Keluarga Jogja di Medan Bagikan Ribuan Takjil di Depan Manhattan Mall
Medan Sumut24.coPaguyuban Keluarga Jogja di Medan kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan ribuan takjil kepada masyarakat yang mel
News
Jakarta | SUMUT24
Baca Juga:
- Keluarga Jogja di Medan Bagikan Ribuan Takjil di Depan Manhattan Mall
- Drama Panjang KONI Padangsidimpuan Berakhir, Kursi Ketua KONI Padangsidimpuan Akhirnya Jatuh ke Hasanuddin Sianipar Resmi Pimpin Periode 2026–2030
- Sentuhan Kemanusiaan di Balik Jeruji: Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Bagikan Takjil untuk Para Tahanan
Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan pemerintah tetap menempuh jalur hukum melalui pengadilan terkait pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Karena itu, ia mengajak semua pihak menunggu proses hukum tersebut.
“Seperti juga yang Anda baca, prosesnya itu nanti lewat hukum, pengadilan. Saya bicara sebelumnya juga dengan Pak Wiranto juga. Bahwa itu prosesnya pembubaran HTI proses hukum,” kata JK.
JK mengatakan, paham yang dijalankan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah kekhalifahan. Jika itu yang terjadi, kata JK, maka Indonesia kembali kepada konsep masa lalu.
“Di zaman itu, kepala pemerintahan sama juga merangkap pimpinan agama, seperti zaman Umayyah, Khalifah, Abbasiyah, dan Ottoman. Jadi semacam lintas batas. Padahal sekarang ini sudah jelas. Negara itu punya ketentuan-ketentuan sendiri. Jadi paham itu memang tidak sesuai dengan konsep kenegaraan yang kita anut sekarang ini,” ucap JK di kantornya, Jakarta, Selasa (9/5).
JK menjelaskan, yang salah apabila menggabungkan dua kepemimpinan yakni agama dan pemerintahan dengan tanpa batas. Ia mengaku, jika HTI berlandaskan agama saja, tidak masalah.
“Semua agama juga punya rasa universal. Katakanlah paham Syiah itu kan berpusat di Iran, Katolik di Vatikan. Jadi ikut apa yang disampaikan di sana. Juga banyak orang Islam yang ikut fatwa-fatwa dari ulama-ulama, katakanlah di Mekah. Tapi kalau kenegaraan tidak boleh,” beber JK.
Atas dasar itulah, ia mengatakan, pemerintah menilai HTI tidak sesuai dengan Pancasila. “Begitu kan, jadi itu masalahnya. Kalau itu, ya tentu melanggar dan kita tidak setuju,” jelas JK.
Pemerintah, melalui Menko Polhukam Wiranto, mengumumkan pembubaran HTI, Senin 8 Mei 2017.
HTI dinilai menimbulkan benturan di tengah masyarakat. Selain itu, bisa mengancam keamanan dan ketertiban yang membahayakan keutuhan NKRI. (int)
Medan Sumut24.coPaguyuban Keluarga Jogja di Medan kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan ribuan takjil kepada masyarakat yang mel
News
Drama Panjang KONI Padangsidimpuan Berakhir, Kursi Ketua KONI Padangsidimpuan Akhirnya Jatuh ke Hasanuddin Sianipar Resmi Pimpin Periode 202
kota
Sentuhan Kemanusiaan di Balik Jeruji Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Bagikan Takjil untuk Para Tahanan
kota
Aksi Ramadhan Polsek Batunadua Bersama Pemuda dan Mahasiswa, Takjil Dibagikan ke Pengendara
kota
Gerakan Pangan Murah Polri Digelar, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna Bantu Warga Dapat Beras Harga Terjangkau
kota
Aksi Kejarkejaran! Polres Padangsidimpuan Ringkus Residivis Narkoba di di Wek IV
kota
Wabup Madina Atika Azmi Beri Contoh Nyata, Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebun Jagung Guna Tekan Inflasi
kota
Buka Puasa Bersama Ormas dan OKP, Bupati Gus Irawan Ajak Masyarakat Bangkit Pasca Bencana di Tapsel
kota
Rambin Rusak di Sipogu Jadi Sorotan, Bupati Saipullah Nasution Instruksikan PUPR Segera Turun Tangan
kota
Pesan Tegas Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Lantik Pj Sekda Tingkatkan Profesionalisme Dalam Bekerja!
kota