Kamis, 14 Mei 2026

Mungkin Barang Bukti Kurang Lengkap

Administrator - Minggu, 11 Februari 2018 16:21 WIB
Mungkin Barang Bukti Kurang Lengkap

MEDAN |SUMUT24

Baca Juga:

Belum disidangkannya 13 tersangka korupsi di Dinas PU Sibolga itu, mungkin menyangkut masalah teknis karena belum lengkap barang bukti. Kalau kurang barang bukti bagaimana menyidangkan di Pengadilan.

“Jadi sebaiknya benahi lagi barang buktinya. Mungkin dulu kasus ini ditangani kepolisian dan sekarang sudah ditangani Kejaksaan,” kata Dekan Fakultas Hukum USU Prof Budiman Ginting SH MHum menjawab SUMUT24 di Medan, Minggu (11/2).

Dikatakan Budiman, begitu pun kita harus melihat duduk masalahnya apa yang kurang. Barangkali ada kekurangan berkas makanya sudah lewat pun masa tahanan. Dan masa tahanan bisa diperpanjang mana kala berkas belum lengkap.

Disinggung apa karena ada setor menyetor, jawab Budiman, “itu bukan urusan kita, nanti salah ucap lagi kita,” ujarnya.

Budiman berharap sebaiknya aparat hukum dalam masalah ini harus jeli memandang, karena kasus korupsi kan sudah seperti kejahatan terorganisir. Jadi oleh karena itu kita harus waspada, apalagi penegak hukum. “Jangan sempat membiarkan kasus ini berlarut-larut, kalau memang lengkap barang bukti segerakan masuk ke Pengadilan. Jangan ditunda-tunda, itu yang terbaik supaya tidak muncul dugaan yang aneh-aneh. Jadi sebaiknya kalau sudah lengkap barang bukti berkas itu segerakan sidangkan di Pengadilan, itu yang terbaik,” kata Budiman. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Resmi Dilantik, Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028 Diharapkan Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Hukum
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
komentar
beritaTerbaru