Senin, 16 Maret 2026

Dr Warjio : Besarnya Interpensi Pusat

Administrator - Senin, 08 Januari 2018 14:39 WIB
Dr Warjio : Besarnya Interpensi Pusat

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Jika jumlah pemilih mencapai 40 persen saja dalam Pilgubsu 2018 mendatang, hal itu adalah prestasi. Karena, pada realitasnya banyak persoalan dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Selain itu, besarnya interpensi pusat dalam pencalonan Cagubsu, juga akan mempengaruhinya.

“Pertama, mungkin ditinjau dari persoalan adminsitratif, demikian juga persoalan persoalan tekhnis, serta banyak juga pemilih pemula yang belum dapat pendidikan untuk itu,” kata Pengamat politik USU Dr Warjio kepada SUMUT24, di depan kantor KPU Sumut, Senin (8/1).

Selanjutnya, kata Warjio, adalah persoalan situasional politik. Menurutnya, kita semua tahu bahwa dalam Pilgubsu 2018 ini, interpensi pusat terhadap Provinsi Sumut , khususnya dalam pencalonan partai politik besar sekali.

“Sedemikian banyak calon yang mampu di Sumut, tapi ada droping dari pusat yang kemudian itu adalah seolah oleh menjadi sebuah pemaksaan politik. Dan saya kira hal ini akan mempengaruhi,” terangnya.

Karenanya, kemampuan parpol pengusung calon untuk memberikan keyakinan itu sangat penting, tambahnya. Saat ini, ada apatisme politik. Sehingga, dalam Pilgubsu ini jika para calon, parpol serta KPU tidak bisa meyakinkan pemilih, akan menyebabkan partisipasi pemilih semakin kecil dari Pilgubsu 2013 yang lalu.

Ditanya, apakah melihat pasangan calon yang akan tampil dalam Pilgubsu mendatang akan dapt meningkatkan jumlah pemilih, menanggapi hal ini, Warjio mengatakan, semua itu tergantung bagaimana kemampuan parpol dan tim suksesnya meyakinkan masyarakat memberikan suaranya.

“Isu utama kita di Sumut ini adalah terlampau besar intervensi politik dari pusat terhadap pencalonan yang akan maju menjadi Cagubsu, sehingga hal ini memberikan kekecewaan,” terangnya.

Kalau kita lihat misalnya calon petahana yang kemarin di gadang-gadang maju, ternyata sampai dengan saat ini belum jelas seperti apa kondisinya, dan saya kira ini juga akan menimbulkan hal hal kekecewaan tersendiri kepada pendukungnya.

Ditanya, apakah persaingan antar cakon nantinya akan berpengaruh untuk meningkatkan jumlah pemilih. Hal itu memang sangat diharapkan, jika ukuranya adalah visi dan misi.

“Perlu dicatat, bawha Kota Medan merupakan kawasan yang cukup kritikal terhadap calon yang akan muncul dalam konteks Pilkada. Karena, Kota Medan merupakan kota akses yang internetnya sangat cepat. Sehingga, informasi itu tidak hanya didapatkan dari calonya sendiri atau dari parpo saja. Akan tetapi, mereka bisa menjelajah di dunia maya. Dan itu cukup efektif, karena pengguna dunia maya cukup besar sekali,”terangnya.

Dikatakannya, hal ini adalah kerja besar yang harus dilakukan, bukan hanya parpol saja, tetapi juga dilakukan oleh calon yang telah ditetapkan.

“Sekali lagi, opini yang terbentuk adalah bagaimana kemudian bisa berjalan, dan dalam pelaksanaan Pilkada akan muncul figur yang bisa memberikan rasa nyaman , dan kepercayaan kepada publik. Sehinggga, kemudian masyarakat tidak ragu lagi untuk memilih calonya,” pungkas Warjio.(W01)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan
Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Tim Gabungan BNNP-SUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
komentar
beritaTerbaru