Rabu, 13 Mei 2026

Ketua IPW : Sumut Beda Papua, Kapoldasu Harus Cermat

Administrator - Selasa, 04 Juli 2017 12:58 WIB

MEDAN|SUMUT24

Baca Juga:

Irjen Pol Paulus Waterpauw yang akan menggantikan posisi Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel sebagai Kapolda Sumut, diingatkan untuk dapat menangani situasi keamanan dengan cermat. Pasalnya,letak geografis dan kondisi masayrakat Sumut dengan Papua, jauh berbeda.

“Tak mudah bagi Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk menangani keamanan di Sumut. karena, Sumut sangat berbeda dengan Papua. Sementara, selama ini Irjen Paulus Waterpauw lebih banyak bertugas di Papua, sehingga jam terbangnya sebagai polisi yang berkemampuan dalam berbagai situasi dapat dikatakan masih terbatas,” kata Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada SUMUT24, melalui pesan WhatAppsnya, Selasa (4/7).

Menurut Neta, Papua dengan jumlah penduduk yang sangat terbatas dan dengan wilayah yang sangat luas, tentu jauh berbeda dengan Sumut. Dimana, persoalan ancaman gangguan keamanan sangat kompleks. Jumlah penduduknya yang cukup banyak, dengan pendidikan yang cukup bagus, tentu pendekatan yang harus dilakukan oleh Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai Kapoldasu, berbeda dengan pendekatan saat menjabat sebagai Kapolda Papua.

“Apalagi, Sumut masuk dalam lima besar daerah rawan kejahatan di indonesia. Kesalahan melakukan pendekatan ke masyarakat, dan kesalahan penanganan sistem keamanan yang dilakukan Irjen Pol Paulus Waterpauw akan dapat menjadi bumerang bagi Polda Sumut,” sebutnya.

Untuk itu, lanjut Neta S Pane, dalam bulan pertama bertugas menjadi Kapoldasu, Irjen Paulus Waterpauw perlu melakukan pendekatan kepada tokoh tokoh dan elemen masyarakat untuk berdialog dan sama sama menjaga keamanan. Selain itu, Irjen Paulus Waterpauw juga diminta harus mau mendengar aspirasi masyarakat Sumut.

“Setelah itu sebagai Kapolda, Irjen Paulus Waterpauw perlu segera membangun sikap disiplin semua jajaran Polda Sumut. Agar tercipta polisi yang profesional, proporsional dan independen,” terangnya.

Soal terjadinya penyerangan teroris di Mapoldasu baru-baru ini, kata Neta, harus menjadi gambaran untuk meningkatkan disiplin anggota polri. Kasus penyerangan yang dilakukan oleh teroris ini, lanjutnya, menjadi catatan hitam yang tidak boleh terulang lagi. Untuk jenis kejahatan yang lain yang terjadi di Sumut, sambungnya, hampir sama dengan wilayah lain. Yakni, penyalahgunaan narkoba, curanmor, kejahatan bersenjata api, dan kejahatan dengan kekerasan lainnya. Maraknya perjudian togel, harus menjadi perhatian, dan perang terhadap togel harus segera dilakukan. karena, togel memberi kontribusi yang signifikan terhadap angka kejahatan di Sumut.

“Untuk mengatasi semua itu, Irjen Pol Paulus Waterpau perlu segera melakukan konsolidasi di jajaran Polda Sumut, dan bersikap tegas dalam menghadapi oknum oknum yang tidak disiplin. Agar disiplin Kepolisian di Sumut bisa berdiri tegak,” ujar Neta S Pane.(W01)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rico Waas Terima Kunjungan UNDP, Bahas Pengelolaan Sampah dan Penguatan Digitalisasi
Upaya Memperkuat Penegakan Hukum Perpajakan Melalui Audiensi Pimpinan Kemenkeu Sumut dengan Kepala Kejati yang Baru
Penandatanganan Nota Kesepahaman BPS Kabupaten Solok dengan STAI Solok Nan Indah dan STIE El Hakim Solok.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.HI, Mengukuhan Pengurus FK3S Kabupaten Solok Periode 2026–2031.
Ratusan Pelajar SD dan SMP Deli Serdang Ikuti Turnamen Catur Tingkat Kabupaten
Ketua TP PKK Deli Serdang Tutup Turnamen Catur Pelajar, Berikut Daftar Para Pemenang
komentar
beritaTerbaru