Agung S Pratama Korban Penggelapan Mobil Miliknya Minta Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku
Medan sumut24.co Mujur tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kondisi ini yg dialami, Agung Septia Pratama warga Jln Alumunium I
Hukum
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Meski belum ada satu nama pun yang dipastikan maju dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut pada 2018 mendatang, seperti apa kriteria sosok Gubsu kedepan yang diharapkan mulai muncul kepermukaan. Kali ini, calon Gubenur Sumatera Utara itu dikatakan adalah harus orang Sumatera Utara asli. Artinya,sosok itu adalah harus orang Sumut, bukan orang numpang lewat di Sumut. Kemudian, sosok itu adalah orang yang mengerti tentang Sumut, sehinga tahu apa yang menjadi prioritas pembangunan di Sumut. Dan yang terpenting sosok Gubsu kedepan itu adalah clean and clear.
“Jadi, visi dan misinya itu atas pemahaman terhadap kondisi di Sumatera Utara. Kita mau Sumut ini berubah,” ujar Anggota DPRD Sumut Muslim Simbolon MA kepada SUMUT24, Kamis (27/4).
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil V Sumatera Utara ini juga menuturkan, bahwa calon Gubsu kedepan itu haruslah orang yang punya komitment yang kuat untuk memajukan Sumut. Hal itu dikarenakan, Sumatera Utara di pulau Sumatera ini, bisa dikatakan tertinggal jika dibandingkan dengan Aceh, Sumatera Barat, dan Palembang, dari sisi apa saja.
“Untuk melaksanakan beberapa poin tadi, sosok Gubsu kedepan itu harus bebas dari permasalahan. Bukan hanya tidak tersandera oleh kasus hukum, akan tetapi juga bebas dan tidak terlibat dalam permasalahan hukum yang terjadi di Sumut. Harus clean and clear,†terangnya.
Kita ingin berbenah dengan semangat pemberantasan korupsi. Dan kita juga ingin memperbaiki wajah Sumut, serta mengembalikan citra Sumut. Tentunya, hal itu bisa didapat kalau sosok Gubernur kedepan itu clean and clear. Dan kriteria sosok Gubsu yang terakhir menurutnya adalah sosok yang harus memiliki dukungan partai yang kuat. Karena, kalau sosok itu memiliki kriteria yang diharapkan, tapi tidak mendapat dukungan partai yang kuat, tentunya tidak akan mendapat dukungan.
Muslim juga menerangkan, bahwa tantangan Sumut kedepan akan semakin kompleks, baik itu dari pembangunan infrastruktur maupun dengan birokrasi. Karenanya, sosok Gubsu itu adalah orang yang memiliki pengalaman yang cukup tentang Sumut, dan punya komitment yang kuat.
“Jadi, untuk menjawab kompleksitas yang sedang terjadi di Sumut, harus dilakukan oleh orang yang berani, tegas dan punya komitmen yang kuat,” ujarnya.
Selain kriteria diatas, sambungnya, sosok Gubsu kedepan itu juga adalah orang yang punya networking yang kuat di pemerintahan pusat. Karena, apapun ceritanya harus punya networking. Kalau hanya berharap APBD Sumut yang PAD nya hanya sekitar Rp3,6 Triliun bagaimana mungkin bisa membangun Sumut, dengan uang sebesar itu.
“Selain itu, sosok itu juga harus orang yang memiliki jaringan koneksi, termasuk dalam melibatkan pihak swasta,” ujarnya.
Soal namanya disebut sebut sebagai sosok yang cocok dan pantas jika PAN dihitung sebagai Wakil, dikarenakan nama Muslim Simbolon, cukup dikenal di seluruh wilayah Sumut, Muslim menuturkan bahwa hal itu sah-sah saja. Karena, siapapun masyarakat Sumut ini, berhak untuk maju atau dicalonkan.
“Tapi itu semua kan harus mengukur baju juga kan,” sebutnya. Baginya, ada 3 syarat untuk maju. Pertama, harus melihat bagaimana kapasitas orangnya. Kedua, bagaimana networking atau jaringanya, dan yang ketiga adalah akseptabilitasnya diterima masyarakat atau tidak.
“Kalau saya dibilang cocok untuk maju, itu sah sah saja. Orang yang tidak punya partai politik saja maju, apalagi saya politisi,” katanya.
“Siapa saja anak bangsa ini, silahkan maju. Tapi harus memiliki komitmen, dan juga berdasarkan bukti survey. Karena, siapa pun yang mau maju, pastilah mau menang,” tambahnya.
Melihat beberapa kriteria calon Gubsu kedepan yang disebut Muslim Simbolon diatas, seperti sosok Gubsu kedepan itu adalah sosok yang mengerti Sumut dan mengetahui Sumut. Apakah, hal itu berarti sosok Cagubsu kedepan itu adalah sosok yang mempunyai laatarbelakang sebagai legislatif. Karena sebagai wakil rakyat, tugas legislatif itu bergelut dan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Sumut.
Menanggapi hal ini, Muslim Simbolon yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut ini menuturkan, bahwa seluruh politisi yang duduk di DPRD Sumut adalah etalase kader terbaik partai politik.
Sebagaimana demokrasi Indonesia, partai politik itulah yang punya hak untuk mengajukan para calon. Tentu secara rasional, pastilah partai politik itu mengajukan calon dari kadernya di DPRD Sumut. (W01)
Medan sumut24.co Mujur tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kondisi ini yg dialami, Agung Septia Pratama warga Jln Alumunium I
Hukum
Hingga H1 Hari Kemerdekaan RI ke81, Jasa Marga Catat Lebih Dari 400 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Sebanyak 1.360 Peserta, Semarakkan Road to Police Women Run 2026
kota
Hasto Kristiyanto Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir Harus Menjadi Rumah Rakyat
kota
BARAPAKSI Soroti Kelayakan SPPG di Medan Diduga 80 Persen Tak Penuhi Syarat Pengelolaan Limbah
kota
Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution Silaturahmi Kemerdekaan Perkuat Kebersamaan Guru dan Majukan Pendidikan
kota
HUT RI ke81, Ketua Umum PP TPI Prof. Ismet Danial Nasution Dorong Sekolah dan Madrasah Entrepreneur Berbasis Religius
kota
Medan sumut24.co Warga Komplek Perum Jalan Paku Lingkungan VII, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan memeriahkan HUT RI ke
kota
Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo
kota
MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 resmi dibuka oleh Musa Rajekshah
News