TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
MEDAN | SUMUT24 Terkait suap Pansus PAD beberapa waktu lalu terus mencuat, dimana dalam kasus tersebut melibatkan Oknum Sekdaprovsu Hasban Ritonga dan mantan Kadis Penda Provsu Rajali yang saat ini menjadi Kadis Sosial Sumut, diduga menyuap Pansus PAD DPRDSU berkisar Rp 10-15 Juta perorang. Sehingga dana tersebut mencapai lebih kurang Rp 1 Miliar.
Baca Juga:
“Kasus tersebut telah ditangani KPK sehingga sebaiknya KPK menetapkan Hasban Ritonga dan Rajali sebagai tersangka dalam kasus suap tersebut,” tegas Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi Hendra Hutagalung kepada Wartawan, Minggu (16/10).
Menurutnya, dalam kasus tersebut Hasban dan Rajali harus bertanggung jawab, karena mana mungkin ada asap kalau tidak ada api. Lebih-lebih KPK sedang galak-galaknya memberantas korupsi dan Gratifikasi di Sumut. “Namun sepertinya tidak membuat jerah para pejabat Pemprovsu,” tegasnya.
Kepada KPK juga berharap agar segera memeriksa semua kepala UPT Dispenda Sumut baik yang sudah dicopot, masih menjabat maupun yang sudah dirotasi, karena dari merekalah uang suap tersebut didapat atas perintah Hasban dan Rajali, sehingga si pemberi dan sipenerima harus dihukum, karena merupakan tindakan gratifikasi yang bertentangan dengan UU Korupsi.
Walaupun beberapa anggota DPRDSU telah memulangkan uang suap tersebut, sebaiknya agar juga diproses sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku dan kasus hukumnya harus terus jalan. Kalau ada yang sudah memunglangkan uang, kan jelas berarti ada suap dan korupsi. karena bagaimanapun masyarakat menunggu hasil dari proses hukum di KPK tersebut. Dalam hal ini juga KPK jangan tebang pilih, tahan semua pejabat yang terlibat dalam Suap Pansus PAD tersebut.
Penurunan PBB-KB dan BBN-KB Ajang Korupsi
Sementara itu, Penurunan pendapatan pajak potensial dari Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor sebesar Rp 70 Miliar dan Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor Sebesar Rp 90 Miliar (BBN-KB dan PBB-KB), dinilai sebagai ajang korupsi. Hal itu ditegaskan Ketua Barisan Rakyat Pengamat Korupsi (Barapaksi) Otty S Batubara kepada SUMUT24, Kamis (13/10).
Lebih lanjut dikatakannya, adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan membingungkan masyarakat, bila penurunan PAD itu terjadi. “Ada indikasi penurunan PAD diduga jadi ajang korupsi pejabat Pemprovsu untuk memperkaya diri dan lain sebagainya,” tegas Otty.
Menurutnya, Sekdaprovsu Hasban Ritonga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), harus menjelaskan dan bertanggungjawab atas penurunan PAD tersebut.
“Jangan-jangan ada rencana terselubung untuk mengkorupsi uang negara, Ucapnya,” tegas Otty S Batubara.
Penyampaian KUA-PPAS adalah agenda publik yang harus dijelaskan kepada masyarakat, ada apa dibalik ini. “Sekda harus klarifikasi sehingga penurunan PAD tersebut jangan jadi sumber korupsi berjamaah bagi para pejabat Pemprovsu,” tegasnya.
Kita berharap aparat penegak hukum ataupun KPK turun menyelidiki diturunkannya potensial pendapatan PAD Sumut tersebut. Sementara itu Sekdaprovsu Hasban Ritonga yang dikonfirmasi tentang hal tersebut tidak menjawab baik melalui telepon selulernya maupun pesan singkat.
Begitujuga ketika disambangi diruangan kerjanya Sekda enggan menerima, menurut stafnya bapak sedang sibuk ada tamu. “Bapak masih ada tamunya,” ujar staf kepada wartawan kemarin. (W03)
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News