Kamis, 14 Mei 2026

Megawati: Rekomendasi Cagubsu Dari Saya

Administrator - Rabu, 19 Juli 2017 14:57 WIB
Megawati: Rekomendasi Cagubsu Dari Saya

MEDAN|SUMUT24

Baca Juga:

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Megawati Soekarnoputri, belum mau berbicara tentang sikap PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilgubsu dan Pilkada yang akan digelar di 8 Kab/Kota di Sumatera Utara pada 2018 mendatang. Hal itu tergambar, saat Bu Mega menyampaikan pidatonya dalam rangka peresmian Rumah Rakyat dan Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, serta Musholla At Taufiq di Jalan Djamin Ginting Medan, Selasa (17/7).

Terkait dengan Pilgubsu dan Pilkada di Sumut, Bu Mega hanya mewanti-wanti seluruh kadernya, untuk tidak percaya dengan orang-orang yang mengaku kenal dekat dan telah mendapat restu dari dirinya (Megawati,red), untuk maju dalam Pilgubsu maupun Pilkada di Sumut. Meski dirinya mengaku calon gubsu, dan sudah berfoto serta bersalaman dengan Bu Megawati, tapi belum tentu mendapat restu untuk maju pada pilgubsu 2018 mendatang. “Perlu diperhatikan tanda tangan saya. Jangan-jangan dipalsukan. Jangan karena bersalaman dan berfoto dengan saya, sudah berarti mendapat restu dari saya,” tegas Bu Mega.

“Satu-satunya restu yang diberikan itu adalah dalam bentuk rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan,” tegas Bu Mega yang langsung disambut aplaus dari ribuan kader PDI Perjuangan yang datang dari seluruh Sumatera Utara di acara tersebut.

Disini untuk internal, kata Bu Mega, tolong diingat kalau ada orang yang mengaku ketemu dan mengatakan telah mendapat restu darinya, itu adalah bohong.

Dalam pidatonya saat itu, Bu Mega juga mewanti-wanti seluruh kader PDI Perjuangan, untuk mewaspadai adanya oknum-oknum yang coba-coba meminta uang dengan memakai namanya.

“Saya sudah bilang kemana-mana, akan saya cari orang itu dan akan saya masukin penjara. Hati hati ho,” tegas Bu Mega dalam pesannya.

Pemilu Pilkada, lanjutnya, adalah untuk mencari orang yang pintar. Karenanya, dalam mengahadapi Pilkada di Sumut nanti, Bu Mega mengingatkan agar jangan sampai terjadi model Pilkada di Jakarta. Menurutnya, hal tersebut tidak sehat, dan benar-benar membawa SARA.

“Untuk apa sebetulnya. Saya sudah bilang bahwa kita ini mencari pemimpin pemerintahan, orang yang bagus untuk melayani rakyat dengan baik, dan dengan kepintarannya, dengan kecerdasannya dan dedikasinya,” ungkapnya.

“Jangan dirusak kedamaian itu hanya karena membawa SARA. Kita butuh orang lain, dan hidup berdampingan secara damai,” pesan Megawati. (W01)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
JPU Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Prabowo: Rp10 Triliun Denda dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan Diserahkan ke Negara
Profil Irjen Pol Pipit Rismanto, Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Barat
DPR RI Terima PB PGRI, Bahas Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Guru di Indonesia
Nurul Arifin Tekankan Perlindungan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
komentar
beritaTerbaru