Senin, 24 Agustus 2026

Prof. H.Abdullah Syah Wafat, Sempat di Rawat di RS, Ini Profilnya

Administrator - Sabtu, 11 Desember 2021 16:29 WIB
Prof. H.Abdullah Syah Wafat, Sempat di Rawat di RS, Ini Profilnya

 

Baca Juga:

Medan I Sumut24.co Masyarakat Sumut kembali kehilangan seorang tokoh ulama kharismatik. Prof H Abdullah Syah meninggal dunia di Rumah sakit karena sesuatu penyakit. Tempat dirawat beberapa Minggu ini. Kabar tersebut pun beredar melalui jejaringan media sosial baik itu WhatsApp, Facebook dan media sosial lainnya. Semua masyarakat mendoakan tokoh masyarakat Sumut itu semoga husnul khotimah.

INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN Telah berpulang ke rahmatullah Orang tua kita Ustad Prof. H.Abdullah Syah (ketua MUI Sumut 2005-2020) malam ini jam 22.55 Di rumah sakit Columbia. Semoga Allah ampunkan dosa2 beliau, Allah terima seluruh amal sholeh beliau serta Allah tempatkan kedalam golongan para Sholihin Aamiin.

Ini Profilnya

Prof H Abdullah Syah lahir di Tanjung pura dengan tujuh bersaudara, orang tua bernama H. M. `Thaib dan Hj. Habsyah, kakak paling besar Hawiyah, disusul H. Yahya Thaib, H. Zainun Thaib, M. Saleh, Muhammad, H. Abudullah Syah dan paling kecil H. Abdurahman Thaib.

Abdullah kecil hidup di zaman Belanda dan Jepang. Pada masa Belanda kehidupan bangsa Indonesia sedikit lebih baik dibanding zaman Jepang. Harga hasil karet tinggi, sembilan bahan pokok terjangkau, jalan dan sarana transportasi walau pun tidak sebagus sekarang tapi ada. Pakaian dapat digunakan dengan layak. Namun saat Jepang masuk ke Indonesia sebagai saudara, kondisi berubah menjadi sulit. Sekolah tidak teratur, beras langka dan harganya sangat mahal. Pakaian sangat sulit didapat dan harganya mahal. Masyarakat Tanjung Pura memakai baju belacu bahkan dibuat dari bahan kulit kayu dan getah yang digiling tipis, serta kain dari goni beras.

Sebenarnya masa kecil yang seharusnya dihabiskan untuk bermain, tapi itu tidak terjadi pada usia anak-anak saat itu. Peperangan yang dilakukan Jepang membuat hidup sangat susah. Baru pada tahun 1949 keadaan mulai membaik dan menggembirakan. Pemerintahan koalisi Indonesia – Belanda telah mewajibkan seluruh anak bangsa untuk sekolah SR. Maka terbukalah peluang untuk bersekolah. Abdullah berprestasi di setiap tingkatan sekolah, bahkan selalu dijadikan tokoh teladan bagi yang lain. Di samping itu kemampuannya membimbing adik-adik kelas dan kawan­-kawan sekelas.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode
Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI
Aksi Solidaritas Pemko Medan, Dari Kemeriahan HUT RI hingga Bantuan Rp.50 Juta Korban Bencana
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
komentar
beritaTerbaru