Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat soliditas Kota
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Ratusan siswa ‘tambahan’ di SMA Negeri 2 Medan didampingi orang tua/wali mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menuntut kejelasan nasib mereka yang saat ini tidak menerima rapor. Bahkan tidak diberikan pelajaran karena persoalan kasus ‘siswa tambahan’ di PPDB lalu. Dalam kasus ini, Dinas Pendidikan (Disdik) dinilai ingin ‘cuci tangan’ dan ‘Buang Badan’, karena tidak memberikan solusi jelas sehingga nasib siswa terkatung-katung.
“Tolong jangan dibeda-bedakan, anak kami juga tidak masuk begitu saja. Ini seperti didiskriminasi, tidak belajar, tidak diberi rapor. Mereka kan tidak ada salahnya,” ujar Neneng Zakia, orang tua siswa tambahan di ruang Lobi Kantor Gubernur Sumut, Selasa (16/1).
Dirinya menilai perintah atau himbauan dari pihak Disdik Sumut agar mereka memindahkan anaknya ke sekolah swasta, justru tidak memberikan solusi yang baik. Sebab selain tidak ada jaminan soal bantuan biaya yang harus dikeluarkan terkait pemindahan sekolah, juga ada intimidasi yang mereka terima dari oknum pemerintah dengan ancaman tidak naik kelas atau tidak diberikan rapor sekolah sebagaimana yang dialami saat ini.
“Sebagian memang sudah pindah, karena kita didatangi satu-satu ke rumah, ditakut-takuti begitu, diancam. Ini kan bukan solusi namanya, mereka mau cuci tangan. Jadi kalau ada masalah di mereka, ya silahkan selesaikan, jangan korbankan anak-anak,” sebutnya.
Menurutnya masalah ‘siswa tambahan’ hingga ratusan siswa ini muncul karena sistem yang dibangun tidak dijalankan dengan jelas. Sehingga ketika ada celah untuk membuka, itu berasal dari dalam pemerintahan, bukan dari orang tua siswa. Karenanya mereka meminta, solusi yang diberikan juga lebih tersistem dan tidak ‘cuci tangan’ seperti selama ini.
“Kalai terus terang dari awal, kita tidak akan begini. Kita masuk kan karena katanya ada buka gelombang kedua (PPDB),” katanya.
Menyikapi hal itu, Wakil Gubernur Sumut Dr Hj Nurhajizah Marpaung mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Komnas Perlindungan Anak (PA) dan perwakilan siwsa tambahan dari SMA Negeri 2 Medan. Untuk mencari solusi yang baik, akan dilakukan pertemuan bersama dengan siswa agar dapat didengarkan pendapatnya. Sebab selama ini, baru orang tua yang memberikan pernyataannya.
“Tunggu nanti kita bertemu bersama anak-anak (siswa). Kalau aturan tentu sudah kita jalankan, kebijakan kita berikan, tetapi tidak juga. Karenanya kita akan komunikasikan secara utuh,” sebut Wagub.
Sementara Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa dari hasil pertemuan singkat tersebut, pihaknya mendukung penegakan peraturan menyangkut penerimaan siswa (PPDB). Namun perlu ada solusi agar semuanya bisa menerima dan tidak lagi mengorbankan siswa dalam ketidakpastian.
“Jadi nanti 23 Januari kita akan bertamu dengan Pemprov Sumut dan dinas terkait, dengan melibatkan anal-anak. Ini kan bagian dari partisipasi anak-anak untuk didengarkan pendapatnya dan diberitahukan solusi,” katanya.
“Kesepakatannya adalah kita buat moratorium, jadi masih bisa belajar terus, sudah kita sampaikan ke Dinas Pendidikan tadi. Kita tunggu sampai 23 Januari nanti,” katanya. (W03)
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat soliditas Kota
kota
Medan, Sumut24.co Untuk mendukung kekhusyukan jamaah dalam menjalankan ibadah tarawih dan iktikaf selama bulan Ramadan, Kenaziran Masjid Agu
News
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
kota
Tim Gabungan BNNPSUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
kota
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
kota
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
kota
Dini Hari Mencekam! Rumah Warga di Padangsidimpuan Selatan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
kota
Penuh Haru dan Kebersamaan, Ribuan Anak Yatim Hadiri Buka Puasa Bersama di Kediaman Ketua Golkar Tapsel H Rahmat Nasution
kota
Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral
kota
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News