Minggu, 23 Agustus 2026

Viral Syukuran Wisuda Keluarga Kadishub Medan Kecolongan, Walikota Diminta Evaluasi Pejabat Glamor

Administrator - Rabu, 17 November 2021 09:53 WIB
Viral Syukuran Wisuda Keluarga Kadishub Medan Kecolongan, Walikota Diminta Evaluasi Pejabat Glamor

Medan I Sumut24.co Pandemi covid 19 yang masih melanda di saentro bumi ini, masih ada saja masyarakat dan oknum pejabat yang tidak patuh prokes. Bagaimanapun, apa yang dilakukan dirumah pejabat Kadishub Medan pada acara syukuran wisuda sangatlah tidak layak. Lebih lebih saat ini masyarakat lagi dirudung kesusahan. Jadi sangat tidak layak dirumah seorang pejabat dilakukan pesta pora yang bisa membuat rakyat sangat sakit hati. Kita berharap Walikota Medan agar memberikan sanksi tegas kepada pejabat tersebut, tegas Pemerhati Sosial Shohibul Anshor Siregar kepada Wartawan, Selasa (16/11). Menurut Dosen Fisipol itu, Miris kita melihatnya kalau masih ada saja pejabat yang Hura Hura tanpa memperdulikan orang lain, ucapnya. Memang bukan pejabat tersebut yang melakukan, tapi dilakukan dirumah sang pejabat. Seharusnya pejabat tersebut memberitahu kepada tamu agar jangan pulgar dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Seorang pejabat tinggi daerah, bersama para undangan termasuk para pegawai dari instansi yang dipimpinnya, melakukan pesta wisuda anaknya, tanpa menjalankan prokes dan di dalam pesta itu terlihat orang-orang asyik menari dengan mengacung-acungkan uang. Itu bukan saja tidak baik diketahui publik, tetapi hendaknya jangan dianggap menjadi cerminan sikap resmi pemerintah. Wisuda dalam bentuk tasyakkur itu sangat baik. Karena acara seperti itu dapat sebagai evaluasi diri bagi mahasiswa yang baru diwisuda atas segala perjuangan kerasnya selama menjadi mahasiswa. Sekaligus menjadi momentum baginya untuk menetapkan agenda dan tekad baru, apakah akan meneruskan studi (lanjut) atau akan terjun ke dunia kerja atau sambil bekerja juga melanjutkan studinya, ucapnya.

Tasyakkur wisuda pun lazim dikombinasikan dengan aturan adat istiadat dan nilai-nilai agama sekaligus. Artinya acara tasyakkur wisuda tidak elok berubah menjadi pesta. Saya amat berharap kiranya tak banyak orang yang memaknai video viral itu sebagai salah satu bentuk sikap resmi pemerintah bahwa saat ini wabah Covid-19 sudah berakhir, khususnya di Medan. Siapa pun yang menyaksikan video itu, hendaknya jangan memaknainya sebagai bentuk kenormalan baru yang tidak berbeda dengan cara-cara hidup lama.

Tentu saja pegawai tinggi daerah itu sudah kecolongan dengan adanya orang yang sengaja atau degan tanpa tujuan khusus memviralkannya ke sosial media hingga menjadi perbincangan publik. Keparahan Derita Rakyat Saat ini Sebenarnya perubahan orientasi nilai belakangan ini telah terjadi cukup pesat di tengah masyarakat. Bahwa ketika akan memutuskan menyelenggarakan pesta atau tidak, orang selalu memikirkan prokes dan kesederhanaan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Ditambahkan Direktur Nbasis itu, Bahkan kini banyak yang sangat menyadari bahwa daripada berpesta lebih baik bersadaqah kepada kaum dhu’afa yang jumlahnya semakin banyak di tengah masyarakat saat ini. Seorang teman saya, Exsan Alaqraby, kini sangat giat memobilisasi sadaqah untuk kaum miskin. Dengan organisasi yang dibentuknya, yakni Gerakan Istiqomah Sadaqah (GIS), ia mendatangi pemukiman kumuh, menemui gelandangan dan memberi mereka makan. Belakangan ini saya pun sering berkonsultasi dengan orang-orang yang beroleh amanah dalam kepengurusan UMKM seperti Bunda Dewi Budiati Teruna Jasa Said. Dari kedua tokoh ini saya dapatkan informasi keterpurukan orang di grassroot sangat parah. Kita dalam ini sedang dalam keprihatinan.

Semua pimpinan pemerintahan sebaiknya mengevaluasi. Pada tingkat Kementerian santer berita oligarki mengendalikan kebijakan Covid-19 untuk bisnis. Di daerah mungkin juga terjadi hal yang sama meski belum dibuka oleh media. Gaya hidup yang tak mencerminkan panutan dan keprihatinan sangat tak mendidik dan itu meresahkan saat ini,ucap Shohibul.

Sebelumnya diketahui, Acara syukuran atas wisuda anaknya Kadishub itu diduga dilaksanakan dirumahnya, Jumat (12/11/21). Berdasarkan rekaman video yang diterima terlihat dalam acara syukuran itu sejumlah pegawai Dishub dan tamu menari-nari dan berjoget joget tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak.

Selain menari dan berjoget tidak melaksanakan prokes, terlihat juga para pegawai Dishub mempertontonkan prilaku yang tidak pantas, Dengan mengacungkan uang sambil berjoget . Hal ini dinilai sangat tidak layak.w03

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres: Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
komentar
beritaTerbaru