Ratusan Pelajar SD dan SMP Deli Serdang Ikuti Turnamen Catur Tingkat Kabupaten
Ratusan Pelajar SD dan SMP Deli Serdang Ikuti Turnamen Catur Tingkat Kabupaten
kotaMEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Irjen Pol Paulus Waterpauw yang akan menggantikan posisi Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel sebagai Kapolda Sumut, diingatkan untuk dapat menangani situasi keamanan dengan cermat. Pasalnya,letak geografis dan kondisi masayrakat Sumut dengan Papua, jauh berbeda.
“Tak mudah bagi Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk menangani keamanan di Sumut. karena, Sumut sangat berbeda dengan Papua. Sementara, selama ini Irjen Paulus Waterpauw lebih banyak bertugas di Papua, sehingga jam terbangnya sebagai polisi yang berkemampuan dalam berbagai situasi dapat dikatakan masih terbatas,” kata Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada SUMUT24, melalui pesan WhatAppsnya, Selasa (4/7).
Menurut Neta, Papua dengan jumlah penduduk yang sangat terbatas dan dengan wilayah yang sangat luas, tentu jauh berbeda dengan Sumut. Dimana, persoalan ancaman gangguan keamanan sangat kompleks. Jumlah penduduknya yang cukup banyak, dengan pendidikan yang cukup bagus, tentu pendekatan yang harus dilakukan oleh Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai Kapoldasu, berbeda dengan pendekatan saat menjabat sebagai Kapolda Papua.
“Apalagi, Sumut masuk dalam lima besar daerah rawan kejahatan di indonesia. Kesalahan melakukan pendekatan ke masyarakat, dan kesalahan penanganan sistem keamanan yang dilakukan Irjen Pol Paulus Waterpauw akan dapat menjadi bumerang bagi Polda Sumut,” sebutnya.
Untuk itu, lanjut Neta S Pane, dalam bulan pertama bertugas menjadi Kapoldasu, Irjen Paulus Waterpauw perlu melakukan pendekatan kepada tokoh tokoh dan elemen masyarakat untuk berdialog dan sama sama menjaga keamanan. Selain itu, Irjen Paulus Waterpauw juga diminta harus mau mendengar aspirasi masyarakat Sumut.
“Setelah itu sebagai Kapolda, Irjen Paulus Waterpauw perlu segera membangun sikap disiplin semua jajaran Polda Sumut. Agar tercipta polisi yang profesional, proporsional dan independen,” terangnya.
Soal terjadinya penyerangan teroris di Mapoldasu baru-baru ini, kata Neta, harus menjadi gambaran untuk meningkatkan disiplin anggota polri. Kasus penyerangan yang dilakukan oleh teroris ini, lanjutnya, menjadi catatan hitam yang tidak boleh terulang lagi. Untuk jenis kejahatan yang lain yang terjadi di Sumut, sambungnya, hampir sama dengan wilayah lain. Yakni, penyalahgunaan narkoba, curanmor, kejahatan bersenjata api, dan kejahatan dengan kekerasan lainnya. Maraknya perjudian togel, harus menjadi perhatian, dan perang terhadap togel harus segera dilakukan. karena, togel memberi kontribusi yang signifikan terhadap angka kejahatan di Sumut.
“Untuk mengatasi semua itu, Irjen Pol Paulus Waterpau perlu segera melakukan konsolidasi di jajaran Polda Sumut, dan bersikap tegas dalam menghadapi oknum oknum yang tidak disiplin. Agar disiplin Kepolisian di Sumut bisa berdiri tegak,” ujar Neta S Pane.(W01)
Ratusan Pelajar SD dan SMP Deli Serdang Ikuti Turnamen Catur Tingkat Kabupaten
kota
Ketua TP PKK Deli Serdang Tutup Turnamen Catur Pelajar, Berikut Daftar Para Pemenang
kota
Tekan Pengangguran, Deli Serdang Buka Ratusan Peluang Kerja Lewat Job Fair
kota
Bupati Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Sanksi Berat Bagi ASN Terlibat
kota
Kolaborasi Pemkab dan PT Galatta Hadirkan Gedung Rawat Inap Baru RSUD Pancur Batu
kota
Pertama di Sumut, Kadus di Deli Serdang Terima Insentif Pemungutan Pajak
kota
Bupati dan Wakil Bupati Tampung Aspirasi Petani dan Peternak di Percut Sei Tuan
kota
DPAC Pendawa Kecamatan Patumbak Gelar Rapat Kerja di Maripro, Deli Serdang
kota
Tindak Tegas Knalpot Brong, Polres Samosir Musnahkan 117 Knalpot Hasil Razia
kota
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
kota