Keluarga Jogja di Medan Bagikan Ribuan Takjil di Depan Manhattan Mall
Medan Sumut24.coPaguyuban Keluarga Jogja di Medan kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan ribuan takjil kepada masyarakat yang mel
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Keluarga Jogja di Medan Bagikan Ribuan Takjil di Depan Manhattan Mall
- Drama Panjang KONI Padangsidimpuan Berakhir, Kursi Ketua KONI Padangsidimpuan Akhirnya Jatuh ke Hasanuddin Sianipar Resmi Pimpin Periode 2026–2030
- Sentuhan Kemanusiaan di Balik Jeruji: Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Bagikan Takjil untuk Para Tahanan
Menjadi seorang jurnalis bukanlah perkara mudah. Ia harus sanggup menembus sumber berita siapapun orangnya. Untuk itu, seorang jurnalis harus memiliki jaringan lobi yang luas untuk bisa menembus narasumber tersebut.
Hal ini seperti yang dikatakan PU/Pimred Harian SUMUT24, Rianto Ahgly SH, saat menjadi pembicara dalam pelatihan jurnalistik yang dibuat Suratkabar Bumantara dengan tema “Satu Hati Menempah Jurnalis Muda Idealis” yang diadakan di R&F Coffe di Jalan Sei Batang Hari Medan, Sabtu (29/1).
Acara ini juga turut menghadirkan beberapa narasumber seperti Tokoh Pers Sumatera Utara As Atmadi, Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sumut, Robinson, Ketua Serikat Perusahaan Suratkabar (SPS) Sumut, Farianda Sinik, Ketua PWI Sumut, Hermansyah, dan Ketua Ombudsman Perwakilan Sumut Abyadi Siregar.
“Jurnalis harus menjalin hubungan intensif dengan orang-orang disekelilingnya, mulai dari teman, masyarakat, kepling, pejabat, dan lainnya, untuk bisa membangun sebuah jaringan. Dari sinilah nanti lobi-lobi untuk menembus narasumber itu bisa dilakukan. Yang pasti seorang jurnalis harus sering bersosialisasi, dan meminta kontak narasumber,” cetus Rianto, dihadapan puluhan peserta pelatihan jurnalistik.
Pria yang akrab disapa Anto Genk itu menambahkan, dalam melobi narasumber seorang jurnalis juga harus pandai mengendalikan emosi, tidak mudah tersinggung, dan gigih mencari sumber-sumber alternatif lainnya.
“Lain cerita jika kita sudah bertemu narasumber langsung, namun narasumber itu diam atau tak mau menjawab ketika ditanya, maka kita tetap bisa membuat berita tersebut,” katanya.
Hal senada juga dikatakan As Atmadi. Menurutnya, jurnalis itu bekerja pakai kaki, artinya seorang jurnalis itu harus turun langsung ke lapangan untuk melihat kebenaran fakta itu sendiri.
“Membuat berita itu harus berdasarkan fakta, jadi seorang jurnalis tidak boleh membuat berita hanya karena mendengar dari orang lain, tetapi ia harus turun langsung melihat faktanya,” ujarnya. (W07)
Medan Sumut24.coPaguyuban Keluarga Jogja di Medan kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan ribuan takjil kepada masyarakat yang mel
News
Drama Panjang KONI Padangsidimpuan Berakhir, Kursi Ketua KONI Padangsidimpuan Akhirnya Jatuh ke Hasanuddin Sianipar Resmi Pimpin Periode 202
kota
Sentuhan Kemanusiaan di Balik Jeruji Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Bagikan Takjil untuk Para Tahanan
kota
Aksi Ramadhan Polsek Batunadua Bersama Pemuda dan Mahasiswa, Takjil Dibagikan ke Pengendara
kota
Gerakan Pangan Murah Polri Digelar, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna Bantu Warga Dapat Beras Harga Terjangkau
kota
Aksi Kejarkejaran! Polres Padangsidimpuan Ringkus Residivis Narkoba di di Wek IV
kota
Wabup Madina Atika Azmi Beri Contoh Nyata, Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebun Jagung Guna Tekan Inflasi
kota
Buka Puasa Bersama Ormas dan OKP, Bupati Gus Irawan Ajak Masyarakat Bangkit Pasca Bencana di Tapsel
kota
Rambin Rusak di Sipogu Jadi Sorotan, Bupati Saipullah Nasution Instruksikan PUPR Segera Turun Tangan
kota
Pesan Tegas Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Lantik Pj Sekda Tingkatkan Profesionalisme Dalam Bekerja!
kota