Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
kota
Medan|SUMUT24 Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDIP Boydo HK Panjaitan SH menilai kinerja Pemko Medan dalam hal ini Walikota Drs Dzulmi Eldin sangat lamban.
Baca Juga:
Lambatnya penetapan pejabat eselon III, IV dan perangkat staf disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dipastikan berdampak kinerja lemah bahkan buruk.
“Kita juga menyayangkan kinerja Walikota Medan yang lambat menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja. Lihat saja, kendati memasuki bulan ke dua anggaran 2017, seluruh kegiatan di setiap SKPD tidak dapat terlaksana, “ ujar Boydo kepada wartawan, Kamis (2/2).
Menurutnya, penyusunan SOP sangat penting guna menentukan tugas dan fungsi menggambarkan kegiatan yang riil. Sehingga cerminan kegiatan dan penugasan sesuai fungsi organisasi SKPD.
Lihat saja kata Boydo yang juga menjabat Bendahara DPC PDIP Kota Medan ini, segala jenis kegiatan di setiap SKPD belum dapat berjalan, karena belum turunnya Daftar Penggunaan Anggaran (DPA).
Begitu juga Susunan Organisasi Tata Kelola (SOTK) yang baru terbentuk di lingkungan Pemko Medan sesuai PP 18/2016 dipastikan tidak bisa berbuat apa apa karena perangkatnya saja belum terisi.
Terkait hal itu, Boydo mendesak Walikota Medan bersikap gesit agar pelayanan masyarakat tidak terhalang.
“Kita harapkan ritme kerja Walikota dapat lebih cepat mengimbangi situasi saat ini. Biar bagaimana pun Walikota harus memprioritaskan pelayanan umum. Sehingga pembangunan di kota Medan lebih meningkat,†tegas Boydo selaku Ketua Komisi C DPRD Medan ini.
Dicontohkan Boydo, lambatnya kenerja Pemko Medan terlihat belum dilakukannya pemberian SK pinjam pakai kios bagi pedagang buku di lapangan merdeka. Pada hal komitmen itu sebelumnya sudah disepakati bersama antara pedagang dan Pemko Medan. Akhirnya, hingga saat ini pedagang masih terlantar.
Bukan itu saja kata Boydo, anggota DPRD Medan pun belum menerima gaji saat ini. Bahkan lambatnya penetapan bendaharawan di sekretariat DPRD Medan berdampak uang perjalan dinas belum bisa dibayar. Sehingga untuk perjalanan dinas anggota dewan terpaksa mendahulukan uang sendiri.
Ketika hal ini dikonfirmasi wartawan kepada Kabag Keuangan DPRD Medan Mahyuzar SE, Kamis (2/2) mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses persiapan administrasi. Pihaknya tetap menunggu SK Walikota proses APBD operasional penjabaran uang persediaan.
Sedangkan Sekretaris DPRD Medan Abd Azis mengaku sedikit keterlambatan pembayaran gaji anggota dewan menunggu DPA dari Pemko. Sedangkan ketarlambatan pembayaran uang perjalanan dinas juga terkait APBD serta menunggu penetapan pejabat bendaharawan keuangan DPRD Medan.(R02)
Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
kota
sumut24.co BALIGE, Berbekal ilmu pariwisata, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan hadir untuk mengabdi di tengah masyarakat Ke
News
sumut24.co ASAHAN , Guna memperkuat peran dan kinerja kader di lapangan, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupat
News
Medan Sumut24.coNama Laksamana Putra Siregar mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda)
News
Danrem 023/KS Tegas Kawal SPPG Losung Batu, Makanan Bergizi untuk Siswa Jadi Prioritas
kota
Izin Gebyar Pajak Bapenda Sumut Dipertanyakan, Jangan Bohongi Masyarakat Pembayar Pajak
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus membangun hubungan kolaboratif dengan insan media melalui penyelenggaraan
News
sumut24.co MEDAN, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui dukunga
kota
sumut24.co TAPANULI TENGAH, Penantian panjang masyarakat Dusun Untemungkur, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah,
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan fisik gerai
News