Senin, 16 Maret 2026

Mahfud MD Bilang Pilkada seperti Peternakan Koruptor

Administrator - Kamis, 19 April 2018 16:20 WIB
Mahfud MD Bilang Pilkada seperti Peternakan Koruptor

JAKARTA | SUMUT24

Baca Juga:

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini seperti peternakan koruptor. Melalui Pilkada tersebut, praktik korupsi seperti dibudidayakan. “Pemilihan kepala daerah itu seperti peternakan koruptor saja kan. Kira-kira ini malah koruptor baru mau lahir, seperti dibudidayakan korupsi itu,” kata Mahfud dalam pidatonya di Kantor PARA Syndicate, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Mahfud juga menganggap Pemilu saat ini belum mampu melahirkan pemimpin yang tegas menegakkan keadilan. Menurut Mahfud, hal itu bukan seutuhnya salah pemimpin yang terpilih. Namun, termasuk salah masyarakat yang belum mampu menghadirkan pemimpin yang seperti ia maksud.

“Belum mampu kita, bukan salahnya pemimpinnya loh, kita yang belum mampu,” ujar Pakar Hukum Tata Negara tersebut.

Pemilu yang dimaksud Mahfuf tak hanya pemilihan presiden saja. Namun, juga pemilu legislatif dan Pilkada. “Kalau bicara pemimpin jangan hanya presiden, itu DPR juga pemimpin, gubernur, bupati, wali kota (juga) pemimpin. Kita belum bisa (melahirkan),” kata Mahfud.

Rentetan penangkapan kepala daerah jelang Pilkada kemudian memunculkan wacana Pilkada dikembalikan melalui DPRD. Salah satu alasannya, mahalnya ongkos politik menghadapi Pilkada. Namun, berbagai pihak menolak wacana tersebut. (Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Defile Meriahkan Puncak Perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba di Balige
Wali Kota Mahyaruddin: Bentuk Kepedulian dan Rasa Cinta Sesama
Pemko Medan Apresiasi Pembagian 2.000 Paket Sembako, Rico Waas Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial
Wali Kota Medan Berangkatkan 4.000 Peserta Mudik Bareng Pemko Medan
Safari Ramadhan 1447 H, PLN UIP SBU Berbagi Santunan Kepada Yatim Dan Duafa
Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-80 Kabupaten Asahan Dorong Kolaborasi Pembangunan
komentar
beritaTerbaru