Deliserdang I Sumut24.co
Pekerjaan pembangunan tanggul saluran air atau irigasi persawahan di Desa Paya Gambar kecamatan Batangkuis Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara, oleh Balai Wilayah Sungai II Medan Diduga proyek yang sengaja dibuat secara tidak transparan karena terindikasi tidak memenuhi standar dalam pembangunannya atau asal jadi.
Baca Juga:
Pasalnya, dari pantauan di lapangan pengerjaan hanya dengan cara batu diletakkan di dasar tanggul, diduga tanpa adanya penggalian pondasi batu. Akibatnya bangunan tanggul tersebut terancam rawan roboh, tidak kokoh, dan tidak akan bertahan lama. Belum lagi papan plank informasi terkadang dipasang dan terkadang sudah tidak ada lagi. Sehingga tidak diketahui berapa anggaran yang dikucurkan dan perusahaan apa yang mengerjakannya.
“Waktu pengerjaan lokasi bagian bawah tidak diberi lapisan adukan semenâ€, ujar Warga sekitar kepada Wartawan, Selasa (23/5).
Selain pekerjaan yang diduga asal-asalan pada beberapa bagian juga nampak susunan batu tidak diberi adukan semen hanya diberikan semen dan pasir alakadarnya sehingga tidak benar-benar kuat. Kondisi seperti itu, tentu, menghawatirkan. Sebab, irigasi yang untuk mengaliri areah persawahan, seharusnya memerlukan kontruksi irigasi yang kokoh. Sehingga awet dan tidak roboh ketika debit air meninggat saat hujan.
Belum lagi, Waktu pengerjaan lokasi masih digenangi air sehingga tidak digali, serta bagian bawah tidak diberi lapisan adukan semen sehingga irigasi tidak akan bertahan lama, diduga hanya ajang menghambur-hamburkan uang rakyat.
Saluran irigasi ini tidak akan bisa berfungsi secara normal dalam pemanfaatannya juga tidak akan bisa maksimal. Kalau bangunan tidak berpondasi, saluran akan mengalami kebocoran yang berakibat debit air berkurang, stabilitas dinding atau tanggul tidak akan aman dan rawan ambrol. Saya rasa tidak mungkin bangunan irigasi tanpa pondasi. Patut diduga ini kesalahan dari pihak rekanan yang nakal dan kurangnya pengawasan dari BWS II Medan.
Sementara itu PPK BWS II Suhendra yang dikonfirmasi Wartawan melalui Whatappnya juga belum menjawab.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News