MPW Pemuda Pancasila Sumut Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Bencana Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, Sumut24.co Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat ya
News
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumaera Utara terus melakukan pembenahan guna menekan tingkat kehilangan air, karena hingga saat ini masih tinggi terjadi. Salah satunya penyebabnya, masih didapati pelanggan dengan sengaja melakukan perbuatan merusak instrumen meter air atau menyambung langsung dari pipa dinas/distribusi. Hal ini dibenarkan Jumirin, Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut saat dikonfirmasi SUMUT24, Senin malam (29/1).
Baca Juga:
“Kita sudah putus sambungan air bersih milik PDAM Tirtanadi ke Wisma Penginapan Cahaya di Jalan Denai sekitar Terminal Amplas, Medan. Hal ini dilakukan, karena sengaja merusak meteran air (mencuri air). Selanjutnya kita kenakan denda sesuai peraturan yang ada,” tegas Jumirin.
Saat ditanya apakah sanksi tegas bagi pelanggan nakal dan mencuri/merusak meteran air bisa pelanggan dikenakan sanksi pidana penjara, karena sudah mencuri, Jumirin mengatakan,” saksi pidana untuk menjebloskan pemilik Wisma Penginapan Cahaya ke penjara, tak bisa dilakukan alias terganjal. Karena PDAM Tirtanani hanya bisa menjatuhkan sanksi denda saja,” ujar Jumirin.
Masih sebut Jumirin, PDAM Tirtanadi sudah melakukan tindakan tegas kepada pemilik Wisma Penginapan Cahaya di Jalan Denai yang berinisial HS. “Rabu kemarin, sambungan air bersih PDAM Tirtanadi ke penginapannya sudah kita putus. Selanjutnya, pemilik penginapan membayar sanksi denda dan tunggan meterannya.
Sanksi diberikan baik kepada pelanggan, bekas pelanggan dan bukan pelangÂgan yang melakukan perbuatan merusak instrumen meter, menyambung langsung dari pipa dinas/distribusi, menyambung secara tidak sah bekas pelanggan dan penyambungan secara tidak sah lainnya.
Masih dikatakan Jumirin, merusak instrumen meter adalah, memotong/mengikis daun kipas meter atau membuangnya sama sekali, benda lain dimasukkan ke dalam blok kipas atau lubang kipas meter diganjal dengan benda lain, tiang gronstip disetel ke atas/ke bawah atau diganjal dengan benda lain yang mengakibatkan meter mati atau jalan meter tidak normal.
Kemudian, Jumirin mencontohkan lagi, menambah/memasukkan kawat lewat pipa mengganjal kipas meter, blok meter dirusak atau saringan meter tidak ada (dibuang), pengikat mesin meter dirusak serta dihilangkan sama sekali, magnit meter dirusak atau tidak ada dibuang sama sekali, sekitar meter dilengkapi magnit lain yang mengakibatkan jalan meter lambat atau mati sama sekali.
Menurut Jumirin, apabila pelanggan didapati melakukan perbuatan merusak instrumen meter/menyambung secara tidak sah seperti yang ditetapkan pada keputusan ini, maka kepada pelanggan dikenakan sanksi, yakni pipa dinas diputus/dibongkar, meter air diangkat dan hubungan sebaÂgai pelanggan sementara diputus.
Pemutusan sementara dapat disambung kembali setelah ada persetujuan direksi, atas permohonan sebelumnya dari pelanggan tersebut. Setelah ada persetujuan direksi, aliran air dapat disambung dan dikenakan biaya dengan memÂbayar di kas perusahaan
Pelanggan yang merusak instrumen meter dikenakan biaya ganti meter dengan ukuran dan harga yang berlaku saat ini, biaya bongkar pipa/penutupan lubang bor, biaya sambungan kembali sesuai dengan peraturan yang berlaku, denda sebesar (3m3/hari x 30 hari x 12 bulan x tarif tertinggi dalam golongannya).
“Biaya penyambungan terÂsebut hanya berlaku dalam baÂtas waktu 60 hari terhitung sejak tanggal pemutusan. Apabila lewat batas waktu tersebut maka biaya penyambungan dihitung seperti biaya penyambungan baru,” tergas Jumirin.
Saat ditanya apakah pemilik Wisma bisa dipidanakan karena ketahuan dan terbukti mencuri air bersih, Jumirin mengatakan, “sulit dipidanakan, tapi hanya dikenakan bayar denda saja,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik Wisma Penginapan Cahaya, HS, saat dikonfirmasi lewat telepon bernomor 0821xxxxxxxx membantah hal itu. Bahkan ketika ditanya terkait adanya pencurian air PDAM di wismanya itu juga dibantahnya.
“Mana ada saya mencuri air PDAM, mungkin kalau telat bayar ada. Biasalah itu,” katanya di telepon. (R03/W07).
Aceh Tamiang, Sumut24.co Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat ya
News
Wali kota menghadiri acara pelantikan BKAG Provinsi Sumatera Utara Periode 2026&ndash2031
kota
Wali Kota Pematangsiantar menggelar acara berbuka puasa
kota
PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Medan mengadakan buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anakanak panti asuhanMedansumut24.
News
Medan sumut24.co Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, Polres Asahan menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan ins
News
Wali Kota bersama Forkopimda mengunjungi Pos Pam Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026
kota
Wali Kota bersama Baznas, MUI, serta Bank Sumut Syariah Cabang menyalurkan zakat kepada 520 mustahik
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat soliditas Kota
kota
Medan, Sumut24.co Untuk mendukung kekhusyukan jamaah dalam menjalankan ibadah tarawih dan iktikaf selama bulan Ramadan, Kenaziran Masjid Agu
News
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
kota