Kamis, 14 Mei 2026

PPSS 2017 Memprihatinkan

Administrator - Jumat, 17 November 2017 12:09 WIB
PPSS 2017 Memprihatinkan

Medan|SUMUT24

Baca Juga:

Pameran dan Pagelaran Seni se-Sumatera (PPSS) 2017 sebagi sebuah forum kegiatan prestisius di skala regional Sumatera, kiranya dapat dijadikan sebagai ruang silaturahmi dan interaksi seni serta menjadi tolok ukur pembangunan seni di wilayah Sumatera.

“Namun perhelatan Pameran dan Pagelaran Seni se-Sumatera (PPSS) di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), sungguh sangat memprihatinkan. Sama sekali tidak memiliki nilai prestisius. Apa lagi untuk dijadikan tolok ukur pembangunan seni di wilayah Sumatera,” ujar Seniman Medan, Munir Nasution kepada SUMUT24, Kamis (16/11).

Lebih lanjut dikatakan Munir, perhelatan seni ini mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah Sumatera Utara, cq Dinas Pariwisata, khususnya Taman Budaya Sumut terhadap kesenian. Panitia Pelaksana PPSS 2017 di UPT Taman Budaya Provinsi Sumatera Utara, dalam melaksanakan event tingkat Sumatera tidak profesional.

Dalam arti, ujar Munir, perhelatan Pameran dan Pagelaran Seni se-Sumatera (PPSS) Tahun 2017 di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), seyogianya dibuka Kamis (16/11) oleh Gubernur Sumatera Utara tertunda dan direncanakan hari ini, Jumat (17/11).

Perhelatan seni yang dihadiri peserta Taman Budaya Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung Sumatera Selatan, Utusan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung dilaksanakan dalam kondisi apa adanya.

Anggaran yang digelontorkan ratusan juta rupiah, dianggap tidak memadai dalam pelaksanaan PPSS 2017 di Taman Budaya Sumatera Utara. Hal ini menjadi alasan klasik panitia, sehingga belum mampu memberikan semangat dan energi baru dan terasa semakin kendor serta kehilangan orientasi.

Dengan memanfaatkan Gedung utama yang kondisinya memprihatinkan dan ruang yang ada di Taman Budaya untuk kegiatan, juga didirikan panggung rigging untuk pagelaran. Kurangnya keterdukungan dana menjadi salah satu permasalahan yang mendasar, sehingga untuk stand bazar dan seni dibuat seadanya, dengan mengabaikan materi dan nilai yang dipamerkan.

Sementara fasilitas akomodasi yang diberikan kepada peserta dari 10 provinsi, ujar Munir, sungguh sangat memprihatinkan. Para peserta ini diinapkan di belakang gedung sanggar teater, tidak ubahnya seperti pengungsi.Pelayanan ini sungguh sangat memprihatinkan dan mempermalukan masyarakat seni di Sumatera Utara.

Munir Nasution, seniman yang sudah belasan tahun di TBSU dan lebih memfokuskan diri untuk kegiatan MC, merasa tersinggung dan dipermalukan. Kinerja panitia pelaksana PPSS 2017 belum maksimal dan tidak memiliki persiapan yang matang dan terukur.

“Gedung Utama TBSU, masih terlihat kupak-kapik. Sementara pekerja berpacu dengan waktu, dalam melakukan pengecatan, perbaikan plafon, pemasangan asbes serta penishing perbaikan AC. Kerja macam apa ini,” ujar Munir.

Wajar saja jika pembukaan PPSS 2017 di TBSU oleh Gubsu tertunda. Tidak perlu retorika untuk mencari alasan, faktanya panggung di setting seadanya. Sementara pekerja seni yang membuat mural di pinggir jalan Perintis Kemerdekaan dekat pintu masuk utama TBM sangatlah kurang mutu karya yangg diciptakan mereka dan tidak ada yg baru serta tidak mewakili 8 Etnis yg ada di Sumatera Utara.

Pelaksanaan Seminarpun lokasinya tidak maksimal dan terkesan lepas rodi saja (dari pada tidak sama sekali). Begitu juga persiapan untuk diluar dari Gedung Utama . Desain backdroup tidak mencerminkan utusan Kebudayaan dan Kesenian sumatera, panggung juga tidak maksimal dekorasinya.

Menurut Munir, pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak mampu dan tidak siap dalam Perhelatan PPSS XXI 2017. Pola pemikiran Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut/Upt Taman Budaya Sumut, seperti apa. Apakah mereka tidak berpikir bahwa pelaksanaan tersebut dihadiri oleh utusan dari seniman dan pelakon Seni dari Propinsi Se- Sumatera dan Gubernur sebagai Pembina kesenian di Sumut. (R02)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Sosok Dr Adlan, ASN Senior Pemko Medan yang Dinilai Layak Duduki Kursi Sekda
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
JPU Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Prabowo: Rp10 Triliun Denda dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan Diserahkan ke Negara
komentar
beritaTerbaru