Senin, 16 Maret 2026

Pasca Erry Nuradi Tak Mencalon, SKPD Pemprovsu Cari Selamat

Administrator - Senin, 08 Januari 2018 14:33 WIB
Pasca Erry Nuradi Tak Mencalon, SKPD Pemprovsu Cari Selamat

MEDAN I SUMUT24 Pasca Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi yang gagal mencalon sebagai Gubernur periode 2018-2023 pada Pilgubsu 2018, sangat mengejutkan semua pihak. Pdahal melalui pendapat dan survey, Gubsu Erry Nuradi dengan posisi teratas.

Baca Juga:

Akan tetapi kenyataannya berbalik 360 Derajat. Tapi itulah namamya politik, detik perdetik selalu berubah, karena semua keputusan berada di Jakarta.

Menanggapi hal tersebut Pengamat Politik Osril Limbong mengatakan, “Politik susah ditebak, akan tetapi dengan tak mencalonnya Gubsu HT Erry Nuradi diperkirakan para pejabat SKPD eselon II akan mencari selamat alias tempat yang aman dengan mendatangi atau mencari tim sukses para pasangan calon Gubsu dan wagubsu yang akan bertarung di Pilgubsu agar jabatannya tak goyang alias digantikan oleh yang menang dalam Pilkada,” ujar Osril Limbong kepada SUMUT24, Senin (8/1).

Sudah lumrah mereka akan cari ilmu selamat dengan menmdekati dan mendukung yang berpeluang menang dalam Pilgubsu 2018. “Para PNS dan SKPD terkadang menjadi korban politik, tapi yang memang begitulah, terkadang kalau yang didukung menang akan mendapat jabatan. Dan kalau yang didukung kalah ya siap-siaplah angkat koper,” ujar Osril.

Yang terpenting PNS ataupun ASN, diharapkan agar netral. Sehingga siapapun yang menang nantinya tidak akan berdampak bagi para PNS tersebut, terkecuali PNS tersebut masuk dalam tim siluman calon, sehingga pasti akan berdampak nantinya.

PNS tidak diperbolehkan untuk ikut dalam politik praktis dengan menjadi tim sukses, juru kampanye maupun menjadi provokator dalam mengarahkan massa untuk mendukung calon tertentu.

“Ajang pilkada mulai berjalan di kota ini, kitasemua berharap kepada semua pegawai di jajaran siapapun dia dan apapun posisinya harus netral. Jangan jadi tim sukses, jangan jadi tim kampanye dan jangan jadi provokator. Sebelum menjadi korban politik praktis, agar Pegawai mengambil posisi netral dalam ajang pilkada dalam rangka menghindari pegawai menjadi korban dari pelaksanaan ajang politik tersebut,” pinta Osril Limbong.

Dalam perhelatan ajang pilkada, semua orang mempunyai hak dalam menentukan pilihan, namun selaku pegawai tidak diperbolehkan dalam mendukung seperti menjadi tim sukses atau menjadi jurkam, namun harus netral.

“Kalau pegawai menjadi tim sukses atau jurkam calon tertentu dan calon yang didukung itu kalah dalam pilkada, maka hancurlah dia dan pasti menjadi korban politik, sehingga yang paling terbaik bagi PNS adalah netral,” tegas Osril. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan
Kenaziran Masjid Agung Medan Kolaborasi dengan Rumah Makan Garuda, Siapkan Ribuan Nasi Kotak untuk Jamaah Iktikaf
Pemuda Tabagsel Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Pasar 7 Tembung
Tim Gabungan BNNP-SUMUT Razia Lokasi THM Blue Night 48 Orang Positif Narkoba Diamankan
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Jelang Idul Fitri 2026, Personel Gabungan Siaga di Pos Yan Barumun Polres Padang Lawas
komentar
beritaTerbaru