Kamis, 14 Mei 2026

Curi Meteran dan Nunggak Bayar PDAM Tirtanadi, Pemilik Wisma Penginapan Cahaya Bisa Dipidana

Administrator - Senin, 29 Januari 2018 16:32 WIB
Curi Meteran dan Nunggak Bayar PDAM Tirtanadi, Pemilik Wisma Penginapan Cahaya Bisa Dipidana

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Tidak diberikanya sanksi hukum terhadap pelaku pencurian air PDAM, dinilai tidak akan memberikan efek jera bagi pelaku pencurian.Karena,pada hakekatnya penegakan hukum itu bertujuan untuk memberi efek jera, kepastian hukum dan memberi manfaat.

“Kalau hanya sekedar denda, biasa diartikan PDAM Tirtanadi membuka ruang terjadinya pencurian,” kata anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST kepada SUMUT24, Senin (29/1).

Politisi dari PDI P ini juga mengatakan, sangat tidak masuk akal kalau PDAM Tirtanadi tidak membawa hal ini ke ranah hukum. Karena, kriteria dari pencurian itu adalah mengambil hak orang lain.

“Bayangkan, misalnya kalau sampai dengan hari ini masih ada masyarakat yang tidak terlayani air bersih dengan pasangan baru, karena debit air atau volume air untuk dibagi tidak cukup, tapi ternyata diberi juga diberi peluang untuk mencuri, ini kan ironi,” katanya.

Menurut Sutrisno, “seharusnya PDAM Tirtanadi sudah membuat kerjasama dengan Poldasu, bahkan sudah harus masuk dalam tingkat MoU. Jadi, bilamana di dapati sebuah kejahatan mencuri air, harus dibawa ke proses hukum. Sehingga kemudian ada efek jera, orang tidak lagi sembarangan mengambil hak orang lain,” paparnya. (W01)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Resmi Dilantik, Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028 Diharapkan Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Hukum
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
komentar
beritaTerbaru