal-asalan saja. Apalagi dana yang dikucurkan Pemko Medan di Dinas PU Medan Rp 1 Triliun tahun 2017 dirasa hanya sia-sia saja. Akibat kejadian itu, aktivitas warga terhambat dan sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan panjang.  kawasan yang dilanda banjir, yakni Jalan dokter Mansyur, Medan Baru tepatnya di depan Universitas Sumatera Utara (USU). Banjir setinggi sekitar 30 cm menggenangi ruas jalan itu akibat saluran drainase tidak mampu menampung volume air dan tertutup sampah.  kemudian Jalan Sisingamangaraja Simpang Limun, Jalan Gatot Subroto Simpang Pasar Sikambing, beberapa kawasan di Medan Johor, kawasan Kecamatan Medan Deli dan daerah Medan lainnya. Salah seorang warga Medan Joko engatakan, saluran drainase tersebut jarang dibersihkan sehingga setiap turun hujan selalu kebanjiran. “Seluran air di jalan ini tak pernah dirawat dan banyak sampahnya, sehingga air tidak bisa mengalir lancar ditambah lagi drainase yang dibangun asal-asalan serta pengorekan parit hanya seremonial saja dan tak langsung diangkat sehingga ketika hujan datang, lumpur atau tanah yang dikorek masuk lagi ke drainase. kita berharap pemerintah kota (PemkoMedan segera turun untuk melihat keluhan masyarakat terkait kondisi drainse. “Harapan kami, pemkot segera cari solusi agar wilayah kami ini tidak kebanjiran tiap hujan turun,” katanya. Selain itu banyak faktor menyebabkan banjir kota Medan, salah satu adalah lahan serapan air arah selatan sudah semakin berkurang, peranan propinsi sangat besar, karena melibatkan beberapa kab/kota, dan jangan lupa kembali ke Tata Ruang yang telah digariskan disitu akan jelas siapa yang melanggar tata ruang yang telah menjadi Perda, Ucapnya.(W03)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Kemnaker–JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang
UNIQLO Salurkan Bantuan Senilai Rp750 Juta untuk Mendukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana di  Flores dan Lombok
CONVERSE RILIS RUN STAR CRUSH, CHUNKY SNEAKERS  STYLISH ALA KARINA AESPA
Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan, Tingkatkan Produktivitas melalui Perbaikan Sistem Kerja
Maxim Medan Bekali Mitra Pengemudi dengan Edukasi Keselamatan, Kejahatan Siber, dan Anti Narkoba
komentar
beritaTerbaru
Sowan Kadipaten Jepara

Sowan Kadipaten Jepara

Sowan Kadipaten Jepara Pendekar putri dari wilayah Jepara bernama Kanjeng Ratu Kalinyamat. Putri Sultan Trenggana Syah Alam Akbar III. Raja

Wisata