Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
- Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
- Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Indonesia Police Watch (IPW) berharap, di tahun 2018 Polda Sumut harus lebih agresif lagi dalam memburu koruptor, terutama dugaan korupsi yang masih banyak terjadi di tingkat Kabupaten/Kota. Selain itu, tim saber pungli Poldasu juga harus dapat menjadi ujung tombak dalam memerangi pungli di Sumatera Utara.
“Pilkada harus dijadikan monentum oleh Poldasu untuk memburu dugaan politik uang dan memproses para pelakunya hingga ke pengadilan,” tegas Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SUMUT24, Rabu (3/1).
Tanpa sikap agresif Poldasu,kata Netta, masyarakat Sumut hanya akan merasakan Kepolisian antara ada dan tiada. Sehingga, dalam pemberantasan korupsi, masyarakat lebih ebrharap kepada KPK yang lebih dipercaya dan sudah terbukti menciduk para koruptor di Sumut.
“Jika masyarakat tidak percaya pada Poldasu, buat apa Tipikor dibentuk. Lebih baik dibubarkan, dan semua urusan kasus korupsi biar KPK yang menangani,” sebutnya.
Dalam keterangan pers yang disampaikanya kepada SUMUT24 via pesan Washap APPs tersebut, Neta S Pane juga menyampaikan, agar Polda Sumutmencermati Pilkada serentak yang akan dilakukan pada bulan Juni 2018 mendatang.
Menurut Neta, selain mencermati sisi keamanannya, Poldasu juga perlu memaksimalkan intelijennya untuk memantau kemungkinan terjadinya politik uang di Pilkada.
“Kapolri sudah menginstruksikan jajaran Kepolisian untuk mengawasi adanya dugaan politik uang di Pilkada,” sebutnya.
Ekses dari berkembangnya politik uang, lanjut Netta, adalah merebaknya kasus korupsi yang melibatkan Kepala Daerah. Hingga kini, sudah 2 kali Gubernur yang ditangkap KPK, kemudian selain Ketua DPRD Sumut, ada juga Kepala Daerah di tingkat II yang ikut diciduk KPK.
“Gencarnya KPK memburu koruptor di Sumut, harus dibarengi dengan kinerja Polda nya,” sebut Netta. (W01)
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik