Minggu, 23 Agustus 2026

Perlawanan Ukraina Tewaskan 3.500 Tentara Vladimir Putin, Komandan Rusia Disebut Frustrasi

Administrator - Minggu, 27 Februari 2022 12:22 WIB
Perlawanan Ukraina Tewaskan 3.500 Tentara Vladimir Putin, Komandan Rusia Disebut Frustrasi

Ukraina – Serangan demi serangan terus dilancarkan Rusia dalam invasi terhadap Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022. Namun, Ukraina nampaknya menolak untuk menyerah terhadap serangan tanpa ampun dari pasukan Vladimir Putin itu.

Baca Juga:

Sementara itu, sejumlah ahli mulai menganalisis serangan-serangan yang dibuat oleh Rusia. Tak sedikit yang beranggapan bahwa Rusia telah meremehkan kekuatan Ukraina dalam melawan gempuran rudal yang diluncurkan pasukan Vladimir Putin ke Kyiv dan kota-kota lain.

Pasukan Ukraina berupaya sekeras tenaga untuk mempertahankan Kyiv dan mencegah Rusia mengambil alih Ibu Kota mereka.Tak berjuang sendirian, Ukraina mendapatkan bantuan dari sejumlah negara Barat dalam menghentikan serangan Rusia. Salah satunya adalah Inggris yang memperkuat jumlah NATO di kawasan yang diserang, yang mana 1.000 tentara akan tiba di Estonia minggu ini, sehingga total pasukan akan menjadi 2.000.

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan bahwa pengerahan yang dilakukan oleh Inggris adalah upaya untuk mencegah agresi yang dilakukan Rusia. Sementara itu, Jerman menyetujui pengiriman 400 granat berpeluncur roket, 1.000 senjata anti-tank, dan 500 rudal permukaan-ke-udara Stinger dan Ukraina. “Pengerahan ini merupakan pencegah yang kredibel untuk menghentikan agresi Rusia yang mengancam kedaulatan teritorial negara-negara anggota,” ujar Ben Wallace, dikutip sumut24.co dari Pikiranrakyat-Depok.com dari Mirror.

Kementerian Pertahanan Kyiv berhasil menghancurkan setidaknya sekitar 80 tank, 516 kendaraan lapis baja, 10 pesawat terbang, dan 7 helikopter. Disampaikan penasihat Oleksiy Arestovych, sebanyak 3.500 tentara Rusia tewas atau terluka dalam ketegangan yang terjadi dengan Ukraina. Melihat perlawanan Ukraina yang berhasil menewaskan dan melukai 3.500 tentaranya, komandan Rusia dikabarkan frustrasi dengan pergerakan pasukan yang lambat.

Bahkan, komandan Rusia juga dikatakan mengeluh karena mereka kehabisan bahan bakar. Tank dan kendaraan militer Rusia nampak terdampar di daerah terpencil, sementara penduduk setempat mengejek pasukan Rusia.rel/pr

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode
Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI
Aksi Solidaritas Pemko Medan, Dari Kemeriahan HUT RI hingga Bantuan Rp.50 Juta Korban Bencana
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
komentar
beritaTerbaru