HUT Propam Polri ke-24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
MEDAN |SUMUT24
Baca Juga:
Dugaan pungutan liar (pungli) jasa medis BPJS Kesehatan di Puskesmas Medan Denai kepada para PNS Puskesmas yang diduga dilakukan Kepala Puskesmas atas perintah Kadiskes Medan drg. Hj Usma Polita Nasution Mkes dinilai illegal dan tidak sesuai prosedur.
Pasalnya, pungutan dengan alasan apapun tidak dibenarkan, karena merupakan hak PNS sebagai penghargaan atas jasanya. “Kalau nantinya terbukti dan benar Kadis Kesehatan Medan drg. Hj Usma Polita Nasution Mkes dan oknum-oknum yang terlibat harus diberhentikan,” tegas Ketua Lembaga Transparansi Hendrico kepada SUMUT24, Minggu (9/10).
Menurutnya, Walikota Medan harus tegas kepada bawahannya yakni Kadis Kesehatan Medan drg. Hj Usma Polita Nasution Mkes yang diduga kuat melakukan pungli seperti itu. “Harusnya kan dibicarakan lebih dulu dengan para PNS, bukan langsung main potong saja dan tidak boleh secara sepihak,” tegas Hendrico.
“Terhadap Kadiskes yang melakukan pungli harus ditindak tegas. Apalagi dalam pungli tersebut tanpa mekanisme dan prosedur yang benar tanpa berembuk dengan para PNS. Walikota harus tindak Kadis Kesehatan dan oknum-oknum yang terlibat sehingga menjadi pelajaran berharga dikemudian hari,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kasus pemotongan uang jasa medis BPJS Kesehatan terjadi di Kota Medan, terjadi di Puskemas Medan Denai tepatnya di Jalan Harapan Pasti.
Nurlanwati Hutasuhut PNS Puskesmas Medan Denai dipotong gajinya sebesar Rp 131.000 setiap bulan berdasarkan pangkat dan golonganya dengan alasan untuk biaya perawatan puskemas. Nurlanwati Hutasuhut yang tidak terima dilakukan pemotongan karena memberatkan dan tidak jelas peruntukkannya, akhirnya melaporkan masalah tersebut kepada Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, di Medan.
Melalui surat laporannya yang ditulisnya, Nurlanwati Hutasuhut menyatakan tidak bersedia uang jasa medis BPJS Kesehatan yang diterimanya Rp 1,5 juta setiap bulan dipotong sebesar Rp 131.000.
“Tiap bulan, kami dapat uang jasa medis BPJS. Terkadang, kami dapat Rp 1,3 juta dan kadang Rp 1,5 juta. Dari situ, dipotong Rp 131.00 dan dari potongan ini sebesar Rp 55 ribu diperuntukkan untuk membayar gaji pegawai honor di Puskesmas Medan Denai itu. Sisanya, untuk kepentingan puskesmas,†ungkapnya.
Nurlanwati Hutasuhut mengaku pemotongan itu sudah dilakukan sejak diberlakukannya BPJS beberapa tahun lalu. Nurlanwati sudah melaporkan masalah tersebut kepada Dinas Kesehatan, tapi hingga kini belum digubris. Untuk itulah, Nurlanwati melaporkan masalah tersebut ke DPRD Kota Medan.“Sudah lama dipotong, tepatnya sejak ada BPJS. Sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan, tapi tidak ditanggapi. Maka saya laporkan ke DPRD Medan,†pungkasnya.
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
News
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
News
sumut24.co MedanPenerimaan zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pada triwula
Umum
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!!Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
sumut24.co JakartaPT Indosat Tbk secara resmi menetapkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO, yang te
Ekbis
Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko PascaPemilu 2026
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News