BNCT dan Goodrich Asia Indonesia Perkuat Dialog Bisnis untuk Mendukung Pengembangan Layanan Terminal
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan PT Goodrich Asia Indonesia ke Terminal A dan Terminal B pad
Ekbis
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- BNCT dan Goodrich Asia Indonesia Perkuat Dialog Bisnis untuk Mendukung Pengembangan Layanan Terminal
- Arus Petikemas BNCT Capai 59.918 TEUs pada Mei 2026, Pertumbuhan Berlanjut di Tengah Penguatan Aktivitas Perdagangan
- BNCT Terima Kunjungan PT Evergreen Shipping Agent Indonesia, Perkuat Kolaborasi Layanan Terminal
Saat ini sudah 4 tahun setelah Kartu Indonesia Pintar (KIP) dibagikan, banyak ditemukan indikasi masalah akurasi data di lapangan.
Parahnya, ditemukan pula siswa fiktif penerima KIP serta dugaan keterlibatan bank penyalur dana KIP.
Tahun 2016 dilakukan pemadanan dengan Data Dapodik. Sebanyak 5 juta anak bersesuaian dengan data Dapodik, sedangkan 12.9 belum bersesuaian dengan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Oleh karena itu Sentra Advokasi untuk Hak dan Pendidikan Rakyat (SAHDAR) bersama Indonesian CorruptionnWatch (ICW) melakukan survey selama November 2017 hingga Maret 2018 tekait penyaluran Program Indonesia Pintar di Kota Medan.
Prastio Hadi, Divisi Pelayanan Publik SAHDAR pada sebuah konferensi pers, Rabu (30/5/2018) di Medan mengatakan survey dilakukan dengan metode sampling sederhana terhadap 330 masyarakat miskin dan 448 Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tersebar di 33 Kelurahan di Kota Medan.
Dari hasil survey ditemukan bahwa terdapat 5 % penyaluran PIP/KIP terindikasi salah sasaran dikarenakan orang tua murid penerima Kartu Indonesia Pintar merupakan keluarga dengan pendapatan dengan kisaran Rp2.500.000,- sampai dengan di atas Rp5.000.000.
“Dan 38 % disalurkan kepada keluarga dengan penerima dana memiliki pendapatan berkisar di antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp2.500.000,” urai Prastio.
Selain itu juga disimpulkan terdapat permasalahan dalam penyaluran PIP/KIP kepada orang tua murid. Seperti masih ditemukan penerima PIP/KIP dari golongan PNS/Polri/TNI.
Selanjutnya sambung dia, juga ditemukan bahwa dana PIP/KIP dipotong dengan modus sumbangan sukarela oleh sekolah, sehingga orang tua murid sebagai penerima dana harus menyerahkan sejumlah uang dengan kisaran Rp10.000 sampai dengan Rp20.000 kepada pihak sekolah.
“Praktik potongan dana PIP/KIP ini juga tidak hanya dilakukan oleh sekolah, tapi juga dilakukan oleh bank penyalur dana PIP/KIP, dimana penerima dana tidak dizinkan untuk mengambil sepenuhnya dana yang telah disalurkan oleh pemerintah kepada rekening siswa penerima dana KIP/PIP, dengan kisaran Rp5000, sampai dengan Rp50.000,” tegas Prastio.
Terkait penyaluran dana juga ditemukan bahwa penerima kartu PIP tahun 2015 sebagian besar mengaku sampai dengan saat ini belum menerima pencairan dana, meskipun mereka memiliki KIP/PIP.
Selama lima bulan proses survey ditemukan siswa fiktif, dimana ketika dilakukan crosscheck lapangan nama siswa tersebut tidak ditemukan di sekolah sehingga disimpulkan sebagai siswa fiktif.
Lebih lanjut penyaluran dana PIP juga sering dijadikan praktik percaloan dimana ada pihak-pihak yang mendagangkan jatah penerima KIP kepada orang yang mau membayar untuk menjadi penerima dana PIP
Melihat hasil survey yang telah dilaksanakan, imbuh Prastio, penting ke depannya untuk melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat penerima bantuan sekolah PIP/KIP.
Karena pada saat melakukan survey terkait bantuan KIP/PIP ini surveyor banyak menemukan masalah dan tidak tepatnya penyaluran dana.
Lebih lanjut juga perlu dilakukan evaluasi bagi sekolah dan bank penyaluran dana untuk tidak melakukan pemotongan dana, sebab adanya permintaan seperti ini secara otomatis bantuan yang diterima oleh anak tersebut menjadi berkurang.
“Belum lagi jumlah bantuan dana KIP/PIP yang belum memadai, oleh karenanya wajar saja terdapat 52% responden belum merasa terbantu terhadap program ini,” tukas Prastio. (W07)
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan PT Goodrich Asia Indonesia ke Terminal A dan Terminal B pad
Ekbis
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) mencatat arus petikemas sebesar 59.918 TEUs pada Mei 2026, meningkat 10,5 pers
Ekbis
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan kerja PT Evergreen Shipping Agent Indonesia di Terminal A d
Ekbis
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan PT Goodrich Asia Indonesia ke Terminal A dan Terminal B pad
Ekbis
Belawan sumut24.co Keselarasan layanan antara operator terminal dan perusahaan pelayaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga k
Ekbis
Belawan sumut24.co Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung daya saing industri maritim
Ekbis
Belawan sumut24.co Kemitraan yang berkelanjutan antara operator terminal dan perusahaan pelayaran memiliki peran penting dalam menjaga kel
Ekbis
Belawan sumut24.co Perkembangan jaringan pelayaran regional menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran arus perdagangan in
Ekbis
Belawan sumut24.co Potensi penguatan konektivitas logistik antara Indonesia dan Malaysia terus menjadi perhatian pelaku industri pelayaran
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) medis di sejumlah Puskesmas seKabupaten Asahan kini mengundang sor
News