Selasa, 17 Maret 2026

Ratna: Danau Toba Jadi Kuburan Massal

Administrator - Rabu, 04 Juli 2018 17:20 WIB
Ratna: Danau Toba Jadi Kuburan Massal

 

Baca Juga:

Jakarta I SUMUT24

Ratna Sarumpaet Crisis Center, Gerakan Selamatkan Indonesia dan umumnya aktivis yang masih menggunakan nalarnya dan berpikir waras, sangat menyanyangkan keputusan Pemerintah menghentikan evakuasi 164 orang korban tenggelamnya KM Sinar Bangun tanggal 18 Juni 2018 lalu.

“Kami menganggap penghentian itu aneh, tidak transparan, dan kurang bertanggung-jawab, karena Basarnas baru bekerja selama 14 hari dan Titik Ordinat dimana bangkai Kapal dan Mayat manusia terletak justeru sudah ditemukan,” ujar Ratna Sarumpaet, Rabu (4/7).

Tim evakusi dari Basarnas memperlihatkan pada public rekaman video jasad beberapa korban dan benda-benda lain dari KM Sinar Bangun di dasar danau. “Masyarakat terutama keluarga korban telah terlanjur diberi harapan dan optimisme betapa kemungkinan jasad anggota keluarga mereka dapat dievakuasi sudah di depan mata. Namun harapan itu lenyap setelah pemerintah yang diwakili Menko Maritim Luhut B. Panjaitan mengumumkan peng-hentian upaya pencarian padahal Pemerintah masih setengah hati (belum maksimal) dan tampak sekali mencari-cari alasan untuk menghentikan evakuasi korban,” tegas Ratna lagi.

Alasan teknis seperti tekanan air di kedalaman sekitar 500 meter yang disebut-sebut “sangat mustahil” tidak sepenuhnya dapat diterima atau masih terbuka untuk diperdebatkan.

Karena sesuai penjelasan koordinator BPBN yang bertugas di pelabuhan satu malam sebelum upaya evakuasi dihentikan. Kami (Ratna) mendapatkan informasi bahwa alat untuk mangangkat jasad korban dan bangkai KM Sinar Bangun sebenarnya ada di Jawa Timur.

Tapi untuk membawanya ke Simalungun, Tigaras, diperlukan waktu sekitar tiga minggu dan satu minggu untuk merakitnya. Bagi kami kalau alat itu betul ada di Jawa Timur, waktu empat minggu yang dibutuhkan untuk memindah dan menyiapkannya sepadan dengan duka cita warga dan keluarga korban.

“Sepadan dengan ‘citra buruk’ yang akan selamanya melekat pada nama bangsa Indonesia, karena tak cukup berupaya menyelamatkan Danau Toba dari julukan kuburan massal,” tegas Ratna.

Sebab bagaimanapun, keluarga korban ingin melihat jasad ataupun bagian dari jasad korban untuk dimakamkan dengan layak. Adalah aneh kalau Indonesia tidak memiliki alat yang dibutuhkan. Tapi seandainya pun itu betul, Pemerintah harusnya bisa meminta bantuan dari negara lain demi memperlihatkan keseriusan dan perhatian negara pada korban dan keluarga korban.

Bahkan, kalau kalau persoalannya adalah “Tidak adanya dana” Rakyat Indonesia pasti tidak keberatan melakukan patungan dana.

Pertama, ujar Ratna, dari beberapa kejadian dan cara-cara membujuk keluarga korban dengan cara kurang wajar, dengan memanfaatkan pengaruh Tokoh-tokoh Agama, serta penggunaan dukun sebagai cara mendramatisasi keadaan.

“Kami terus terang “menduga” ada motivasi lain di balik keputusan menghentikan proses pencarian korban yang tidak disampaikan secara terbuka. Untuk itu, kami meminta agar semua pihak, seluruh rakyat dan semua badan Negara yang berkaitan dengan masalah ini memberikan attensi dan dukungan/pemikiran agar Basarnas, BPBN dan Kementerian terkait dapat segera bergerak kembali melanjutkan evakuasi,” tegas Ratna.

Kedua, ujar Ratna, tragedi Danau Toba bukan lah Bencana alam, melainkan Bencana yang timbul akibat kelalaian manusia, terutama Pemerintah Negara. Maka Pemerintah sudah sepatutnya menjukkan rasa tanggung jawab lebih dalam menangani kasus ini.

“Ketiga, tragedi Danau Toba adalah Potret Kegagalan Negara dalam menyuguhkan pembangunan Invrastuktur yang berkeadilan dan berharap kedepan menjadi koreksi bagi Pemerintah,” sebut Ratna Sarumpaet. (rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
HUT SUMUT24 ke 14, CEO Sumut24 Group dan CEO Aroma Dorong Sinergi Media dan Dunia Usaha
CEO Sumut24 Group Rianto, S.H., M.H.: Media Harus Jadi Pilar Informasi dan Perekat Kebangsaan
Sinergi Forkopimda Asahan Tinjau Pospam dan Gudang Bulog, Mudik Lebaran 2026 Aman, Stok Pangan Terjamin
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Buka Pelatihan Fardhu Kifayah KAHMI Sumut
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Khataman Al-Qur’an Pemko
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Wali Kota Tanjungbalai Monitoring Pembayaran THR di Teluk Nibung
komentar
beritaTerbaru