Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
MEDAN | SUMUT24 Terkait suap Pansus PAD beberapa waktu lalu terus mencuat, dimana dalam kasus tersebut melibatkan Oknum Sekdaprovsu Hasban Ritonga dan mantan Kadis Penda Provsu Rajali yang saat ini menjadi Kadis Sosial Sumut, diduga menyuap Pansus PAD DPRDSU berkisar Rp 10-15 Juta perorang. Sehingga dana tersebut mencapai lebih kurang Rp 1 Miliar.
Baca Juga:
“Kasus tersebut telah ditangani KPK sehingga sebaiknya KPK menetapkan Hasban Ritonga dan Rajali sebagai tersangka dalam kasus suap tersebut,” tegas Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi Hendra Hutagalung kepada Wartawan, Minggu (16/10).
Menurutnya, dalam kasus tersebut Hasban dan Rajali harus bertanggung jawab, karena mana mungkin ada asap kalau tidak ada api. Lebih-lebih KPK sedang galak-galaknya memberantas korupsi dan Gratifikasi di Sumut. “Namun sepertinya tidak membuat jerah para pejabat Pemprovsu,” tegasnya.
Kepada KPK juga berharap agar segera memeriksa semua kepala UPT Dispenda Sumut baik yang sudah dicopot, masih menjabat maupun yang sudah dirotasi, karena dari merekalah uang suap tersebut didapat atas perintah Hasban dan Rajali, sehingga si pemberi dan sipenerima harus dihukum, karena merupakan tindakan gratifikasi yang bertentangan dengan UU Korupsi.
Walaupun beberapa anggota DPRDSU telah memulangkan uang suap tersebut, sebaiknya agar juga diproses sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku dan kasus hukumnya harus terus jalan. Kalau ada yang sudah memunglangkan uang, kan jelas berarti ada suap dan korupsi. karena bagaimanapun masyarakat menunggu hasil dari proses hukum di KPK tersebut. Dalam hal ini juga KPK jangan tebang pilih, tahan semua pejabat yang terlibat dalam Suap Pansus PAD tersebut.
Penurunan PBB-KB dan BBN-KB Ajang Korupsi
Sementara itu, Penurunan pendapatan pajak potensial dari Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor sebesar Rp 70 Miliar dan Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor Sebesar Rp 90 Miliar (BBN-KB dan PBB-KB), dinilai sebagai ajang korupsi. Hal itu ditegaskan Ketua Barisan Rakyat Pengamat Korupsi (Barapaksi) Otty S Batubara kepada SUMUT24, Kamis (13/10).
Lebih lanjut dikatakannya, adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan membingungkan masyarakat, bila penurunan PAD itu terjadi. “Ada indikasi penurunan PAD diduga jadi ajang korupsi pejabat Pemprovsu untuk memperkaya diri dan lain sebagainya,” tegas Otty.
Menurutnya, Sekdaprovsu Hasban Ritonga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), harus menjelaskan dan bertanggungjawab atas penurunan PAD tersebut.
“Jangan-jangan ada rencana terselubung untuk mengkorupsi uang negara, Ucapnya,” tegas Otty S Batubara.
Penyampaian KUA-PPAS adalah agenda publik yang harus dijelaskan kepada masyarakat, ada apa dibalik ini. “Sekda harus klarifikasi sehingga penurunan PAD tersebut jangan jadi sumber korupsi berjamaah bagi para pejabat Pemprovsu,” tegasnya.
Kita berharap aparat penegak hukum ataupun KPK turun menyelidiki diturunkannya potensial pendapatan PAD Sumut tersebut. Sementara itu Sekdaprovsu Hasban Ritonga yang dikonfirmasi tentang hal tersebut tidak menjawab baik melalui telepon selulernya maupun pesan singkat.
Begitujuga ketika disambangi diruangan kerjanya Sekda enggan menerima, menurut stafnya bapak sedang sibuk ada tamu. “Bapak masih ada tamunya,” ujar staf kepada wartawan kemarin. (W03)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota