Kamis, 14 Mei 2026

Nasib Gus Irawan Diujung Tanduk

Administrator - Rabu, 01 November 2017 00:34 WIB
Nasib Gus Irawan Diujung Tanduk

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Desakan-desakan untuk melengserkan Gus Irawan dari posisinya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumut terus memuncak akibat kebijakannya yang semena-mena, melakulan pergantian 17 ketua DPC kabupaten/kota.

Kejadian ini membuat nasib atau posisi Gus Irawan kian diujung tanduk. Bahkan isunya, jika Gus Irawan benar-benar lengser, maka Gerindra kemungkinan akan menunjuk Raden Muhammad Syafii atau Parlinsyah Harahap sebagai penggantinya.

“Terkait masalah pemecatan Ketua-ketua DPC itu telah kita sampaikan kepada Wakil Ketua DPP Gerindra Fadli Zon. Saat itu Fadli menyatakan akan membawa informasi ini sebagai masukan untuk dibawa ke Jakarta. Jadi jika Gus Irawan lengser, maka kemungkinan Gerindra akan menunjuk Raden Muhammad Syafii atau Romo yang merupakan anggota DPR RI dan Parlinsyah Harahap yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut sebagai penggantinya,” ujar salah satu fungsionaris Gerindra Sumut yang enggan menyebutkan namanya kepada SUMUT24, Selasa (31/10).

Sementara itu, saat ini para ketua DPC yang dipecat itu terus melakukan berbagai upaya untuk melengserkan Gus. Bahkan kabarnya mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di Medan menuntut agar Gus Irawan segera dicopot, bahkan pemberitahuan tentang rencana unjuk rasa itu telah disampaikan ke Polda Sumut.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa Gus Irawan masih menjabat ketua. Tidak ada pemberhentian Gus dari tapuk pimpinan Gerindra Sumut.

Sugiat mengungkapkan, di Gerindra mekanisme pengambilan keputusan dijalankan dengan sistem komando, sistem penugasan.

“Pergantian DPC, DPD, apalagi yang strategis itu di dewan pembina, di ketua umum. Tapi Bapak Prabowo ketika memutuskan juga ada mekanismenya,” kata Sugiat.

Dikatakannya, ada kelompok-kelompok yang sengaja menyebarkan isu kalau Gus Irawan dicopot. Padahal faktanya tidak. Meski tak menyebut langsung kelompok yang mengembangkan isu, namun Sugiat mengaitkan kabar tersebut dengan kelompok-kelompok yang tidak puas.

“Sebanyak 14 DPC diganti sakit hati wajar. Dari tahun 2008 kita Gerindra di Sumut itu sistem penugasan. Apabila kader ditugaskan ke yang lain, kita kader harus siap,” ungkapnya.

Sugiat Santoso yang juga Ketua DPD KNPI Sumut ini juga membantah kabar perpecahan antara Gus Irawan Pasaribu dengan Raden Muhammad Syafii alias Romo.

Kabar perpecahan ini menyeruak saat acara deklarasi dukungan relawan Romo Center untuk Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 di Lapangan Merdeka, Minggu (22/10). Bahkan, ada keributan kecil di belakang panggung antara dua kelompok.

Acara tersebut memang diinisiasi oleh Romo melalui Romo Center, namun juga hadir Gus dengan pendukungnya.

“Itu hanya asumsi, rumor dan isu. Anggap saja acara semalam semangat relawan Pak Romo untuk mendukung Pak Prabowo di 2019. Secara organisasi tidak ada (konflik). Mungkin ada yang ingin memecah Pak Romo dan Pak Gus,” tandas Sugiat Santoso. (w07)

 

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Sosok Dr Adlan, ASN Senior Pemko Medan yang Dinilai Layak Duduki Kursi Sekda
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
JPU Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Prabowo: Rp10 Triliun Denda dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan Diserahkan ke Negara
komentar
beritaTerbaru