Polsek Delitua Tembak Spesialis Curanmor Berulang Kali Beraksi di Medan Johor
Polsek Delitua Tembak Spesialis Curanmor Berulang Kali Beraksi di Medan Johor
kota
MEDAN I Sumut24.co Manajemen PT.Dhirga Surya mengaku belum dapat menyediakan beras untuk kebutuhan masyarakat secara merata. Karena Industri Penggilingan Padi dan Penyosohan yang mereka usahai sekarang ini belum dapat berproduksi maksimal. PT.Dhirga Surya membutuhkan alat pemanen padi dan armada untuk mengangkut padi langsung dari sawah petani. Direktur Utama (Dirut) PT.Dhirga Surya Isfan F.Fachruddin, mengatakan itu saat ditemui wartawan, Selasa (24/1). Didampingi Manejer Produksi Unit Beras Ahmad Parlindungan Batubara dan Direktur Operasional (Dirop) Budi Hartoyo, Isfan Fachruddin, menceritakan tentang perkembangan dari unit usaha Penggilingan Padi dan Penyosohan yang dikelola pihaknya saat ini. Unit usaha itu berada di Jl. Gereja, Desa Kota Galuh, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai (Sergai). Kata Isfan Fachruddin, untuk mendukung pengadaan beras yang baik, pihaknya kini telah memiliki mesin pengolahan padi menjadi beras. Kapasitas mesin sebanyak 30 ton per sekali penggilingan. Dengan kapasitan itu, kata Isfan, pihaknya menargetkan produksi sebanyak 300 ton per bulan. ‘’Namun target itu belum tercapai, karena kami masih kesulitan dalam memasok gabah sebagai bahan baku,’’ katanya. Dikatakan Isfan, minimnya pasokan bahan baku, bukan dikarenakan sulitnya mencari gabah dari petani. Tapi, karena fluktuasi (perubahan ) harga yang sangat tidak menentu. Hal itu disebabkan biaya panen yang dikeluarkan para petani juga masih tidak menentu. Kata Isfan, umumnya petani di Kab. Sergai dan Deliserdang, saat memanen padi selalu menyewa alat pemanen (traktor, mesin perontok padi) dari pihak lain. Umumnya mereka adalah para pedagang beras. Karena sewa alatnya mahal, akibatnya petani, menjual hasil panen mereka kepada pemilik alat pemanen. ‘’Akhirnya, kita sulit membeli dari petani. Kalaupun ada, harganya sudah sangat tinggi,’’ ucapnya. Karena itu, menurut Isfan, PT.Dhirga Surya membutuhkan alat-alat panen dan armada yang dapat mengangkut langsung hasil panen petani. Dengan begitu pihak kilang padi bisa membantu petani memanen, dan langsung membeli padi dari lahan petani. ‘’Kalau sekarang kita tidak bisa membeli langsung. Harus melalui perantara, dan harganya tidak stabil,’’ sebutnya. Tentang bahan baku padi, menurut Isfan, sebenarnya tersedia dengan sangat cukup. Untuk memenuhi target produksi 300 ton per bulan, cukup dari petani sekitar Sergai dan Deliserdang saja. ‘’Persoalan mendasarnya hanya pada harga gabah dari petani yang sangat fluktuasi,’’ sambungnya. Untuk menyediakan peralatan panen dan transportasi, disebutkan Isfan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar. Pihaknya sangat berharap, dalam tahun ini, pihaknya mendapatkan lagi dana dalam bentuk penyertaan modal dari Pemprovsu. ‘’Kalau tentang prospek, usaha ini sangat menjanjikan. Karena berfungsi juga sebagai system resi gudang, yang dapat menstabilkan harga, baik di tingkat petani maupun untuk konsumen,’’ tambahnya.red
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polsek Delitua Tembak Spesialis Curanmor Berulang Kali Beraksi di Medan Johor
kota
Dari Lengkong, Kita Belajar Arti Kemerdekaan
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi melepas rombongan kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten
News
Remaja Taman Setia Budi Indah Gelar Tasbih Bazar Kemerdekaan, Puluhan Lomba Ramaikan HUT ke81 RI.
kota
sumut24.co MEDAN, Remaja Taman Setia Budi Indah menggelar Tasbih Bazar Kemerdekaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdeka
kota
Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari
News
Polsek Beringin Amankan 3 Orang Remaja Diduga Kawanan Geng Motor Bersenjata
kota
sumut24.co ASAHAN, Limbah makanan yang selama ini kerap menjadi masalah lingkungan, kini berhasil diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara khusus mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) unt
News
sumut24.co JakartaIndustri keuangan syariah nasional mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai aset menembus Rp 3.1
Ekbis