Rabu, 12 Agustus 2026

KPK: Sulit Usut Politik Uang di Pilkada

Administrator - Rabu, 28 September 2016 19:27 WIB
KPK: Sulit Usut Politik Uang di Pilkada

Jakarta | SUMUT24

Baca Juga:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui potensi money politic atau politik uang di pilkada serentak 2017. Namun, lembaga antirasuah itu mengaku kesulitan mengusut hal tersebut jika calonnya berasal dari swasta.

“Sulitnya KPK itu kan saat ini belum bisa masuk di sektor swasta. Kalau (calonnya) bukan penyelenggara negara repot,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo di Puri Imperium Office Plaza, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/9). Selama ini KPK bisa mengusut kasus dugaan korupsi dan menjerat swasta karena melibatkan penyelenggara negara juga. Hal yang berbeda tentunya dalam pagelaran pilkada serentak ini.

Meski begitu, lanjut Agus, saat ini sejumlah penegak hukum tengah menggodok aturan tentang penjeratan korporasi. Sehingga dengan aturan itu nantinya bisa mengusut pihak swasta dan korporasi secara leluasa.

“Makanya, mudah-mudahan nanti segera bisa kita lakukan?,” ucap Agus.

Tjahjo: Lawan Politik Uang

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, paling tidak ada dua hal yang harus diperangi dan diawasi bersama saat pilkada serentak berlangsung. Kedua hal itu adalah money politic atau politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Pilkada yang harus kita lawan adalah politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Dalam tanda petik adalah menghalalkan segala cara,” ujar Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/9). Penyalahgunaan kekuasaan yang dimaksud Tjahjo bukan dalam arti sempit. Penyalahgunaan wewenang juga harus dilihat dari isu yang dimainkan para calon. Tidak boleh lagi ada isu yang sengaja dibuat dan sifatnya provokatif.

“Termasuk di dalamnya mengembangkan kampanye maupun isu yang sifatnya provokatif yang membahayakan persatuan dan kesatuan,” imbuh dia.

Kemendagri saat ini sudah bekerja sama dengan kepolisian dan Kemenkominfo untuk mengawasi semua upaya provokasi melalui dunia maya. Sebab, sulit membendung segala isu yang dilontarkan melalui media sosial.

“Saya mohon kepolisian dan Kominfo untuk mengusut dengan tegas siapapun yang menyebarkan lewat medsos yang sifatnya provokatif dan mengganggu stabilitas daerah. Karena pilkada ini harus aman, demokratis,” pungkas Tjahjo. (int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
Ketua TP PKK Asahan Salurkan Kepedulian Lewat Bhakti Sosial Keagamaan, Peluk Anak Yatim dan Lansia
Pasar Kampung Lalang Semrawut, PKL Merajalela dan Lemahnya Satpol PP Medan Disorot
Diberhentikan Sepihak Tanpa Surat, 16 Relawan SPPG Mekar Sari Pertanyakan SOP BGN
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
Rektor UNIMED Kukuhkan Mahasiswa Baru Angkatan 2026 Dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027
komentar
beritaTerbaru