Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
Konstalasi politik menjelang Pilgubsu 2018 akan terus berubah, namun seiring perubahan tersebut sepertinya peluang Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi sebagai Incumbent berpeluang besar untuk terpilih kembali menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023. Namun semuanya berpulang kepada Hasil Munaslub Partai Golkar. Hal itu dikatakan Pengamat Sosial Politik Osril Limbong kepada SUMUT24, Rabu (6/12).
Baca Juga:
- Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
- Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
- Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menurutnya, kenapa saya katakan Erry Nuradi berpeluang kembali menjadi Gubernur, “karena Partai Penguasa PDI Perjuangan akan habis-habisan menghidupakan mesin partai politiknya untuk mendukung Erry, pasca mundurnya Edy Rahmayadi dari TNI dan serius maju di Pilgubsu 2018,” ujarnya.
Sah-sah dan wajar saja Erry Nuradi sudah mengantongi nama-nama untuk mendampingi dirinya sebagai Cawagubsu. Namun semuanya berpulang kepada hasil Munaslub Golkar di Jakarta.
“Begitu juga partai besar lainnya seperti PDIP juga akan menunggu hasil Munaslub Partai Golkar, agar mereka dapat mempetakan perpolitikan sehingga mereka tidak kalah dalam Pilgubsu. Karena Pilgubsu juga sangat menentukan dalam Pilpres 2019,” ujar Osril Limbong.
Namun jika hasil Munaslub Partai Golkar nantinya terpilih Airlangga Sutarto sebagai Ketua Umum nya, besar kemungkinan Golkar juga akan mendukung HT Erry Nuradi.
Begitu juga PDI P bakalan mendukung HT Erry Nuradi dengan meletakkan kadernya sebagai Cawagubsu dan lain sebagainya. Apabila Airlangga tidak terpilih menjadi Ketum Golkar, peta perpolitikan juga akan pasti berubah.
“Golkar dan PDI Perjuangan akan berkoalisi seperti koalisi nasional mencari kader atau siapapun yang berpeluang besar untuk didukung maju sebagai Cagubsu dan Cawagubsu. Sehingga munculnya satu lagi pasangan Cagubsu dan Cawagubsu,” ucap Osril Limbong.
Lebih lanjut dikatakannya, “kans Erry sengat besar memenangkan Pilgubsu 2018, karena majunya Edy Rahmayadi sebagai Cagubsu 2018 yang didukung Partai Gerindra, PKS dan PAN. Dengan majunya Edy Rahmayadi menambah semangatnya PDIP mendukung Tengku Erry di Pilgubsu 2018, walaupun nantinya PDI Perjuangan tidak mengutus kadernya untuk mendampingi Erry, maun PDIP berkata Erry dan Wakilnya adalah kader PDI Perjuangan untuk dimenangkan,” ccapnya. (W03)
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik