Motor Hilang dari Ruang Tamu, Jejaknya Berujung di Marketplace Facebook
Motor Hilang dari Ruang Tamu, Jejaknya Berujung di Marketplace Facebook
News
DELISERDANG | SUMUT24
Baca Juga:
Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang bersumber dari dana Islamic Development Bank (IDB) yang dimotori Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), berupa kegiatan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal sudah selesai di kerjakan dibeberapa daerah Indonesia, khusunya Sumatera Utara (Sumut). Sedikitnya ada 300 pembangunan yang dilakukan untuk wilayah Sumut.
Namun dalam perjalanannya, tak sedikit dari pembangunan Sanimas ini menuai kontroversi ditengah masyarakat. Mulai dari terbengkalainya pengerjaan itu hingga penolakan dari masyarakat terkait keberadaan ipal Sanimas tersebut.
Bicara tentang pembangunan ipal Sanimas di Sumut, ada salah satu lokasi tepatnya di Gg. Istirahat Dusun VIII, Desa Tembung, Kec.PS Tuan, Kab.Deliserdang, yang berhasil menyabet predikat sebagai lokasi percontohan terbaik dalam pembangunan Sanimas IDB IPAL Komunal.
Pembangunan Ipal Sanimas yang dilakukan di Gg.Istirahat dinilai sebagai salah satu lokasi yang banyak di support masyarakat dan mampu menyalurkan pipa ipal terbanyak ke rumah warga hingga mencapai 125 rumah. Keberhasilan pembangunan itu tentu tak terlepas dari perjuangan yang dilakukan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Karya Bersama dan tim. Lewat sentuhan tangan dingin mereka pembangunan ipal sanimas ini bisa menyentuh perhatian masyarakat disana
Saat ditemui, Minggu (12/11) sore, Ketua KSM Karya Bersama, Rahmat Hidayat, megaku memang pembangunan ipal di Gg Istirahat mendapat predikat terbaik oleh tim penilai Satgas Sanimas Pusat. Menurutnya, setiap pembangunan ipal mampu menampung 150 rumah warga. Sementara di Gg Istirahat bisa menyalurkan pipa hingga 125 rumah warga. Dan kondisi ini tentunya bisa menjadi contoh untukdilakukan daerah-daerah lain.
“Sementara ini hanya tempat kita dan daerah Malang yang menjadi lokasi reguler dalam pembangunan ipal Sanimas ini. Artinya banyaknya pipa ipal yang disalurkan ke rumah warga tak terlepas dari support warga itu sendiri,” cetus Dayat, sembari mengaku dalam waktu dekat pembangunan ipal di tempatnya akan dikunjungi petinggi Islamic Development Bank dan Kementrian PU pusat.
Ditambahkannya, kedatangan Kementrian PU pusat ini tak lain untuk mensupport daerah-daerah lain dalam meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan ipal ini sejatinya untuk mengurangi pencemaran limbah dan menyehatkan masyarakat.
“Bukan seperti apa yang dikatakan masyarakat kebanyakan, bahwa ipal dianggap sebagai penyebab pencemaran. Namun ipal bertujuan mengurangi pencemaran dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Dayat mengaku, pembangunan ipal ditempatnya hanya berukuran 4X11 meter. Pembangunan pada ini pada 2014 didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) sebesar Rp425 juta untuk disalurkan ke 63 sambungan rumah . Namun seiring waktu, mengingat permintaan saluran pipa ini juga meningkat maka tahun 2017 ada dana dari DAK sebesar Rp300 juta untuk penambahan 62 saluran ke rumah warga.
Dayat juga menuturkan, pembangunan ipal Sanimas IDB ini tak terlepas dari kontribusi warga dalam mendukung pembangunan ipal tersebut.
“Waktu pengerjaan ipal ini sebenarnya hanya 3 bulan. Namun mengapa siapnya lama, terkadang banyak masyarakat kurang mendukung pembangunan ipal, alasannya bau dan rumahnya tercemar. Ada juga yang kita dengar pelaksana beserta para aparatur desa banyak rebutan anggaran ini. Sehingga banyak yang kita lihat dibeberapa lokasi pembangunan ipalnya tak siap,” ujar Dayat.
Dayat mengaku, hingga saat ini penyaluran limbah ipal sanimas ditempatnya sudah berfungsi di rumah warga. Namun hingga saat ini masyarakat belum dimintai biaya adminitrasinya.
“Rencananya masyarakat akan kita kenakan dana Rp10.000 per rumah dalam biaya perawatan ipal tersebut. Uang itu digunakan sebagai biaya operasional seperti listrik, tim bak kontrol, dan sedot tinja,” katanya.
Yang pasti lanjut Dayat, pembangunan ipal ini sejatinya untuk mengurangi pencemaran limbah yang ada di masyarakat. Dan saat ini lokasi pembangunan ipal sanimas di Gg Istirahat kerap dijadikan tempat berdiskusi warga. (W07)
Motor Hilang dari Ruang Tamu, Jejaknya Berujung di Marketplace Facebook
News
Pengedar Sabu dan Ganja di Bandar Khalipah Ditangkap, Sempat Melawan Saat Diringkus
News
Dua Terduga Bandar Sabu Diciduk, 20,35 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan di Lubuk Pakam
kota
Bank Sumut Hadirkan Smartcash, Dukung Transformasi Digital Transportasi Publik BRT Mebidang
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memastikan keandalan pasokan listrik selama rangkaian peringa
kota
sumut24.co MEDAN, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa K
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) terus mendorong penerapan budaya hidup sehat
kota
sumut24.co ASAHAN, Gema semangat olahraga membahana di Stadion Mutiara Kisaran, Rabu (19/08/2026) sore. Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin
News
sumut24.co ASAHAN, Stadion Mutiara Kisaran berubah menjadi lautan semangat dan kebersamaan pada Selasa (18/08/2026), saat babak final sekal
News
Solidaritas Ormas Gelar Aksi Penggalangan Donasi untuk Korban Gempa Flores
kota