PAKPAK BHARAT|SUMUT24
Baca Juga:
Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Dairi yang melaksanakan proyek pembangunan jalan di Desa Kuta Jungak, Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, tidak profesional dan terkesan asal jadi.
Beberapa badan fisik proyek sangat membahanyakan, akibat dasar bangunan beronjong sudah tergerus oleh air akibat beronjong dibuat di atas tanah gembur/lunak.
Terkuaknya proyek asal siap tanpa mengutamakan kualitas yang ditangani UPT Dairi, saat warga yang bekerja di proyek tersebut merasa prihatin dengan kondisi proyek yang ikut mereka kerjakan.
Menurut pekerja, pelaksanaan proyek yang ditangani UPT Dairi baru saja selesai dikerjakan, tetapi sudah banyak yang kopak kapik (hancur). Dimana item proyek yang sudah rusak parah, antara lain tembok penahan, parit semen, beronjong penahan pinggiran bahu jalan, juga pengaspalan.
Bahkan pembuatan tembok di pinggir drenase dengan ketinggian lebih kurang 80 cm dan ketebalan tembok berpariasi, mulai dari ketebalan 7 cmsampai 15 cm.
Sembarin mengatakan, selaku warga di desa ini sangat mengharapkan agar masalah ini segera diusut dan harus dipertanggungjawabkan oleh UPT Dairi, agar kedepan proyek-proyek dari Dinas Bina Marga Provsu ini bisa jadi contoh bagi proyek di daera ini†singkat Pak Padang.
Usman Sinamo Ketua DPP – LSM Komnas Ham Kabupaten Pakpak Bharat, Minggu (26/2) menuding bahwa pelaksanaan proyek tersebut serat indikasi KKN.
“Proyek ini sudah semestinya di laporkan ke pihak penegak hukum, agar pihak terkait dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Sembarin usman mengajak warga agar jangan takut-takut jika mengetahui ada proyek di Kabupaten Pakpak Bharat yang amburadul semestinya dilaporkan saja baik ke para awak media (PERS) juga LSM, maupun langsung ke pihak penegak hukum.(js)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News