Rabu, 01 Juli 2026

LSI: Eramas Kuasai 8 Dapil

Administrator - Jumat, 27 April 2018 01:29 WIB
LSI: Eramas Kuasai 8 Dapil

Medan I SUMUT24

Baca Juga:

Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Pilgub Sumatera Utara 2018 menyebutkan pasangan Eramas yang didukung oleh mayoritas partai di DPRD Sumut lebih unggul dari pasangan Djarot Saiful Hidayat-SiharSitorus yang didukung oleh PDIP dan PPP.

Peneliti LSI Network Ade Mulyana mengatakan ada tiga alasan, pasangan Eramas bisa mengungguli pasangan Djoss. Pertama katanya, pada segmen pemilih bersuku Jawa, pasangan ERAMAS unggul telak 58,4%. Sedangkan DJOSS hanya memperoleh dukungan sebesar 18,1%.

“Selain itu, pasangan ERAMAS juga unggul telak di basis pemilih beragama Islam yaitu sebesar 59,2%. Sedangkan pasangan DJOSS hanya mendapat dukungan sebesar 16,8%,” ucapnya.

Lalu yang kedua, kata, ERAMAS unggul di lebih banyak Dapil dibanding DJOSS. “ERAMAS unggul di 8 Dapil, yaitu Dapil 1,2,3,4,5,6,7 dan 12. Sedangkan DJOSS hanya di 4 Dapil, yaitu Dapil 8,9,10 dan 11,” terang Ade.

Serta faktor ketiga, tingkat kesukaan masyarakat terhadap ERAMAS lebih tinggi. “Warga Sumut lebih menginginkan ERAMAS untuk memimpin Sumut,” katanya.

Dalam paparannya mengatakan hasil survey yang mereka lakukan pada 11-15 April 2018 tersebut menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat untuk pasangan Eramas mencapai 43,1 persen. Sedangkan pasangan Djoss hanya 33,4 persen. Sedangkan 23, 4 persen menyatakan masih merahasiakan jawabannya.

“Artinya kalau seandainya pencoblosan Pilgubsu 2018 digelar hari ini maka pasangan Eramas akan unggul,” katanya.

Ade menjelaskan beberapa faktor yang membuat pasangan Eramas unggul atas Djoss yakni karena faktor segmen pemilih. Pasangan Eramas mendapat dukungan telak pada segmen pemilih yang didasarkan pada faktor agama.

Pemilih beragama Islam yang memilih Eramas mencapai 59,2 persen sedangkan yang memilih Djoss hanya16,8 persen. Meski kondisi sebaliknya terjadi pada pemilih yang beragama Kristen protestan yang memilih Eramas hanya 26,7 persen dan 72,3 persen memilih Djoss. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tanpa Izin dan Tanpa Tempat Penyimpanan, Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Asahan Terancam Pidana, Diminta Penegak Hukum Turun Tangan
Sambut Tim Pemantau TP PKK Provinsi, Kabupaten Asahan Tampilkan Prestasi dan Kekuatan Program di Tingkat Desa
1.266 Hektar HTR di Asahan Disulap Jadi Kebun Sawit, Ketua Koperasi Tani Mandiri Bantah Jual Beli Lahan, Ratusan Hektar Milik R Sinaga
BNCT Apresiasi Kontribusi CMA dalam Mendukung Pertumbuhan Arus Peti Kemas di Belawan
Penyambutan di Kualanamu Jadi Simbol Penguatan Hubungan LMP Sumut dan Sulawesi Selatan
BNCT dan Goodrich Asia Indonesia Perkuat Dialog Bisnis untuk Mendukung Pengembangan Layanan Terminal
komentar
beritaTerbaru