Senin, 16 Maret 2026

Masyarakat Sumut Butuh Pendidikan Politik

Administrator - Rabu, 10 Januari 2018 00:56 WIB
Masyarakat Sumut Butuh Pendidikan Politik

Pilgubsu 2018 sebentar lagi akan dilaksanakan. Saat ini sudah masuk dalam tahapan pendaftaran Bakal Calon Gubsu/Balon Wagubsu 8-10 Desember 2018. Memang tak dapat dipungkiri persoalan paling mendasar dalam Pelaksanaan Pilkada di Sumut, bukan tentang seberapa banyak bakal calonnya. Tapi Ada 1,7 Juta Jiwa Masyarakat Sumut yang belum merekam E-KTP (data KPU Sumut).

Baca Juga:

“Kalau pemerintah membiarkan ini, sudah pasti jumlah partisipasi pemilih akan terjun bebas ke level terendah. Belum lagi masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih. Para bakal cagubsu juga harus bisa adu program yang menyentuh rakyat. Bukan perang jumlah duit banyak untuk dibagikan kepada masyarakat. Akan lebih baik lagi masyarakat diberikan pendidikan politik,” ujar Korda Sumut Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Darwin Sipahutar kepada wartawan, Senin (8/1).

Menurutnya, pilkada adalah pesta rakyat untuk memilih pemimpinnya, sehingga agar masayarakat memilih pemimpinnya beradulah secara sehat dengan program-program kerja yang mendukung dan berpihak kepada rakyat. Bukan membagi-bagikan uang kepada rakyat, agar dipilih masayarakat.

“Kalau sudah masyarakat diajari politik praktis bisa dipastikan pilkada tak akan membuahkan pemimpin yang benar-benar memihak kepada rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut aktifis PMII Sumut tersebut, pilkada sarana untuk mewujudkan kedaulatan ditingkat lokal untuk memilih pemimpin secara langsung dan demokratis.

“Cagubsu atau Cawagubsu harus adu program, adu konsep, adu gagasan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan tingkat kesejahteraan sosial,” tegas Darwin.

Pilkada, adalah salah satu instrumen demokratis dalam memilih para pemimpin di daerah. Karena itu, jangan sampai proses demokrasi itu dinodai oleh hal-hal yang merusak demokrasi itu sendiri. Demokrasi memang menjamin perbedaan pilihan politik. Tapi, jangan sampai perbedaan politik itu lantas menjadi permusuhan.

Pesta demokrasi, pasti akan ada dinamika. Namun, jangan sampai dinamika itu membuat masyarakat terpecah belah. kita berharap proses pemilihan berjalan aman dan lancar.

“Tapi, jangan sampai kegaduhan dalam Pilkada dapat terjadi. Kita berharap, kegaduhan di berbagai Pilkada serentak di 2018, harus dicermati dengan baik. Kalau tidak akan bisa memecah belah bangsa sendiri dan merugikan masayarakat,” tegas Darwin. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan
Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Tim Gabungan BNNP-SUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
komentar
beritaTerbaru