Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
MEDAN|SUMUT24 Pembongkaran puluhan rumah yang berada di Daerah Pinggiran Rel (DPR) Jalan Timah, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, diwarnai caci-maki dari para warga sekitar. Bahkan warga nekat melempari petugas sambil meluapkan kemarahannya.
Baca Juga:
Puluhan warga yang bermukim di lokasi pinggiran rel mengamuk dan menolak rumahnya dirubuhkan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Rabu (26/10).
Meski mendapat pengawalan dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP Medan, ini tidak menyurutkan emosi warga.
“Jangan kalian bongkar itu setan. Enggak punya hati nurani. Rumah sepetak pun di bongkar juga. Emang enggak ada otak semuanya,” teriak Ida, satu warga yang rumahnya dibongkar petugas sembari teriak histeris.
Walaupun mendapatkan cacian dari warga, pihak PT KAI tetap melakukan pembongkaran terhadap rumah-rumah yang masih berdiri di samping rel kereta api.
Personel Satpol PP mengangkat barang-barang milik warga pinggiran rel kawasan Jalan Timah yang terkena penertiban, kemarin. Pantauan SUMUT24 di lokasi penggusuran, PT KAI menurukan satu unit alat berat eskavator untuk merubuhkan rumah semi permanen milik warga tersebut.
Penertiban ini mulanya berjalan aman. Namun, saat satu unit beko merubuhkan bangunan lainnya, warga yang menetap di bangunan itu melawan petugas. Mereka melempar batu hingga gumpalan tanah ke petugas.
Warga juga berusaha melempar besi proyek untuk pondasi. Aksi yang didominasi oleh kaum ibu-ibu ini juga membentak bahkan memaki petugas. Petugas yang mendapatkan perlawanan itu sempat mundur. Namun, amarah warga tetap berlanjut.
Aparat keamanan yang mengetahui hal tersebut mencoba meredam amarah warga. Saat mencoba meredam, warga masih melawan petugas.
Amarah warga pun reda setelah polisi mengimbau untuk tenang. Proses penertiban rumah itu pun kemudian dilanjutkan.
Menurut warga, penolakan yang dilakukan karena PT KAI tidak sesuai memberikan biaya ganti rugi sebesar Rp1,5 juta per kepala keluarga (KK).
Manager Humas Kereta Api Divre I Sumut Joni Martinus menyatakan, pihaknya akan menertibkan 25 rumah yang berada di pinggiran rel.
“Ada 25 rumah yang ditertibkan, mereka membangun tanpa izin,” katanya.
Joni menyatakan, rumah yang ditertibkan itu berjarak dari perlintasan rel ke pemukiman dengan lebar 6 meter dan panjang 325 meter. Penertiban ini, kata Joni, rencananya akan dibangun jembatan layang kereta api.
“Ini untuk menunjang pembangunan jembatan layang kereta api, jembatan layang tersebut ada dua jalur. Tujuannya untuk mengurai kemacetan dan menghindari adanya korban jiwa,” jelas Joni sembari menambahkan, jembatan tersebut rencananya akan dibangun sepanjang 50 kilometer.
Jembatan itu dimulai dari perlintasan kereta api dari Medan menuju Araskabu Deliserdang. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan jembatan itu rampung. “Kita masih konsentrasi untuk menertibkan yang disini dulu. Untuk yang lain nanti dulu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Medan Kompol Herwansyah menyatakan, ada 589 petugas gabungan yang melakukan dan mengamankan penertiban tersebut.
“Satpol PP ada 35 orang, TNI ada 20 orang, Polri 374 orang, Dishub 20 orang dan PT KAI 140 orang,” ujarnya.
Hingga pukul 12.15 WIB, penertiban masih berlangsung. Situasi dan kondisi di lokasi penertiban pun sudah kembali aman. (R02/Editor : Nisa Lubis)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
kota
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
kota
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
kota
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
kota
sumut24.co MedanHarapan baru kini menyelimuti keluarga Salwa Malika Putri, bayi mungil yang sebelumnya berjuang dengan kondisi Palatoschis
kota
sumut24.co MedanPengurusan KTP Beres di Kecamatan, Gebrakan Rico Waas Dekatkan Pelayanan Adminduk ke Warga Medan LabuhanWarga Medan Labu
kota
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam memperkuat ketahanan keluarga terus ditunjukkan melalui berbagai program strategis. Salah satun
kota
sumut24.co MedanPersatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Kota Medan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan melalui kunjungan silatur
kota