Selasa, 17 Maret 2026

Juru Parkir Saban Hari Nyetor

Administrator - Minggu, 08 Juli 2018 13:38 WIB
Juru Parkir Saban Hari Nyetor

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Sore itu, Jumat (6/7), seorang petugas parkir di salah satu warkop tampak duduk termenung sendiri. Pria parubaya itu duduk tepat disebelah kanan ku dengan memakai kemeja orange dan mengalungkan id petugas di lehernya. Ku lihat, sesekali mulutnya bergumam sembari memandang keatas. Seolah ada yang membebani pikirannya saat itu.

Aku pun langsung memanggilnya untuk mengajak ngobrol dan makan satu meja bersama.

“Bang sini duduk ngobrol kita, pesan makan dan minum untuk abang?” ucap ku.

Ia pun menghampiri meja ku.

“Uda bang, gak usah,” katanya.

“Uda bang gak apa, pesan saja jangan malu. Sambil ngobrol kita,” ucap ku lagi.

Namun ia tetap menolak tawaran ku itu. Lantas aku pun mulai mengajaknya ngobrol. Aku bertanya tentang pekerjaannya selama menjadi petugas parkir. Ia pun menjawab dan menceritakan panjang kisahnya selama menjadi petugas parkir.

Berikut obrolan kami waktu itu :

Uda berapa lama menjadi petugas parkir?

Jb: Saya kurang lebih 30 tahun jadi tukang parkir. Pengalaman saya hampir di seluruh wilayah Medan, dan terakhir di warkop dekat rumah sakit ini.

Berapa setoran perhari ?

Jb: Di lokasi ini ada 3 tukang parkir yang bertugas di lahan kurang lebih 100 meter ini. Jadi kami bagi 3 lahannya per 30 meter per orang. setiap hari kami harus bayar setoran per orang 120rb. Dari pagi sampai jam 5 sore. Habis itu orang yang bertugas ganti. Mereka masuk sampai pagi. Setorannya juga sama 120rb.

Nyetornya kemana dan kalau kurang bagaimana?

Jb: Kami nyetor ke orang Dishub inisial AT. AT adalah petugas dishub yang ngutip setoran disini tiap hari. Tapi biasanya yang ngambil setoran anggotanya si AT. AT jarang ngambil langsung kemari. AT hanya bisa ngutip disini kalau tempat parkir lain beda lagi orang Dishubnya. Pokoknya penanggungjawab disini AT.

Seumpama setoran kami kurang ya terpaksa kami harus melunasinya hari besok. Ya kadang nyicil bayarnya, adanya 20rb ya itu la di kasih. Yang penting ada usaha bayarnya. Kalau gak, ya kami gak bisa kerja lagi disini.

Berapa penghasilan perhari?

Jb: Gak tentu bang, paling tinggi penghasilan saya disini mau 300rb. Itu pun kalau masuk anak sekolah. Kalau hari libur berat la, pas-pas bayar setoran la, itu pun kadang kurang.

Kalau gak tugas, setoran jalan terus?

Jb: Setoran jalan terus. Seumpama saya sakit saya nyari orang lain yangg gantikan. Nanti dia setor ke saya.

Karcis parkir dikasih?

Jb: Kami semua dikasih karcis parkir, kalau habis tinggal minta nanti diantar. Biasanya yang minta karcis itu pelanggan yang kerja kantor untuk pengganti uang karcis di kantornya. Pelanggan biasa yang datang hanya makan jarang minta karcis. Ya kalau mereka minta saya kasih.

Pernah di razia atau ditangkap?

Jb: ditangkap pernah, tapi habis itu dilepas lagi. Biasanya kami cuma diperiksa ijin yang sudah mati dan disitu kami langsung ngisi adminitrasi data perijinan, setelah itu besok id kami di kasih.

Setidaknya begitulah obrolan kami waktu itu. Lantas aku berpikir ternyata tak mudah pekerjaan yang dilakoninya itu. Ia memiliki beban setoran yang harus terpenuhi setiap hari.

Terkadang posisi mereka juga tak disukai banyak orang. Banyak yang marah dan kesal melihat tukang parkir. Soalnya baru berhenti parkir dan belum lagi mesin mati lantas beranjak pergi, langsung dikejar dan suruh bayar 2rb. Kalau gak di kasih malah marah.

Namun gak semua petugas parkir demikian. Ya begitulah faktanya, petugas parkir tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Ada asap pasti ada api.

Kejadian ini hampir sama dengan obrolan saya bersama petugas parkir dilokasi lainnya di Kota Medan. Yang membedakan biasanya hanyalah besar kecilnya setoran tergantung lokasi lahan parkir. Ditulisan ini nama sumber dan lokasi kejadian sengaja tak dibuat, atas permintaan narasumber.

Dari hasil reportase ini tentu menimbulkan tanda tanya terkait jebloknya target PAD Dishub Medan di 2017.

Kadishub Medan Renward Parapat, mengatakan terkait setoran dan PAD dan target Dishub Medan. Untuk tahun 2016 target PAD dishub Medan ditargetkan Rp 27 Miliar terealisasi Rp 20,9 Miliar Lebih, untuk tahun 2017 target Rp 39 Miliar terealisasi Rp 20 Miliar lebih dan untuk tahun 2018 target Rp 41 Miliar dan ini masih berjalan terus mencari potensi-potensi untuk terus meningkatkan PAD Kota Medan.

Renward menyebutkan penyebab utamanya adalah banyaknya juru parkir ilegal. Banyak sekali juru parkir yang tidak terdaftar. Ini mungkin yang menyebabkan menurunnya retribusi parkir. Menurut Renward juru parkir ilegal paling banyak ditemukan di Taman Ahmad Yani, Lapangan Merdeka, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan Kompleks kantor bersama Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB), dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perukim).

Renward mengimbau kepada masyarakat agar tak membayar restribusi parkir di seluruh taman dan kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Di semua taman dan kantor SKPD tak ada dipungut uang parkir. Masyarakat jangan bayar,”katanya.

Diharapkan masyarakat membayar sesuai tarif serta meminta karcis parkir kepada juru parkir. Terkait tentang masih adanya petugas yang tidak memberikan karcis kepada pengendara, kalau dia tak beri karcis jangan dibayar, karena semua juru parkir di Medan semua diberi karcis dan ngambil karcisnya pun ditandatangi yang bersangkutan.

Begitujuga terkait untuk menjadi juru parkir harus ada bad namanya dan kalau tidak ada bad namanya itu adalah illegal. Rendward Parapat pun mengakui masih banyaknya lokasi yang tidak tempat parkir ada yang mengutipnya, kitanpun tidak tau yang mengutip itu, makanya tergantung masyarakatnya, kalau tak ada karcis jangan dibayar karena merugikan masyarakat itu sendiri. (tim)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
HUT SUMUT24 ke 14, CEO Sumut24 Group dan CEO Aroma Dorong Sinergi Media dan Dunia Usaha
CEO Sumut24 Group Rianto, S.H., M.H.: Media Harus Jadi Pilar Informasi dan Perekat Kebangsaan
Sinergi Forkopimda Asahan Tinjau Pospam dan Gudang Bulog, Mudik Lebaran 2026 Aman, Stok Pangan Terjamin
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Buka Pelatihan Fardhu Kifayah KAHMI Sumut
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Khataman Al-Qur’an Pemko
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Wali Kota Tanjungbalai Monitoring Pembayaran THR di Teluk Nibung
komentar
beritaTerbaru