Sabtu, 14 Februari 2026

Kepala KPw BI Doddy Zulverdi: Jaga Pasokan Komoditas dan Terus Kendalikan Inflasi

Administrator - Selasa, 21 Maret 2023 15:02 WIB
Kepala KPw BI Doddy Zulverdi: Jaga Pasokan Komoditas dan Terus Kendalikan Inflasi

MedanI Sumut24. CO

Baca Juga:

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Doddy Zulverdi, tetap menjaga pasokan komoditas pangan dan terus mengendalikan kenaikan inflasi khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah atau tahun 2023 ini.

“Kita tetap perlu waspada (inflasi), karena polanya selalu begitu, selalu naik disetiap tahunnya,” kata Doddy Zulverdi dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM), Selasa (21/3/2023) di lantai III Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Lebih lanjut dikatakan Doddy Zulverdi, adapun pola kenaikan inflasi tersebut banyak dipengaruhi pada komoditas pangan, seperti cabe merah, cabe rawit, daging ayam, beras dan bawang merah.

Sedangkan, diluar komoditas pangan, ada juga angkutan udara yang naiknya cukup tinggi, tarif angkutan darat.

“Nah, ini belum kita antisipasi, tapi kita persiapkan baik pangan dan non pangan. Maka, dalam upaya antisipasi naiknya inflasi khusunya menjelang hari besar keagamaan ini, Bank Indonesia sejak beberapa bulan terakhir meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak,” ujar Doddy Zulverdi.

Lebih lanjut, disebutkan Doddy Zulverdi, dalam upaya antisipasi kenaikan inflasi secara umum (bukan hanya karena menjelang Ramadhan – Idul Fitri), Bank Indonesia sudah memperkuat melalui suatu gerakan yang dilakukan sejak tahun lalu, yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Diketahui, pada wilayah Sumatera, penguatan GNPIP difokuskan melalui optimalisasi digital farming sisi hulu dan perluasan KAD (Kerjasama Antar Daerah) secara terintegrasi.

“Ini sebenarnya bagian dari roadmap atau pelaksanaan tugas TPID yang sudah ada, cuman kita fokuskan pada beberapa program. Untuk tahun 2023 ini kami sudah sepakat dengan berbagai pihak akan fokus secara garis besar di 7 bidang,” serunya.

Nah, paparnya, ada 7 program besar yakni optimalisasi operasi pasar, penguatan ketabahan komoditas pangan strategis melalui gerakan budidaya pangan, replika best practice klaster pangan, hilirisasi produk pertanian dan perluasan pupuk organik.

Program berikutnya, peningkatan pemanfaatan alsintan dan sarana prasarana produksi, penguatan KAD, fasilitas distribusi pangan, penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi dan data pangan terakhir penguatan koordinasi dan komunikasi melalui penguatan capacity bulding, peningkatan konsumsi produk olahan dan diversifikasi pangan, penguatan koordinasi kelembagaan dan penguatan pengendalian ekspektasi.

“Karena memang pangan ini harganya cukup bergejolak, langsung mempengaruhi kesejehtaraan masyarakat terutama golongan bawah, maka kita perlu fokus disini,” tandasnya.

Adapun, sebelumnya Doddy Zulverdi menyampaikan dibeberapa periode bulan puasa (Ramadhan) dalam 5 (lima) tahun terakhir, inflasi bulanan itu selalu meningkat.

Tercatat sejak tahun 2018 inflasi bulanan (Ramadhan) saat itu naik sekitar 0,22% (mtm), tahun 2019 naik lebih tinggi 0,69%. Nah, di tahun 2020 inflasi berada di 0,43% dan di 2021 diangka 0,22%. Sedangkan, di tahun 2022 kenaikan mencapai 1,40%.

Bagaimana di tahun 2023, diakuinya, data terakhir Februari 2023 inflasi masih turun.”Kita ingin tahu bulan 3 dan 4 (Maret – April 2023) dimana ada bulan puasa dan lebaran, indikasi akan naik tapi belum terlalu tinggi tetapi kita tetap perlu waspada,” ujar Doddy Zulverdi. (red-1)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sidang Prapid Ke III Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan, Hakim PN Medan Minta Termohon Hadirkan Tersangka DPO Kasus Pengeroyokan
Aparat Diduga Tutup Mata, Galian C Ilegal di Sungai Serdang Marak, Jembatan Terancam Ambruk
Jembatan Armco Baru Dibangun TNI-AD di Desa Bair Tapteng Roboh Diterjang Banjir
Bupati Asahan Hadiri Penanaman Jagung Perdana Program Ketahanan Pangan
Tanpa Sebab, Erwin Dianiaya Kakak Beradik Ninok dan Nardi Hingga Bonyok
Sergai Posisi Pertama Luas Panen dan Produksi Padi di Sumut, Darma Wijaya: “Berkat Dukungan Berbagai Pihak”
komentar
beritaTerbaru