Rabu, 13 Mei 2026

Setiap Polisi Bertugas Diberi Senpi

Administrator - Jumat, 07 Juli 2017 01:50 WIB
Setiap Polisi Bertugas Diberi Senpi

MEDAN | SUMUT24 Ancaman dan aksi teror yang dialami petugas Kepolisian menjadi catatan penting bagi petinggi Polri di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Baca Juga:

Guna mengantisipasi penyerangan susulan terhadap petugas yang berdinas, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si mengaku akan memberikan senjata api bagi setiap petugas kepolisian yang berdinas di lapangan.

“Saya sudah sampaikan kepada Kabid Propam mengenai rencana ini. Nantinya, setiap petugas yang berada di lapangan akan dibekali senjata api,” ungkap Irjen Rycko, Kamis (6/7).

Kapolda mengatakan, ancaman teror dan aksi teror ini nyata dan semakin meluas. Di Sumatera Utara sendiri, sambung Irjen Rycko, masih ada bibit-bibit pelaku teror yang kerap menyebarkan paham radikal.

“Jaringan yang ada di sini (Sumatera Utara) itu ada yang terstruktur dan ada yang tidak terstruktur. Seperti dua pelaku yang menyerang Mapolda kemarin, mereka itu adalah kelompok kecilnya,” terang Irjen Rycko.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, meskipun aksi teror dan pelaku teror masih ada di Sumatera Utara, ia meminta petugas kepolisian untuk tidak takut terhadap para pelaku. Sudah seharusnya, kata Irjen Rycko, para pelaku itulah yang takut dengan polisi.

“Kita (polisi) ini adalah perwakilan yang merepresentasikan simbol negara. Untuk itu, negara tidak boleh takut dengan terorisme,” tegasnya.

Selain itu Rycko juga memiliki penilaian tersendiri dalam memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi anggota Brimob yang menembak mati terduga teroris.

Kata Irjen Rycko, salah satu penilaian utama pemberian kenaikan pangkat luar biasa ini karena kesigapan petugas yang berdinas.

“Petugas yang saat kejadian berada di lokasi sudah bertindak responsif melumpuhkan teroris dalam waktu yang cepat. Padahal, saat kejadian itu lokasi sangat minim penerangan dan kondisi cuaca tengah hujan,” ungkap Irjen Rycko usai memimpin apel kenaikan pangkat di Lapangan KS Tubun Polda Sumut, Kamis (6/7).

Penilaian lain, kata Irjen Rycko, karena keterampilan petugas dalam menggunakan senjata. Itu dibuktikan dengan teknik melumpuhkan tersangka usai menyerang almarhum Ipda (anumerta) Martua Sigalingging.

“Ini menunjukkan kesiapsiagaan dan keterampilan petugas yang berjaga. Dimana, peluru yang mengenai pelaku berada di tangan dan kaki,” ungkap jenderal bintang dua ini.

Adapun ketiga Brimob yang dapat kenaikan pangkat luar biasa yakni Bripka Novendri Sinaga, Bripka Junaidi Karo dan Baraka Lomo Parulian Simanjuntak. Kemudian, turut pula mendapatkan penghargaan Brigadir Erbi Ginting. Polda Sumut juga mengundang keluarga Alm Ipda (An) M. Sigalingging untuk secara resmi menerima Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi almarhum.

Selepas pemberian kenaikan pangkat luar biasa, para petugas Brimob itu tampak tersenyum bangga. Mereka memegang sebuah map putih yang diberikan langsung oleh Kapolda. (W08)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Gerak Cepat Rico Waas atasi Polemik Tunggakan SPP, Orang Tua Siswa: Sudah Clear, Biaya Ditanggung Pemko Medan
Diikuti Pelari dari 33 Negara, Trail of The Kings by UTMB 2026 Siap Ramaikan Danau Toba
Rico Waas Tegaskan Perang Melawan Judi Online di Acara "Gass Pol Tolak Judol" Komdigi
Miliki Potensi Besar, Medan Terus Tumbuh Menjadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi
Wagub Sumut Apresiasi Dedikasi Kepala Perwakilan BKKBN Selama Bertugas di Sumut
Sumut Corpu Resmi Diluncurkan, Wagub Surya Dorong Budaya Belajar Jadi Identitas ASN
komentar
beritaTerbaru