Senin, 16 Maret 2026

ERAMAS Transparansi, DJOSS Perubahan Bangkit

Administrator - Senin, 07 Mei 2018 01:38 WIB
ERAMAS Transparansi, DJOSS Perubahan Bangkit

MEDAN|SUMUT24

Baca Juga:

Transparansi, partisipasi dan akuntabel kepada seluruh lapisan masyarakat dan aparatur dengan pengawasan yang melekat, menjadi visi dan misi pasangan ERAMAS (Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah) dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi di Provinsi Sumatera Utara.

“Kami juga tidak akan pernah menggadaikan iman, dan tidak akan pernah mengganggu keimanan orang lain. ERAMAS untuk Sumatera Utara bermartabat,” tegas Cagubsu Edy Rahmayadi.

Sementara itu, pasangan DJOSS (Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus) lebih menekankan adanya perubahan untuk bangkit dan berdiri, untuk menjadikan Sumut lebih baik.

“Perubahan sudah dekat, sekarang hanya tinggal dua pilihan, apakah 5 tahun kedepan kita akan bangkit,dan berdiri untuk mengharumkan nama Sumut, waktunya sudah dekat,” kata Djarot.

Djarot juga mengajak untuk memberikan tauladan yang baik dalam sikap prilaku, benar-benar kerja keras,memotong angka korupsi, sehingga dana APBD dapat digunakan untuk melayani kesejahteraan masyarakat.

Kedua pernyataan tersebut disampaikan oleh Cagubsu Edy Rahmayadi dan Djarot, dalam closing statetment nya di acara debat publik terbuka Pilgubsu 2018, di Santika Dyandra Hotel Sabtu (5/5) malam.

Dalam acara debat publik terbuka yang mengangkat tema “ Tata Kelola Pemerintahan yang Bebas Korupsi” ini, dalam visi dan misinya, pasangan ERAMAS menekankan bahwa Sumut memiliki potensi yang besar untuk membangun ekonomi, dan Sumut merupakan contoh tauladan terciptanya kesejahteraan dan keamanan. Sumatera Utara adalah jarum yang berada di dalam tenun kebangsaan, jangan pernah terabaikan.

“Semua ini adalah tanggung jawab kita dalam rangka pelaksanaan pemerintahan yang baik ,yaitu transparansi,partisipasi dan akuntabel.Itulah misi dan visi kami. untuk menjadikan Sumut bermartabat. Perlu langkah prioritas , salah satunya adalah penataan tenaga kerja. Karena ada 370 ribu tenaga kerja potensial, memerlukan kerja untuk meningkatkan kesejahteraanya ,”tegas Edy..

Sedangkan Djarot Cagubsu nomor urut 2 menyampaikan, bahwa kehadirnya di Sumut adalah untuk melakukan perubahan yang besar, terutama tata kelola pemerintahan yang transparan , bersih, dan bebas dari korupsi melalui penggunaan tekhnologi informasi dan juga akses pelayanan publik. Meningkatkan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memberikan indikator kinerja untuk menentukan TKD, melakukan pengawasan melalui dari proses Musrembang sampai dengan pengadaan barang dan jasa.

“Ini semua diperlukan untuk merubah mindset dari birokrasi pemerintah, untuk bisa melayani, dan juga mewujudkan Provsu bersih, dan hebat, otaknya cemerlang, hatinya senang, perutnya kenyang,dan isi dompetnya pun tak pernah kurang,”kata Djarot.

Sedangkan Cagubsu nomor 1 Edy Rahmayadi menegaskan, bahwa tidak ada yang salah dengan sistem demokrasi di Indonesia.Menurutnya, justru orang terpilih lah yang menyalahi aturan tersebut. “Masyarakat Sumut banyak yang baik,”tegasnya.

DPRD sudah memiliki tugas pokok dan fungsinya,kata Edy. Namun, tidak ada dalam tugasnya itu untuk melakukan pungli. Kalau sampai melakukan pungli, berarti manusianya yang tak beriman.

“Jangan salahkan dan jangan mengkambing hitamkan Sumatera Utara,”tegas mantan Pangkostrad ini lagi.

Pertanyaan lain yang cukup menarik dilontarkan oleh moderator adalah saat pasangan masing-masing paslon menggambil sebuah amplop yang didalamnya sudah berisi pertanyaan. Pada amplop yang diambil oleh Djarot,ditanyakan soal birokrasi Pemporvsu, apakah saat ini saat ini sudah ideal, dan apa yang akan dilakukan oleh paslon dalam mewujudkan birokrasi Pemprovsu yang efektif dan efesien.

Menanggapi hal ini, Djarot menyampaikan bahwa saat ini, jumlah ASN di Sumut lebih dari 29 ribu. Dari jumlah itu, 18 ribu adalah guru dan sisanya adalah mengisi Badan dan Dinas di Pemprovsu, dan efektifitas birokrasi itu bisa ditentukan dari apakah struktur birokrasi itu ramping atau gemuk.

Menurut Djarot, salah satu persoalan utama di birokrasi pemerintahan itu adalah suka membuat struktur tapi miskin urusan. Karenanya, birokrasi harus didorong supaya kreatif dan inovatif, dengan memberikan tunjangan kinerja berbasis kinerja. Hal ini harus digunakan dalam merubah mindset birokrasi.

Acara debat publik ini, dihadiri oleh masing masing tim sukses paslon, yang memberi semangat paslon unggulanya dengan meneriakan yel yel pemenangan paslon, yang membuat suasana debat publik semakin marak.

Debat publik terbuka Pilgubsu 2018 ini berjalan dengan kondusif dan aman, meski tim sukses dari masing masing paslon berkali kali diminta tenang oleh moderator saat paslon berbicara.

Edy-ijeck Lebih mampu Picu Lokal

Debat Calon Gubsu dan Wagubsu Edy Rahmayadi- Ijeck dan Djarot- Sihar yang ditayangkan sebuah televisi kemarin. Masih hanya sebatas Kedua pasangan calon berhasil meyakinkan pendukung masing-masing untuk lebih solid dan berkeyakinan untuk menang. Tentang baik visi dan misi masih belum terlihat, walaupun begitu biarkan masyarakat yang memilih paslon nya nanti pada 27 Juni 2018. Namun sepertinya Edy-ijeck Lebih mampu Memicu Lokal Untuk Meraih Sumut Bermartabat. Hal utu dikatakan pengamat Sosial dan Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Minggu (6/5).

Menurutnya, Debat itu disetir oleh 7 perumus materi yang dibahas dan didiskusikan dalam debat. Kedua pasangan tak mungkin lari dari garis mereka. Debat ini fokus pada tatalaksana pemerintahan nihilisasi korupsi. Pada saat sekarang politik berjalan pada sistem demokrasi kriminal. Tak seorang calon kepala daerah yang maju dari partai yang tak membayar partai secara fantastik. Di belakang para kandidat ada pemegang kapital.

Dalam kondisi seperti itu sangat tak mungkin menjalankan tatalaksana pemerintahan yang baik dan susah sekali mengeliminasi korupsi. Itu terjadi secara nasional. Saya tak melihat ada perubahan peta politik dari debat pertama ini.

Lebihlanjut Shohibul, memang kelihatannya mereka sama-sama berkarakter. Edi dengan semangat penyelamatan kampung halaman menggagas rancangan untuk martabat. Ia merasa bagian dari Sumut. Djarot menyebut mereka berdua datang untuk membenahi Sumut. secara psikologis visi Edy-ijeck lebih mampu memicu lokal untuk maju meraih Sumut bermartabat.(

Dikawal 300 Personil Polri

Pelaksanaan debat kandidat calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (5/5) di Hotel Santika Dyandra Medan mendapat pengawalan aparat kepolisian swebanyak 300 personil.

Debat kandidat Cagub dan cawagubsu yang digelar merupakan pertama kalinya dua pasangan calon (paslon) Pilgubsu, Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Eramas) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) beradu argumen di depan publik yang disiarkan langsung di TVRI Stasiun Medan dan Kompas TV.

“Untuk pengamanan debat kandidat tersebut, Polda Sumut menurunkan 300 personelnya merupakan gabungan dengan Polrestabes Medan Polsek Jajaran,” kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Sambung AKBP Tatan, saat pelaksanaan berlangusng, personel disebar di beberapa lokasi.

“Sejumlah titik nantinya akan ditempatkan personil yang berjaga. Namun, untuk pengamanan khusus tidak ada. Semua sama kita lakukan pengamanan,” ungkapnya. (W01/W02/WO3)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Defile Meriahkan Puncak Perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba di Balige
Wali Kota Mahyaruddin: Bentuk Kepedulian dan Rasa Cinta Sesama
Pemko Medan Apresiasi Pembagian 2.000 Paket Sembako, Rico Waas Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial
Wali Kota Medan Berangkatkan 4.000 Peserta Mudik Bareng Pemko Medan
Safari Ramadhan 1447 H, PLN UIP SBU Berbagi Santunan Kepada Yatim Dan Duafa
Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-80 Kabupaten Asahan Dorong Kolaborasi Pembangunan
komentar
beritaTerbaru