MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Debat pasangan calon (Paslon) Cagubsu dan Wagubsu terbuka yang digelar oleh KPU Sumut bekerjasama dengan televisi swasta, dinilai tidak memiliki nilai urgensi.
“Masalahnya, disamping biayanya yang besar, juga tidak ada urgensinya,â€kata tokoh pemuda Sumut, H Donal Sidabalok kepada SUMUT24.co, Selasa (15/5).
Menurutnya, belum tentu orang yang pintar berbicara, bisa menerapkan apa yang dibicarakanya.
“Jadi akhirnya, debat kandidat itu membuat semacam persaingan menjadi tidak sehat, dan mempertajam persaingan,â€ungkapnya.
Sambung H Donal, lebih bagus, debat itu ditiadakan dan uangnya digunakan untuk yang lain, tambahnya.
Donal juga mengungkapkan, bahwa dalam debat paslon Gubsu yang sudah dua kali digelar itu, tidak ada yang mengena sasaran, â€katakanlah semu, semu semuanya,†ujarnya.
Ditanya soal kualitas dari kedua paslon, Donal menjelaskan bahwa, kualitas itu bukan diukur dari pintar berbicara, akan tetapi kualitas itu diukur dari kerja nyata.
“Akhirnya, hanya jual-jual program. Jadi macam penjual obat koyok jaman dulu tahun 70 an,â€sebutnya.
Sebagai seorang tokoh pemuda, Donal menegaskan bahwa kita harus konsekuen untuk mendukung, mana yang lebih memiliki kapabilitas.
“Kita melihat, terus terang saja lebih bagus Edy dari pada Djarot,â€tegasnya.
Dan kepada masyarakat, kita menghimbau untuk berbondong-bondong datang ke TPS pada tanggal 27 Juni mendatang, untuk memberikan suaranya, pungkasnya.(R01)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News