Selasa, 30 Juni 2026

Calon Independen Sulit Bertarung

Administrator - Senin, 30 Oktober 2017 16:05 WIB
Calon Independen Sulit Bertarung

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Perhelatan Pilgubsu 2018 semakin dekat, beberapa nama serta wajah cagubsu yang akan maju sudah banyak terpampang lewat poster dan baliho dibeberapa daerah di Sumut. Beberapa dari nama calon itu ada yang memilih maju lewat jalur perseorangan (independen). Mengingat mereka bukanlah sosok yang lahir dari latar belakang parpol.

Terkait hal ini, Pengamat Politik, Bimby Hidayat, S.Sos, MA, mengatakan adanya calon yang akan maju lewat jalur independen sepertinya sulit untuk bertarung di ajang Pilgubsu ini.

Pasalnya calon independen harus mendapat dukungan 764.578 KTP untuk bisa lolos dari syarat yang sudah ditentukan KPU Sumut. Tak hanya itu, calon independen harus memiliki modalitas tinggi untuk bisa mengakses dan menjaring suara dari masyarakat diseluruh daerah Sumut.

“Dengan 764.578 lembar KTP sebagai syarat calon independen di Pilgubsu tentu sangat memberatkan dan menyulitkan mereka. Jadi hanya pemilik modal yang mampu maju secara independen, karena ongkos politik yang harus dikeluarkan jumlahnya cukuplah besar,” kata Bimby yang juga merupakan Dosen di USU tersebut, kepada SUMUT24, Senin (30/10).

Menurutnya, lahirnya sosok calon independen ini disebabkan merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Selain itu, memungkinkan calon dari masyarakat yang dianggap publik lebih berkualitas dari pada sekadar figur yang diusung segelintir elite partai politik.

Namun yang menjadi kelemahan calon independen menurut Bimby adalah, mereka tidak memiliki mesin politik yang bisa bergerak dari cabang dan seluruh daerah. Tak hanya itu, mereka juga tidak memiliki infrastruktur yang bisa mengakses masyarakat. “Artinya disini, calon independen juga harus memiliki jaringan yang kuat,” tambahnya.

Sebenarnya, lanjut Bimby, calon independen juga tidak menjamin munculnya sosok pemimpin yang ideal. Selama sistem pemilu masih bersifat liberal tentunya ini tidak menjamin sistem pemerintahan yang baik. Ditambah lagi budaya politik masyarakat kita masih pragmatis.

“Budaya politik masyarakat masih pragmatis, jadi perlu modal besar untuk maju sebagai calon independen,” tutupnya. (W07)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Antonius Tumanggor Tidak Lakukan Kontak Fisik dengan Pelapor
Wakil Bupati Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringatan Harganas Ke 33
Pemkab Asahan Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Momen Introspeksi Dan Penguatan Iman Untuk Daerah Yang Makmur
Buah Sawitnya Tidak Diterima, MS Toke Sawit Bawa Massa Ormas ke  PT HSJ
Sesosok Mayat Bayi Ditemukan, Gegerkan Warga Bilah Hilir Labuhanbatu
HIMMAH Asahan Gelar Konfercab, Wakil Bupati Harapkan Organisasi Jadi Mitra Strategis Pembangunan
komentar
beritaTerbaru