Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
kota
TOBA I SUMUT24.co Selama ini,menurut penelitian singkat yang dilakukan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang BPJS Pematang Siantar bahwa pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan (faskes) baik itu rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara , jumlahnya masih relatif rendah.
Baca Juga:
- Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
- Kajatisu Harli Patut Diapresiasi Sikap Ksatria Dengan Permintaan Maaf, Riza Usty Siregar: Ini Baru Pemimpin
- Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Hal ini terungkap saat Kepala Cabang BPJS Pematang Siantar ,Kiki Christmar Marbun beraudiensi kepada Bupati Toba,Poltak Sitorus di Ruangan Bupati Toba, Selasa, 10 Mei 2022.
Turut hadir beraudiensi yaitu Kepala BPJS Kabupaten Toba,Dolok Erikson Siagian,Kepala Bidang Penjaminan Layanan Rujukan,Chandra Istanti Prasetyo, dan Staf BPJS Kabupaten Toba, Rebekka Sianipar.
Menurut Kiki Christmar, dengan rendahnya jumlah pasien yang berobat ke RS milik pemerintah ini, maka potensi sumber penambahan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah menjadi berkurang.
Menanggapinya, Bupati Toba, Poltak Sitorus didampingi Pj.Sekdakab Toba, Augus Sitorus menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS atas informasi yang telah disampaikan.
Informasi akan rendahnya kontak ke RSUD Porsea ini akan ditindak lanjuti. Kontak yang dimaksud meliputi konsultasi, berobat ,dan rawat inap.
“Sehingga kita bisa menilai puskesmas dan rumah sakit kita.Bagaimana pelayanan di sana?” sebut Bupati Toba.
Intinya,ditegaskan Bupati Poltak Sitorus bahwa pelayanan kesehatan harus sebaik mungkin sehingga pasien nyaman dan memilih berobat dan rawat inap di rumah sakit Porsea.
Ia juga langsung memerintahkan Plt.Kadis Kesehatan dr.Juliwan Hutapea untuk segera mengevaluasi ketersediaan obat dan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Karena fasilitas kamar sudah representatif.Bahkan jumlah dokter umum ,dokter spesialis juga sudah relatif banyak yang stand by di sana.
Hal lainnya diterangkan Kiki Christmar yaitu soal kapitasi BPJS dan rencananya secara berkala mendatangkan laboratorium pemeriksaan penyakit kronis ke Kabupaten Toba.
Pihak BPJS berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah/kabupaten yang sangat berperan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, fasilitas ,standar, dan mutu pelayanannya.
Turut hadir mendampingi bupati, Asisten Perekonomian Jonni D.P Lubis, Direktur RSUD Porsea,dr.Tommy Siahaan,Plt. Kadis Kominfo, Sesmon T.B Butarbutar, dan Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan, Try Sutrisno Pandapotan.(Wels)
Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
kota
Medan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan Komisi III DPR RI da
Hukum
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
kota
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
kota
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
kota
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
kota
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya perencanaan matang, humanis, serta pertimbangan estetika da
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memasuki tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
News