Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
- Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
- Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Perhelatan Pilgubsu 2018 semakin dekat, beberapa nama serta wajah cagubsu yang akan maju sudah banyak terpampang lewat poster dan baliho dibeberapa daerah di Sumut. Beberapa dari nama calon itu ada yang memilih maju lewat jalur perseorangan (independen). Mengingat mereka bukanlah sosok yang lahir dari latar belakang parpol.
Terkait hal ini, Pengamat Politik, Bimby Hidayat, S.Sos, MA, mengatakan adanya calon yang akan maju lewat jalur independen sepertinya sulit untuk bertarung di ajang Pilgubsu ini.
Pasalnya calon independen harus mendapat dukungan 764.578 KTP untuk bisa lolos dari syarat yang sudah ditentukan KPU Sumut. Tak hanya itu, calon independen harus memiliki modalitas tinggi untuk bisa mengakses dan menjaring suara dari masyarakat diseluruh daerah Sumut.
“Dengan 764.578 lembar KTP sebagai syarat calon independen di Pilgubsu tentu sangat memberatkan dan menyulitkan mereka. Jadi hanya pemilik modal yang mampu maju secara independen, karena ongkos politik yang harus dikeluarkan jumlahnya cukuplah besar,” kata Bimby yang juga merupakan Dosen di USU tersebut, kepada SUMUT24, Senin (30/10).
Menurutnya, lahirnya sosok calon independen ini disebabkan merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Selain itu, memungkinkan calon dari masyarakat yang dianggap publik lebih berkualitas dari pada sekadar figur yang diusung segelintir elite partai politik.
Namun yang menjadi kelemahan calon independen menurut Bimby adalah, mereka tidak memiliki mesin politik yang bisa bergerak dari cabang dan seluruh daerah. Tak hanya itu, mereka juga tidak memiliki infrastruktur yang bisa mengakses masyarakat. “Artinya disini, calon independen juga harus memiliki jaringan yang kuat,” tambahnya.
Sebenarnya, lanjut Bimby, calon independen juga tidak menjamin munculnya sosok pemimpin yang ideal. Selama sistem pemilu masih bersifat liberal tentunya ini tidak menjamin sistem pemerintahan yang baik. Ditambah lagi budaya politik masyarakat kita masih pragmatis.
“Budaya politik masyarakat masih pragmatis, jadi perlu modal besar untuk maju sebagai calon independen,” tutupnya. (W07)
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik