Menyambut silaturahmi dan berdiskusi dengan Panitia Paskah Umat Katolik Tahun 2026 se-Kota Pematangsiantar
Menyambut silaturahmi dan berdiskusi dengan Panitia Paskah Umat Katolik Tahun 2026 seKota Pematangsiantar
kota
MEDAN | SUMUT24 Tak pandang tempat ataupun jalan, hampir semua jalan di Kota Medan dikepung banjir. Padahal Hujan tak lebih dari dua jam yang mengguyur Kota Medan sekitarnya, Rabu (28/9).
Baca Juga:
“Banjir ini akibat sangat buruknya kinerja Binamarga Medan, karena parit yang sudah dikorek, tanah bekas korekan tersebut tak langsung diangkat sehingga ketika hujan tanah hasil korekan tadi jatuh lagi ke drainase yang dikorek tersebut,” tegas Warga Medan Edi kepada SUMUT24, Rabu (28/9). Menurutnya, Dinas Binamarga tak becus kerja, pandainya hanya menghabiskan uang rakyat secara sia-sia. “Walikota harus mengevaluasinya, karena hampir tiap tahun kejadian serupa pasti terjadi,” tegas Edi.
Ajang pengorekan drainase hanya sebagai ajang korupsi para pejabat Kota Medan, tiap tahun dilakukan pengorekan lumpur pada drainase tapi hasilnya Medan tetap banjir.
“Bila terus begini sebaiknya KPK agar turun menyelidiki Dinas Binamarga atas ajang korupsinya. Setiap datang hujan pasti banjir, inilah akibat ulah para pejabat Binamarga yang doyan korupsi, bagaimana tidak korupsi, untuk mendapatkan proyek aja harus bayar 10-20 persen didepan,” tegasnya.
Belum lagi banjir ini adalah akibat ulah Kadis TRTB Medan yang membiarkan membangun tanpa memperhatikan tata kota, sehingga resapan air di Kota sangat minim sekali. “Yang penting ada uang bisa membangun dimana saja,” ucapnya seraya menegaskan, itulah mental-mental para pejabat koruptor.
Sungai Deli, Babura dan Sungai Tembung Meluap Meluap
Sungai Deli dan Sungai Babura yang melintasi pemukiman warga Kota Medan juga ikut meluap. Pantauan SUMUT24, hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, warga yang bermukim di kedua bantaran sungai ini (Sungai Deli dan Babura) sempat was-was dan langsung berjaga hingga pagi harinya.
Seperti pengakuan Kepling III Kelurahan Darat, M Nurdin tadi malam, biasanya kalau hujan deras di gunung atau kawasan Sibolangit, bisa membuat air Sungai Babura melupa. “Sekira tahun 2005 lalu, pernah terjadi banjir besar Sungai Babura hingga warga yang bermukim di Kp Mandailing dan lingkungan III atau sebagian besar terpaksa menungsi,” ujar M Nurdin.
Hal yang sama juga dialami warga yang bermukim di Jalan Brigjen Katamso yang dialiri Sungai Deli. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli di kawasan ini, juga ikut was-was karena air sungai dari malam terus meluap.
Sementara itu, di kawasan Tembung khusunya di Pasar V dan kawasan Denai juga mengalami hal sama. Genangan air setinggi lutut sudah masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Hal yang sama juga terjadi sepanjang kawasan Krakatau Medan. Tak cuma rumah penduduk yang banjir, sepeda motor dan mobil ikut mogok karena air tergenang tinggi di hampir semua ruas jalan inti Kota Medan. Banjir Jadi Pembiaran Terstrukturisasi
Sementara itu LSM Suara Proletar Ridwanto Simanjuntak kepada SUMUT24, Rabu (28/9) mengatakan, Banjir Medan adalah pembiaran terstrukturisasi sehingga diharapkan kepada aparat penegak hukum agar turun menyelidikinya, karena pembuatan drainase dan pengorekan drainase adalah proyek yang sarat korupsi, karena sudah berapa Triliunan Rupiah uang rakyat Medan untuk memperbaiki drainase tapi sampai hari ini terus saja banjir akibat ulah pejabat yang korup.
“Kita berharap aparat penegak hukum secepatnya melakukan penyelidikan, karena berbagai proyek tersebut baik drainase dan jalan dikorupsi secara berjamaah oleh pejabat terkait,” tegasnya.
Pantauan Wartawan hampir semua jalan di Medan diliputi Banjir seperti, Jalan Zainul Arifin, Jalan DI Panjaitan, Jalan Darussalam, Jalan Sei Berantas, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gatot Subroto, Jalan Denai, Jalan Sutomo, Jalan Letda Sujono, Jalan Thamrin dan hampir semua jalan di Kota Medan. (W03/R03)
Menyambut silaturahmi dan berdiskusi dengan Panitia Paskah Umat Katolik Tahun 2026 seKota Pematangsiantar
kota
Wali dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia panen cabai perdana Program Contract Farming di Kelurahan Setia Negara
kota
PROLETAR KEMBALIKAN SURAT USULAN RDP YANG KAMI MOHONKAN"
kota
sumut24.co MEDAN, Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.
kota
sumut24.co MEDAN, Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial
kota
sumut24.co Labuhanbatu Selatan, Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara untuk kedua kalinya berhasil mengungkap k
News
Mantan Bendahara SMAN 19 Medan Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Klien Kami Dihukum Karena Kealpaannya, Bukan Korupsi
Hukum
sumut24.co ASAHAN, Dalam suasana penuh kehangatan di Bulan Ramadhan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Asahan bagi bagi takjil kepada masyarakat d
News
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumat
kota
Bupati Kabupaten Solok Kunjungi Mushola Al Furqon Saniang Baka
kota