Rabu, 01 Juli 2026

Ratna Sarumpaet: Tugas dan Tangungjawab Negara Angkat KM Sinar Bangun

Administrator - Rabu, 25 Juli 2018 16:20 WIB
Ratna Sarumpaet: Tugas dan Tangungjawab Negara Angkat KM Sinar Bangun

Medan, Sumut24.co

Baca Juga:

Ratna Sarumpaet tetap ngotot dan meminta pemerintah mengangkat KM Sinar Bangun ke darat. Di mana diketahui posisi kapal kini berada di kedalaman lebih dari 400 meter di dasar Danau Toba.

“Saya ingin menyampaikan angkat jenazah dari dasar Danau Toba tidak salah, itu kewajiban. Karena peristiwa ini terjadi saat negara sedang karut-marut dan kita diadu domba dan sedang dipojokkan,” kata Ratna.

Hal itu disampaikan dalam diskusi di di Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (25/7/2018).

“Kita tidak berhak menutupi kebenaran. Kita tidak berhak bungkam, apa kita perwakilan negara dan bekerja di pemerintahan? Karena saya lihat suasana di hadapan Luhut Panjaitan saat itu semua berlagak galak dan setelah Luhut pulang seolah semua ramah,” ungkap Ratna.

Ia menuturkan bangsa ini didirikan karena ada rakyat. Jadi negara tidak boleh menganggap enteng rakyat, seolah rakyat tidak ada harganya.

“Memberikan santunan memang kewajiban pemerintah. Tapi santunan seolah seperti barter. Tugas negara memberikan santunan dan mencari korban hingga ditemukan dan kembalikan pada keluarga,” katanya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat di Tiga Ras, Sulaiman Sinaga menyampaikan hingga saat ini masih banyak keluarga korban KM Sinar Bangun yang mencari anggota keluarganya yang hilang.

“Hingga saat ini masih banyak keluarga korban KM Sinar Bangun yang mencari anggota keluarganya yang hilang dengan cara mereka sendiri. Mereka bawa dukun, bawa paranormal, buat persembahan agar kapal dan mayat korban dilepas supaya naik ke atas,” ujar  Sulaiman.

Lanjutnya, hal tersebut dilakukan karena keluarga korban tidak bisa berharap lagi kepada pemerintah. “Saya sampaikan terimakasih kepada Ratna Sarumpaet Crisis Center yang bisa mewadahi diskusi ini, sehingga saya pun bisa berbicara, angkat masalah ini kepada publik,” katanya.

Sulaiman mengaku heran dengan sikap pemerintah yang tengah merencanakan Danau Toba sebagai tujuan wisata mancanegara namun persoalan korban KM Sinar Bangun dihentikan.

“Uang untuk mengembangkan Danau Toba yang dikeluarkan untuk Danau Toba sangat besar, tapi mengapa masalah ini tidak bisa diatasi. Lihat saja, pengunjung yang datang ke Danau Toba, khususnya  Tiga Ras sudah nampak berkurang karena masalah ini. Gimana mau dijadikan wisata mancanegara,” katanya.

Sebagai warga asli Tiga Ras dan beragama Islam, Sulaiman juga menyampaikan rasa miris terhadap pembangunan rumah ibadah untuk masyarakat muslim.

“Ini saya sampaikan saja yah, gimana mau menjadi wisata mancanegara Danau Toba itu, kalau rumah ibadah saja susah didapatkan di sana. Nanti sudah ada duitnya, tapi izin mendirikan bangunannya yang susah. Banyak yang menghalang-halangi. Makanan halal juga susah didapatkan, mana keseriusan pemerintah yang mendorong wisata Internasional,” ujarnya. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
BNCT Dukung Pengembangan Talenta Maritim melalui Vessel Tour Bersama Evergreen dan Akademi Maritim Indonesia
Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
PRSU Ke-50 Angkat Wajah Asli Sumatera Utara, 70 Persen Konten Diisi Putra Daerah
22 OPD dan 10 Instansi Vertikal Ramaikan Pameran PRSU Ke-50, Hadirkan Berbagai Layanan Publik untuk Masyarakat
Dewan Komisaris PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara: PRSU Harus Jadi Etalase Kebanggaan dan Mesin Ekonomi Baru Sumut
Ketum Bakopam Sumut Ucapkan Selamat HUT ke-436 Kota Medan, Dukung Terwujudnya Medan Tangguh dan Maju untuk Semua
komentar
beritaTerbaru