Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
MEDAN I sumut24.co
Baca Juga:
- Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025–2030
- Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
- Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
Lebih dari dua jam menunggu, akhirnya rombongan penyidik Polda Sumatera Utara mengantarkan tersangka Mujianto sekitar pukul 11.30 WIB melalui pintu belakang Kantor.Tersangka Mujianto yang sempat DPO tersebut turun dari mobil Avanza menuju ke ruang pidana umum Kejati Sumut.Mengenakan kaos kuning dan jeans biru, tersangka Mujianto langsung dibawa ke ruang pidana umum untuk dilakukan pemeriksaan.Kejati Sumut yang diwakili Kasi Penkum Sumanggar Siagian menerangkan berkas perkara Mujianto telah rampung.
“Berkas perkaranya sudah rampung. Sudah P21, namun kita masih melakukan pemeriksaan lagi terhadap tersangka,” ujar Sumanggar Siagian.Hadir pula di Kejati Sumut seorang bernama Burhan yang mengaku anak angkat dari konglomerat Mujianto.Burhan turut ikut rombongan sang ayah saat diantarkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.Kepada awak media, Burhan menegaskan ayah angkatnya itu tidak pernah lari dari proses hukum.”Bapak itu (Mujianto) tidak pernah lari. Bapak itu orang yang taat hukum. Kalau cuma Rp 3 miliar gampang untuk bapak membayar. Tapi kerena bapak memang tidak merasa menipu jadi untuk apa bapak menanggapi,” ungkap Burhan.
“Bapak itu orang yang dermawan. Pernah sekali, bapak suruh orang menjual rumah seharga Rp 1,5 miliar untuk membantu pesantren. Saat itu bapak tidak ingin diketahui orang lain. Bapak berujar Tuhan lah yang tahu,” tambah Burhan mengisahkan kedermawanan Mujianto.
Burhan menceritakan panjang lebar ketokohan Mujianto dan anak-anaknya sebagai filantropis (tokoh sosial).Menurutnya, ditetapkannya Mujianto sebagai tersangka membuat banyak tokoh agama keberatan.”Banyak tokoh agama dari pendeta, biksu yang keberatan ditetapkan bapak Mujianto sebagai tersangka. Karena mereka tahu bapak tidak mungkin seperti itu. Ini hanya persaingan untuk menjatuhkan bapak,” pungkasnyaDiketahui, kasus dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerja sama dari Rosihan Anwar, staf Mujianto, untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare atau setara 28.905 meter kubik pada 2014.Lahan itu berada di Kampung Salam, Belawan II, Medan Belawan dengan Armen Lubis.Namun, setelah proyek selesai, Mujianto dan Rosihan Anwar dinyatakan tidak menepati janjinya untuk membayar penimbunan yang telah dilakukan Armen Lubis.Merasa dirugikan Rp 3 miliar, Armen pun melaporkan Mujianto dan Rosihan Anwar ke polisi pada April 2017.(tri/red)
Perkuat Sinergi dengan Ormas, Kepala Kantor Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi DPW Pendawa Sumut 2025&ndash2030
News
Operasi Sarang Narkoba Polres Padangsidimpuan! Kabur dengan Jebol Dinding Seng, Pria di Padangsidimpuan Akhirnya Ditangkap Polisi
News
Kapolres Tapsel Apresiasi 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Usai Tuntaskan Misi di Papua
News
Kapolsek Sipirok Turun Temui Warga Baringin, Serap Aspirasi dan Bahas Keamanan Lingkungan
News
Begal hingga Premanisme Dibidik, Timsus Serigala Sakti Bergerak Malam Hari di Padang Lawas
News
HUT Golkar ke62 Dari Ziarah Pahlawan, Irsan Efendi Nasution Ingatkan Golkar soal Tanggung Jawab kepada Rakyat
News
Momen Haru dan Bangga! Ketua MPC Pemuda Pancasila Padangsidimpuan Sambut Danyonif 123/RW dan 450 Prajurit Pulang dari Papua
News
Jelang Konferensi IX PWI Tabagsel, Kapolres Padangsidimpuan Siap Dukung Pelaksanaan yang Kondusif dan Sukses
News
GEMPAR! Tanker Mongolia Diduga Bawa 2 Ton Sabu ke Belawan, Siapa Aktor di Balik Jaringan Internasional?
News
sumut24.co BELAWAN, Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat jajaran pengurus Gerakan Sosial Kolaborasi Belawan Berkah (KBB) menyambu
kota