Sumut Corpu Resmi Diluncurkan, Wagub Surya Dorong Budaya Belajar Jadi Identitas ASN
sumut24.co MedanWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) terus belajar dan meningk
News
TOBASA I SUMUT24 Usai dipanggil tiga kali oleh Polres Tobasa, Plt Sekdakab Tobasa, Drs Arifin Silaen yang dilantik pada (5/2) lalu, menjadi Asisten III dan dipercayakan sebagai Plt SekdakabToba Samosir, pada Sabtu (25/2) telah mengundurkan diri. Bahkan pada hari itu juga hengkang meninggalkan rumah dinas yang baru tiga hari dihuninya.
Baca Juga:
Pengunduran diri Drs Arifin Silaen sebagai Plt Sekdakab dilakukan dengan terpaksa, sekaitan dengan adanya pemeriksaan pihak Polres Tobasa, yang diduga ada dua kasus melilit dirinya. Diantaranya, dugaan menerima gratifikasi jual beli tanah semasa jabatannya sebagai Camat Kecamatan Ajibata. Kasus penyalahgunaan retribusi pasar pada masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.
Menurut informasi yang dihimpun SUMUT24 di Balige, Drs Arifin Silaen telah menerima tiga kali panggilan dari pihak Polres Tobasa. Panggilan pertama, Drs Arifin Silaen diminta untuk hadir di Polres Tobasa pada Senin (20/2) kemarin. Pemanggilan kedua untuk hadir Rabu (22/2). Panggilan ketiga disampaikan untuk hadir Jumat (24/2). Dan diingatkan, jika tidak dipenuhi akan dijemput paksa.
Kapolres Toba Samosir AKBP Jidin Siagian yang dihubunghi SUMUT24 Sabtu 25/2, mengatakan, “saya belum tau dan belum, menerima laporan tentang hasil pemeriksaan, silahkan saja menghubungi Kasat Reskrim,” ujar Jidin.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Toba Samosir AKP Manson Nainggolan, SH, MSi yang dihubungi SUMUT24 pada Minggu (26/2) melalui saluran telepon selular, membenarkan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Plt Sekdakab Tobasa Drs AS pada pada Jumat (24/2) kemarin.
Lebih lanjut dikatakan AKP Manson Nainggolan, pemanggilan Drs AS atas adanya dugaan gratifikasi tanah semasa jabatannya sebagai Camat di Kecamatan Ajibata, serta penyalahgunaan wewenang retribusi pasar ketika menduduki jabatan Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.
“Belum diperoleh rincian bentuk dugaan gratifikasi tanah dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Drs AS. Sejauh mana hasil pemeriksaan pihak penyidik belum diperoleh, pemeriksaan yang berlangsung selama lebih kurang 12 jam itu belum bisa diinformasikan, sebab masih tahap lidik,” ujar AKP Manson Nainggolan.
Kasus dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang yang melilit Drs AS, sekalian dengan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Plt Sekdakab menjadi perbincangan khalayak umum di Tobasa. Pengunduran diri yang serta merta meninggalkan rumah dinas yang baru dihuni selama tiga hari itu langsung mengundang reaksi dan sorotan dari berbagai pihak.
Banyak kalangan menilai, “Drs AS terlampau percaya diri akan didepenitifkan menjadi Sekdakab, sehingga dirinya buru-buru menempati rumah dinas,” sebut salah pejabat di Kantor bupati yang tak sudi namanya dikorankan.
Terpisah, Sabar Silalahi, SH mantan anggota DPRD yang nota bene warga Tobasa menanggapi pengunduran diri Drs Arifin Silaen dari jabatan Plt Sekdakab, merupakan langkah yang tepat. Namun, mantan anggota DPRD Tobasa itu juga mengatakan, kondisi pemerintahan Tobasa yang pada saat ini kurang stabil berdampak besar terhadap jalannya pemerintahan yang kondusif.
“Beliau itu kan hanya menyandang Pelaksana Tugas, maka pengunduran dirinya dari jabatan Plt Sekda itu menurut saya adalah sikap yang tepat agar dia bisa lebih konsentrasi pada pekerjaannya dan tupoksinya sebagai Assisten III. Itu memang hak prerogratif Bupati Tobasa, namun dengan merangkap dua jabatan sekaligus, apa tidak ada lagi pejabat lain yang mampu.” ujar Sabar.
Biarkanlah para PNS itu bekerja dengan tenang sesuai kemampuan dan latar belakangnya. “Sekda itu kan kepala satker, jangan sampai mengganggu jalannya pekerjaan,” ujar Sabar kepada SUMUT24, Sabtu (25/2) seraya meminta Bupati Tobasa untuk mengusulkan Sekda Definitif kepada Gubsu. Sehingga roda pemerintahan di Tobasa dapat berjalan sesuai dengan fungsi jabatan.
Informasi yang diperoleh, Sabtu (25/2), Drs Arifin Silaen didampingi istrinya boru Manurung, menyampaikan surat pengunduran dirinya yang ditulis diatas materai langsung kepada Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian sekaligus akan meninggalkan rumah dinas Sekdakab yang ditempatinya tiga hari lalu.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Tobasa Drs Wilker Siahaan yang dihubungi SUMUT24 pada Mingg (26/2), untuk mencari tau kebenaran pengunduran diri Plt Sekdakab Tobasa Drs Arifin Silaen, Wilker Siahaan mengatakan, tentang pengunduran diri Plt Sekda belum diterimanya informasi dan petuinjuk pimpinan. (desi)
sumut24.co MedanWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) terus belajar dan meningk
News
Sergai Sumut24.coIr H Soekirman kembali mendapat apresiasi melalui sebuah karya sastra Jawa berbentuk tembang macapat yang ditulis oleh Pu
Seleb
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Rumah Dinas
kota
sumut24.co MedanDuta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan resmi ke kantor PERMAMPUPESADA dan Womens Crisis
Umum
Deli Serdang, SUMUT24.CO Penetapan Ronnipaslani sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara dinilai terlalu dipaksakan. Dalam persidangan pe
Hukum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi United Nations Development Programme di Rumah Dinas W
kota
sumut24.co MedanSinergi dan kolaborasi antarinstansi di wilayah Provinsi Sumatera Utara kini semakin diperkuat guna mendukung upaya penega
Ekbis
Penandatanganan Nota Kesepahaman BPS Kabupaten Solok dengan STAI Solok Nan Indah dan STIE El Hakim Solok.
News
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.HI,Mengukuhan Pengurus FK3S Kabupaten Solok Periode 2026&ndash2031.
kota
Ratusan Pelajar SD dan SMP Deli Serdang Ikuti Turnamen Catur Tingkat Kabupaten
kota