Minggu, 16 Agustus 2026

Pemerintah Tak Siap Dikritik, Soal Ustadz Disertifikasi

Administrator - Minggu, 12 Februari 2017 19:34 WIB
Pemerintah Tak Siap Dikritik, Soal Ustadz Disertifikasi

MEDAN | SUMUT24 Adanya niat pemerintah melalui Menteri Agama terkait akan disertifikasinya ustadz ataupun ulama adalah perbuatan yang mengada-ada dan ketakutan-ketakutan tanpa alasan yang jelas. “Itu artinya pemerintah tidak siap dikritik,” tegas Koordinator Nasional Relawan Bertuhan Safrizal Elbatubara kepada Wartawan, Minggu (12/2).

Baca Juga:

Menurutnya, Ustadz itu adalah pemberi pencerahan bagi umat muslim, bukan sebagai provokator apalagi makar. “Jadi siapa lagi yang menasehati umat muslim ini kalau bukan ulama dan ustadz,” tegasnya.

Sebaiknya, Pemerintah atau Menag mengurungkan niatnya untuk mensertifikasi ulama karena tindakan tersebut dapat memecah persatuan dan kesatuan, kenapa Islam saja yang menjadi sorotan sementara agama di Indonesia banyak.

“Tak pernah saya dengar ustadz ataupun ulama yang mengajarkan yang tidak baik kepada umatnya, karena itu bertentangan dengan ajaran agama Islam. Masyarakatpun saat ini sudah jeli dan bisa memfilter khotbah ataupun ceramah para ustadz dan ulama. Kalau memang kira-kira tak benar isi dakwah nya, sanksi sosial dari jamaah pasti ada dan bukan dari pemeritah,” tegasnya.

Lebih lanjut Safrizal, tonggak negeri ini ada empat. Pertama ilmu ulama (ini peringkat tertinggi), kedua Keadilan pemimpin ini yang jauh panggang dari api. Ketiga, kedermawanan orang kaya. Ia dermawan depan kamera dan jepretan pers. Tinggal terakhirlah doa para fakir miskin.

“Jadi tinggal dua kekuatan Indonesia ulama yang berilmu hikmah dan haq serta doa fakir miskin,” ucap Safrizal yang juga inisiator pendeklarasian Nahdlatut Fuqara.

“Sama siapa lagi umat islam percaya kalau tidak sama ulama dan ustadz. Jadi sebaiknya pemerintah jangan campur adukkan politik dengan agama, karena berdampak bagi kelangsungan kurukunan antar umat beragama,” kata Safrizal. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Agung S Pratama Korban Penggelapan Mobil Miliknya Minta Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku
Hingga H-1 Hari Kemerdekaan RI ke-81, Jasa Marga Catat Lebih Dari 400 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Sebanyak 1.360 Peserta, Semarakkan Road to Police Women Run 2026
Hasto Kristiyanto: Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir Harus Menjadi Rumah Rakyat
BARAPAKSI Soroti Kelayakan SPPG di Medan: Diduga 80 Persen Tak Penuhi Syarat Pengelolaan Limbah
Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution: Silaturahmi Kemerdekaan Perkuat Kebersamaan Guru dan Majukan Pendidikan
komentar
beritaTerbaru