Lima Kali Berturut-turut, Deli Serdang Raih Predikat Informatif
Lima Kali Berturutturut, Deli Serdang Raih Predikat Informatif
News
SUMUT24 | Meski pemilihan Gubernur Sumut sekitar 8 bulan lagi, dan KPU Sumut baru akan membuka pendaftaran bagi pasangan calon di minggu pertama Januari 2018, namun hingga kini baru Partai Golkar yang mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan calon, yakni HT Erry–Ngogesa Sitepu maju dalam Pilgubsu mendatang.
Baca Juga:
Banyak yang menjadi alasan mengapa parpol punya kebiasaan mengeluarkan rekomendasi di last minute. Salah satunya adalah bisa saja parpol masih melihat dinamika yang berkembang ditengah masyarakat. Dan masih melakukan survey elektabilitas di internal parpol untuk menentukan calon yang akan diusung.
“Selama mereka menjadi bakal calon (balon), tiap kader sudah mengcampaignkan dirinya, terlepas diusung atau tidak nantinya oleh parpol,” terang Pengamat Politik Fernanda Putra Adela S.Sos M.Si kepada SUMUT24, Minggu (1/10) saat ditanya soal apa efek yang mungkin muncul pada calon, jika parpol lambat keluarkan rekomendasi terhadap pasangan calon.
Menurut Dosen Fakultas FISIPOL Universitas Medan Area ini, konstalasi politik menjelang Pilgubsu masih sangat cair. Dan Fernanda meyakini, nantinya hanya akan ada 2 atau 3 pasangan calon (paslon) yang maju dalam pertarung Pilgubsu di 2018 mendatang. Dan saat ini, para kandidat itu sedang melakukan lobi lobi partai.
Dikatakannya, tidak ada efek apapun terhadap pasangan calon yang akan diusung oleh parpol meski di last minute keluarkan rekomendasi. Justru hal itu nantinya akan ber efek kepada KPU yang bertanggungjawab mensosialisaikan Pilgubsu ini, bagaimana masyarakat harus berpartisipasi memberikan suaranya, terlepas siapa nanti yang akan dipilih oleh masyarakat.
“Ketika hasil Pilkada itu menunjukkan partisipasi yang rendah, KPU akan menjadi sasaran tembak. Tapi ketika itu tinggi, KPU akan mendapatkan apresiasi. Sebenarnya yang merasakan dampaknya itu KPU,” ungkapnya.
Yang kita pahami, sambungnya, partisipasi itu akan rendah jika mekanisme politik di masyarakat menunjukan ketiadaan calon yang ideal. karenanya, selain sosialissasi yang dilakukan KPU, harus juga dibarengi dengan kader kader partai yang mumpuni atau layak untuk diusung. Sehingga, masyarakat antusias untuk memilih.
Kemudian, mesin partai juga harus bekerja keras, jangan hanya melepas begitu saja kepada kandidat, hal itu tidak baik dalam demokrasi kita. Karena mereka diusung oleh parpol dan mereka juga adalah kader parpol. Parpol itu harus intens dalam melakukan konsolidasi di internal untuk ke eksternal mereka. (W01)
FOTO : Fernanda Putra Adela S.Sos M.Si
Lima Kali Berturutturut, Deli Serdang Raih Predikat Informatif
News
Lima Kali Berturutturut, Deli Serdang Raih Predikat Informatif
News
Kapolda Sumut Silaturahmi ke BNNP Sumut, Perkuat Kolaborasi Pemberantasan Narkoba
News
Kapolda Sumut Raih Penghargaan Achievement Person, Polda Sumut Predikat Informatif di KI Award 2026
News
HUT ke62 Golkar, Andar Amin Harahap Ajak Kader Lebih Dewasa dan Berpihak kepada Rakyat, 17 Daerah Tunggu Diskresi Ketua Umum
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat daya saing aluminium Indonesia di pasar global melalui
News
MEDAN, Selasa (20/10/2026) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sumatera Utara memberikan mandat kepada Gunarto Azis sebagai Plt.
Info
Wagirin Arman Golkar Sumut Harus Makin Solid, Jaga Silaturahmi dan Rapatkan Barisan
News
Gedung Kosong di Wek II Jadi Sasaran Operasi Narkoba, Polisi Temukan 5 Bong
News
Tak Tunggu 21 Oktober, Bupati Madina Hentikan PJJ, Siswa Kembali Belajar Tatap Muka
News